Waspada Penyakit Mendekati Musim Hujan

0
207
Waspada Penyakit Mendekati Musim Hujan
Waspada Penyakit Mendekati Musim Hujan

Hawa lembap, banyaknya genangan air, dan seringnya melakukan kontak dengan orang atau benda yang terkontaminasi virus membuat banyak orang mudah tertular dengan berbagai penyakit di musim hujan.

Apalagi ketika imun tubuh sedang buruk, maka penyebaran penyakit akan dapat terjadi dengan sangat mudah.

Nah, menyambut awal musim hujan ini, marilah kita lebih waspada dan siap melakukan penanganan dan pencegahannya.

Ini beberapa gangguan yang harus kita antisipasi!

1. Influenza Atau Flu

Salah satu jenis penyakit pertama yang umum ditemui pada musim penghujan adalah flu. Penyakit ini pada umumnya disebabkan oleh infeksi virus influenza tipe A, B, dan C.

Virus ini menyebar melalui cairan tubuh seperti ingus ataupun air liur. Penularannya bisa melalui mulut, hidung ataupun tangan si penderita dan benda yang telah terkontaminasi dengan virus ini.

Infeksi ini akan menyerang bagian sistem pernapasan dan menyebabkan beberapa gejala muncul sebelum akhirnya benar-benar parah.

Gejala yang Muncul

Beberapa gejala yang muncul berupa demam, tubuh pegal, pusing, sakit kepala, sakit tenggorokan dan batuk. Meski penyakit ini bukanlah kondisi yang berbahaya namun beberapa orang bisa mengembangkan komplikasi parah dari influenza yakni pneumonia.

2. Demam Berdarah Dengue (DBD)

Jenis penyakit lainnya yang rentan ditemui pada saat musim hujan adalah DBD. Pada kondisi yang lebih parah, penyakit ini bisa menyebabkan kematian bagi para penderitanya.

Maka dari itu, ketika seseorang menunjukan gejala terhadap penyakit ini maka segera bawa ke dokter.

Adapun penyebab dari DBD dipicu sebab adanya virus yang dibawa oleh nyamuk sejenis Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.

Perkembangbiakan nyamuk jenis ini menjadi lebih cepat dan pesat ketika musim hujan sebab pada musim ini biasanya banyak genangan air.

Adapun penyakit ini ditandai dengan nyeri pada sekujur tubuh, demam yang dapat terjadi dapat berakibat pada kebocoran plasma dan pendarahan yang cukup fatal akibat pembuluh darah.

3. Malaria

Serupa dengan demam berdarah, penyakit malaria pun pada dasarnya dipicu oleh nyamuk. Hanya saja pada malaria kondisi ini terjadi sebab adanya infeksi dari parasit plasmodium yang menular melalui gigitan nyamuk bernama anopheles.

Penularan malaria memang seringkali mengalami peningkatan pada saat musim hujan dan berlanjut setelahnya.

Penyakit ini biasanya ditandai dengan gejala berupa demam yang muncul selama kira-kira 10 sampai dengan 15 hari pasca terjadi gigitan nyamuk.

Adapun gejala awal yang bisa menyertai kondisi ini adalah sakit kepala dan badan yang terasa mengigil. Apabila kondisi ini tidak segera ditangani maka malaria akan berkembang dan beresiko mengancam nyawa  si penderita.

4. Diare

Jenis penyakit lain yang juga sering terjadi pada saat musim hujan terutama di awal dan di akhir musim ini adalah diare.

Penyakit ini adalah sebuah kondisi yang timbul ditandai dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang meningkat dibandingkan dengan biasanya.

Selain itu, feses yang dikeluarkan pun pada umumnya lebih encer. Secara garis besar penyakit diare disebabkan oleh konsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri, parasit ataupun virus penyebab diare.

Pada kondisi ini, biasanya penderita mengalami lemas yang cukup parah karena intensitas buang air besar yang terlalu berlebihan.

Umumnya, diare hanya akan berlangsung selama beberapa hari. Akan tetapi, pada kasus yang sudah parah biasanya kondisi ini bisa memanjang hingga berminggu-minggu.

Pada saat musim hujan diare lebih banyak dipicu karena bakteri seperti E.coli, Salmonella, dan Cholera.

5. Demam Tifoid (Typhus)

Demam tifoid lebih umum dikenal dengan sebutan typhus. Penyakit ini dipicu karena Salmonella typhi dan ditandai dengan demam tinggi.

Apabila tidak segera ditangani dengan baik maka kondisi ini akan cukup berbahaya. Selain demam, penyakit yang satu ini bisa pula ditandai dengan sakit kepala, sembelit, diare, dan bahkan sakit perut.

Bila kondisi ini dibiarkan begitu saja tanpa penanganan yang cepat maka dikhawatirkan si penderita akan sakit lebih parah seperti meningitis, infeksi hati, pneumonia hingga gangguan pada ginjal dan katup pada jantung.

Tips Mengatasi Penyakit Saat Musim Hujan

Pada saat mengalami atau terkena penyakit di musim hujan biasanya kebutuhan cairan di dalam tubuh akan meningkat, terutama untuk anda yang mengalami diare, demam atau mungkin muntah-muntah.

  • Lalu apa yang harus dilakukan ketika mengalami kekurangan cairan? 

Asupan kebutuhan cairan wajib dipenuhi dengan baik, terutama ketika musim hujan. Pada umumnya kebutuhan cairan pada orang dewasa adalah sekitar 2 sampai dengan 2.5 liter setiap harinya.

Kebutuhan cairan bukan hanya didapatkan dari air mineral saja, namun tubuh anda pun akan butuh ion.

Maka untuk menjaga keseimbangan ion di dalam tubuh penting pula mencukupi kebutuhan ion dari cairan alami yang lebih baik, misalnya air kelapa yang merupakan jenis cairan yang ampuh mencukupi kebutuhan ion.