Upaya Menyembuhkan Adiksi Selfie, Sudah Pernah Coba?

0
140
selfie jadi gangguan

Sedikit-sedikit selfie. Ketemu tempat unik, langsung tidak tahan bergaya dan menjepret kamera. Apa Anda termasuk tipe yang demikian? Hati-hati nih, terlalu sering selfie, bisa jadi tanda gangguan jiwa. Informasi ini secara lugas dikatakan oleh dr. Ratna Mardiati , SpKJ (K) dari Klinik Angsamerah.

“Ketika selfie sudah menjadi kebutuhan utamanya dan ketika dia tahu bahaya dari  melakukan selfie di suatu lokasi namun tetap dilakukan, itu pertanda ada yang salah dengan dirinya dan dia perlu berkonsultasi dengan psikolog klinis atau psikiater,” kata dr. Ratna.

Lebih jelasnya lagi, menurut dr. Ratna ada tanda-tanda selfie yang merujuk pada gangguan jiwa yaitu:

  1. Selfitis Ambang, ketika setidaknya  3X sehari melakukan selfie tetapi tidak diunggah
  2. Selfitis akut, melakukan selfie sedikitnya 3X sehari dan diunggah
  3. Selfitis kronis, ketika tidak dapat mengendalikan diri dan selalu ingin selfie sedikitnya 6X sehari dan diunggah ke media sosial

Tanda-tanda Kurang Percaya Diri

Anda pasti sering melihat pose selfie yang diunggah orang-orang di laman media sosialnya. Biasanya yang tertangkap kamera hanya penampakan wajah saja dengan alis mata terangkat atau wajah cemberut unyu.

Secara psikologis, orang-orang yang berpose demikian dan mengunggahnya menunjukkan mereka memiliki rasa percaya diri yang rendah sehingga butuh pengakuan dari orang lain. Pamela Rutledge, direktur Media Psychology Research Center di Boston, menyebut selfie sebagai perubahan psikologis yang sangat menarik, mengenai cara pandang seseorang terhadap potret dirinya.

Ya, selfie bisa menjadi hal yang menyenangkan dan memberi orang kepuasan saat itu, tetapi nilainya akan sangat dangkal, karena semua tanda like yang diperoleh hanyalah lewat digital—bukan sesuatu yang nyata.

Secara tidak langsung, seseorang yang gemar melakukan selfie juga akan memiliki kecenderungan untuk melakukan hal yang sama—menilai orang lain dari apa yang ditampilkan di laman media sosialnya.

Sembuhkan Adiksi Selfie!

Terapi perilaku kognitif adalah pengobatan paling signifikan untuk gangguan selfie. Jadi alternatif terapi yang disarankan kepada pecandu selfie ini adalah membuatnya menyadari nilai diri. Konseling  juga perlu dilakukan untuk membangun rasa percaya dirinya.

Ini bisa dilakukan dengan menyarankan pecandu selfie untuk melakukan aktivitas positif yang lebih bermanfaat misalnya seperti olahraga, tergabung dalam kegiatan sosial, menyibukkan diri dengan kegiatan yang dapat menambah kapasitas seperti workshop atau seminar.

Menemukan realisasi keintiman dengan orang-orang terdekat ataupun lingkungan nyata (bukan pertemanan di jejaring sosial) juga akan memberikan kesadaran, bahwasanya apresiasi yang dilakukan secara tatap muka lebih bermakna ketimbang sekadar like atau comment.

Yuk, lebih sering “gaul” di dunia nyata ketimbang digital!

BACA JUGA: Mungkin Kita Sesekali Perlu Detoks Digital…