Tas ini sering diperkenalkan dibilang sebagai “tas ramah lingkungan”, seenggaknya itu yang mereka bilang kalau saya lagi belanja di supermarket. Ketika kira-kira tas belanja sudah hampir penuh semua sementara barang ternyata masih banyak, mbak atau mas kasirnya biasanya bilang: “Mau pakai kardus atau mau beli tas ramah lingkungannya kakak?” iya kaann.

Nama teknis tas ini adalah Polypropylene non-woven atau lebih sering disebut tas spunbond.

Tahu kan tas spunbond? Dari jauh kelihatan seperti tote bag yang terbuat dari kain, tersedia dalam berbagai warna, dan kalau dilihat lebih dekat kita bisa lihat ada titik-titiknya. Seperti di bawah ini:

a. Non Woven PP Bag/spunbond
b. Tas Spunbond dilihat dari dekatTas spundbond banyak dipakai sebagai kantong souvenir, tas goodiebag untuk ulang tahun atau di toko-toko. Biasanya digantung di dekat kasir, kemungkinan besar ditujukan untuk mereka yang lupa bawa tas belanja sendiri atau yang tidak cukup seperti kejadian saya di atas.

Tapi apa benar tas spundbond itu lebih “ramah lingkungan” daripada kantong plastik? Pertanyaan yang sama juga untuk tas katun. Apa iya karena materinya bukan plastik atau setidaknya tidak terlihat seperti plastik (spunbond misalnya), lantas tas-tas itu sudah pasti lebih “hijau”?  Atau karena reputasi plastik yang sangat buruk, kita lebih nyaman untuk berpikir kalau alternatif lain sudah pasti lebih sustainable? Belum tentu!

Mari kita telusuri…