Sampah makanan adalah pemborosan, baik dari sisi sumber daya, waktu, maupun uang. Kenapa begitu? karena ini artinya semua dampak lingkungan yang tercipta untuk memproduksi makanan yang jadi sampah itu tidak memberi manfaat mengisi perut seseorang.

Menurut penelitian Food Sustainibility Index tahun 2017, satu orang Indonesia bisa menghasilkan 300 kilogram sampah makanan per tahun atau sekira berat total 3 ekor anak gajah! Ini menjadikan Indonesia di peringkat kedua sebagai negara produsen sampah pangan terbanyak di dunia (peringkat pertama ditempati Arab Saudi).

Mirisnya, di tempat lain masih banyak saudara-saudara kita yang kelaparan. Selain mubazir, sampah makanan jadi masalah karena ia berdampak buruk untuk lingkungan, antara lain:  

  1. Tumpukan sampah makanan yang membusuk akan menciptakan gas metana yang memiliki sifat mudah terbakar dan dapat meledak sewaktu-waktu. Gas metana akan memperparah laju pemanasan global, bahkan lebih parah dibandingkan gas CO2.

  2. Rantai proses produksi-distribusi-konsumsi makanan menghasilkan gas emisi CO2 yang mengotori lingkungan dan berkontribusi pada pemasanan global yang menyebabkan perubahan iklim.

5 Aplikasi Untuk Atasi Sampah Makanan

Di tengah masalah sampah makanan yang kita hadapi, banyak startup bermunculan untuk menawarkan solusi dengan caranya yang berbeda-beda. Diantaranya kami menemukan 5 aplikasi yang mungkin bisa kamu coba, yaitu: 

  1. Surplus

Surplus menghubungkan para pelaku usaha kuliner dan konsumen.

Biasanya di waktu-waktu terakhir toko akan tutup, ada saja makanan atau minuman yang belum terjual dan sudah tidak bagus lagi untuk dikonsumsi esok hari. Daripada dibuang, di aplikasi ini, restoran tetap dapat menjual makanan tersebut dengan harga diskon. 

Jadi resto tetap dapat menjual makanannya  dan konsumen dapat “menyelamatkan” makanan sambil mengisi perut dengan potongan harga. Win-win solution, ya!

Jumlah mitra Surplus saat ini berkisar 400 lebih yang tersebar di Jabodetabek, Bandung, dan Yogyakarta. Jadi konsumen punya cukup banyak pilihan resto yang bisa dicoba. 

Selain produk makanan, Surplus juga menjual  bahan makanan seperti buah dan sayur, yang kelihatannya tidak sempurna namun sebenarnya masih layak makan. 

2. Damogo

sampah makananAwalnya Damogo melayani konsumen individual, tapi kini Damogo menjadi layanan B2B yang menghubungkan pemilik restoran dan suplier.

Aplikasi ini memungkinkan petani untuk menyalurkan hasil panennya kepada pengusaha kuliner. Hasil panennya termasuk imperfect grade yaitu buah atau sayur yang kurang sempurna dari segi penampilan padahal masih layak makan ataupun grade lainnya.

Dengan begitu, petani dapat menghindari sampah makanan dan restoran bisa mendapat harga lebih ringan untuk bahan makanan yang aman dan layak digunakan. Cocok banget buat kamu pengusaha kuliner yang juga peduli dengan lingkungan. 

DamoGo sendiri berasal dari Bahasa Korea yang berarti “semua makan”. Nama ini diambil agar semua orang bisa menikmati makanan dan tidak ada makanan yang terbuang sia-sia.

3. Garda Pangan

Aplikasi Sampah makanan Garda Pangan

Garda Pangan mengumpulkan makanan berlebih yang sering dihasilkan oleh restoran, katering, bakery, hotel, lahan pertanian, distributor buah, event, pernikahan. Mereka juga menerima donasi makanan dari individu. 

Makanan yang dikumpulkan oleh Garda Panakan disalurkan pada masyarakat pra-sejahtera di Surabaya.

Untuk menjamin keamanan dari makanan yang didonasikan, Garda Pangan menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat untuk memastikan makanan ditangani secara higienis dan disampaikan secara bermartabat.

Kalau kamu mau berdonasi makanan di Surabaya, kamu bisa hubungi Garda Pangan dan tim-nya yang akan datang menjemput makanan yang akan didonasikan. 

4. Precycle

Sampah makanan - precycle

Precycle menyalurkan hasil panen yang tidak lolos quality control, yaitu buah dan sayur yang bentuknya terlalu besar/kecil, memiliki noda tanah atau lecet akibat penanganan dan pengiriman, yang seringnya dibuang karena tidak layak jual menurut standar supermarket.

Meski penampilan bahan-bahan segar tersebut tidak sesuai standar, padahal sebenarnya mereka masih aman dan layak dikonsumsi. Maka itu sayang banget kalau harus dibuang. 

Kalau kamu tidak keberatan dengan kondisi bahan segar seperti itu, mungkin kamu tertarik mencoba Precycle. Dengan aplikasi ini, kamu bisa “menyelamartkan” buah dan sayur imperfect dengan harga lebih murah hingga 40% dibandingkan dengan harga supermarket. Lumayan banget, ya!

Paketnya dimulai dari 129,900 yang berisi 8 variasi buah dan sayur seharga 129,900 yang diantar ke rumah kamu. 

 

5.  Food Cycle Indonesia

aplikasi Sampah makanan foodcycleFoodCycle Indonesia ingin mendorong masyarakat untuk lebih menghargai makanan dan tidak melakukan pemborosan makanan melalui “Redistribute, Reprocess, Recycle” sebagai pilar gerakan sosial mereka.

Food Cycle medistribusikan makanan yang masih layak, biasanya dari toko roti dan pabrik makanan kepada yang membutuhkan di sekitar Jabodetabek.

Hingga kini FoodCycle Indonesia telah mendistribusikan 205 ton makanan dari 121 donor dengan penerima manfaat lebih dari 35,000 orang.

 

 

BACA JUGA: Hindari Food Waste Dengan Cara Membekukan Makanan