Sustainable Living Dimulai dari Rumah Tangga

In Partnership with Sustainable Indonesia

0
1496

Gerakan “hijau” dan menyelamatkan lingkungan akhir-akhir ini semakin gencar digalakkan. Ditambah lagi asap kebakaran hutan dari Riau dan Kalimantan yang menyebabkan gangguan signifikan pada perubahan iklim dan kesehatan masyarakat.

Bagaimana kita bisa memberikan perubahan dan menjaga keseimbangan alam? Semuanya bisa dimulai dari hal kecil, salah satunya adalah mengelola sampah rumah tangga. Apa saja sampah rumah tangga yang bisa diberdayakan? Minyak jelantah dan sampah dapur bisa diolah untuk kebutuhan lain. Sebagai sabun dan kompos.

Beberapa waktu lalu tema “Sustainable Living Dimulai dari Rumah Tangga” menjadi pokok bahasan dalam diskusi Rabu Komunitas Paprikaloca dan Sustainable Indonesia. Yuk, simak rangkumannya di sini!

BACA JUGA: Pentingnya Pola Makan Tepat untuk Gizi Akurat

SHARING SESSION

Paprika Living: Tema kita kali ini adalah mengenai sustainable living dimulai dari rumah tangga dengan narasumber Mba Lena dan Mba Anita dari Sustainable Indonesia. Jadi bakal ada dua tema yang akan dibawakan mengenai sabun dari minyak jelantah dan membuat kompos dari sampah.

Untuk sesi pertama Mba Lena akan menjelaskan mengenai sabun dari minyak jelantah baru kemudian langsung Mba Anita mengenai pembuatan kompos dari sampah rumah tangga. Ketika kedua narasumber sudah selesai menyampaikan materi, baru teman-teman mengajukan pertanyaan ya.

Jadi ada baiknya ketika narsum memaparkan materi, teman-teman sudah mulai keep kira-kira apa nih yang mau ditanyakan.

Diskusi ini tidak akan terlalu teknis tetapi lebih memaparkan dan menggugah kita untuk aware dengan sustainable living yang ternyata bisa kita terapkan di rumah tangga. Secara, ketika memasak kita pasti menggunakan minyak dan selalu ada sampah rumah tangga yang ternyata bisa digunakan kembali lho.

Berikut profil Sustainable Indonesia ya teman-teman:

Profil Sustainable Indonesia

Founder :

  1. Anita Permata,
  2. Lena Karolina,
  3. Nada Arini.

IG account : @sustainableindonezia

FB account : Sustainable Indonesia

Apa yang menjadi tujuan kami :

Keberlanjutan adalah isu yang sangat penting untuk dipahami dan dipraktekkan karena sumber daya yang kita miliki terbatas sedang manusia dan masalahnya terus bertambah.
Keberlanjutan adalah satu-satunya solusi untuk tetap maju dan berkembang tapi tetap memikirkan kesejahteraan orang banyak dan generasi yang akan datang.

Indonesia yang berkelanjutan akan tercipta bila kesadaran publik tentang keterkaitan kita semua dalam lingkungan, ekonomi, sosial dan budaya sudah cukup tinggi. Inilah yang ingin dicapai oleh Sustainable Indonesia. Melalui PENDIDIKAN, kami ingin meningkatkan kecerdasan kolektif masyarakat Indonesia yang kemudian diharapkan mampu bertindak dan menciptakan solusi yang berkelanjutan. Menciptakan Indonesia yang lebih baik untuk semua kalangan dan masa depan.

Sudah hadir bersama kita Mba Lena dan Mba Anita, hai Mba….

Lena Karolina: Hai… Halo teman-teman. Selamat malam saya Lena                                Paprika Living: Ada Mba Anita juga bersama kita, hai Mba Anita                                      Anita Permata: Halo selamat malam                                                                  Paprika Living: Baiklah Mba Lena mungkin bisa langsung memaparkan mengenai topik minyak jelantah. Monggo Mba..

Lena Karolina: Baik…saya mulai ya teman – teman, sebelum mulai saya mengucapkan terima kasih kepada semua atas antusias mengikuti diskusi pada malam ini.

 

Diskusi online ini diundang oleh Paprika Living untuk memfasilitasi teman – teman yang mau belajar bersama kami. Jarak tidak bisa menghalangi kita belajar ya..

Minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa bersifat karsinogenik ( zat yang menyebabkan penyakit kanker), yang terjadi selama proses penggorengan.

Jadi jelas bahwa pemakaian minyak jelantah yang berkelanjutan dapat merusak kesehatan manusia, menimbulkan kanker, dan mencemari lingkungan. Untuk itu perlu penanganan yang tepat agar limbah minyak jelantah ini dapat bermanfaat dan tidak menimbulkan kerugian dari aspek kesehatan manusia dan lingkungan.

Lalu dikemanakan minyak jelantahmu?                                                                          -Apakah ada yang dibuang ke tanah?
-Apakah ada yang dibuang ke tong sampah?
-Apakah ada yang di buang ke saluran air?

 

 

Yang terjadi dengan minyak jelantah saat dibuat langsung ke saluran air. Minyak jelantah yang langsung dibuang ke saluran pembuangan sangat merugikan dan berdampak pada pencemaran lingkungan selain itu juga bisa menyebabkan saluran tersumbat. Karena minyak jelantah berubah menjadi gumpalan lemak pada saluran air sekitar.

 

Ketika minyak tersebut dibuang ke saluran air, lalu mengalir ke sungai lalu laut. Limbah minyak juga mempengaruhi kegiatan manusia ataupun ekosistem pada makhluk laut.Apa bahayanya minyak jelantah bagi lingkungan kita? Ketika air bersih tercemar 1 liter minyak jelantah, maka mencemari 1 juta liter air. Betapa bahayanya kan??

Siapa ya…yang suka makan gorengan? Saya juga suka banget makan gorengan🤭. Nah, ketika saya beli gorengan lalu saya tanya ke tukangnya. Apakah minyak bekasnya boleh saya beli??

Jawabannya adalah…..nggak bisa karena minyaknya tidak pernah diganti, jadi minyak itu tinggal sedikit ditambah lagi dengan minyak yang dibeli.

Jika dibuang sembarangan misal didalam kantong plastik/botol, atau diberikan pada orang yang tidak dikenal maka akan terjadi mafia jelantah. Yang mana mereka merubah minyak jelantah dengan proses yang BERBAHAYA menjadi minyak curah yang kemudian dijual di pasaran lalu dibeli oleh masyarakat.

Lalu…adakah SOLUSInya?

Salah satu pemanfaatan limbah minyak jelantah ini adalah pembuatan sabun batang dan menjadi Biodiesel.

Minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Dari berbagai jenis produk olahan minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar, yang paling banyak digunakan adalah bahan bakar diesel. Hal ini disebabkan karena kebanyakan alat transportasi, alat pertanian, peralatan berat dan penggerak generator pembangkit listrik menggunakan bahan bakar ini.

Berbagai usaha telah dilakukan untuk mencari energi aternatif pengganti bahan bakar diesel. Biodiesel merupakan bahan yang sangat potensial digunakan sebagai penggantinya. Hal ini disebabkan karena bahan bakunya yang berasal dari minyak jelantah. Dengan skema ini, maka sudah jelas untuk menghasilkan biodiesel memerlukan mesin yang canggih sehingga sebagai ibu Rumah Tangga / pencipta minyak jelantah untuk mengirim bahan baku ini maka harus menunggu minimal 5-10 liter minyak untuk bisa diambil oleh pengepul biodiesel.

Sabun adalah hasil reaksi saponifikasi antara minyak, air dan alkali. Ini bisa dilakukan di rumah dengan minimal 600gr minyak jelantah ( 1ml = 0,92gr) kurang lebih sebanyak 660 ml. Dapat menghasilkan sabun yang bisa digunakan untuk mencuci pakaian, cuci tangan , cuci piring dan sikat lantai kamar mandi.

Dari kedua skema di atas, kemungkinan besar yang kita bisa lakukan di rumah adalah memberdayakan minyak jelantah menjadi sabun, kenapa? Karena tidak perlu repot untuk mengumpulkan banyak, tetapi dengan adanya bahan baku 660ml sudah siap dibuat menjadi sabun.

Selain itu, alat dan bahan yang bisa ditemukan/dibeli tidak perlu biaya mahal juga.

Kenapa sih memberdayakan minyak jelantah menjadi sabun? Hal yang paling penting adalah selain minyak jelantah mencemari lingkungan , hasil sabunnya tidak membuat kulit kita iritasi loh… Kok bisa?

Ya, karena sabun dari minyak jelantah melalui proses alami dan bahan-bahannya tidak mengandung Paraben ataupun SLS ( sodium lauryl sulfate). SLS adalah zat kimia yang bersifat surfaktan yang memiliki efek pengental dan kemampuan menghasilkan busa.

Sabun – sabun pabrikan silahkan teman- teman lihat dibalik kemasannya ada tulisan SLS tetapi sangat kecil. Rerata sabun pabrikan memiliki busa yang banyak. Terkesan bersih, bukan? Namun, apakah sepenuhnya aman?

Fungsi SLS adalah sebagai cleansing agent dan foaming agent. Namun, jika zat ini tidak sengaja tertelan dan menyerap ke dalam tubuh, tentu bisa mendatangkan efek samping yang membahayakan.

Iritasi bisa terjadi berkepanjangan jika SLS terus digunakan secara rutin dalam dosis yang tinggi serta jangka waktu yang panjang. Biasanya, iritasi mudah terjadi pada beberapa orang yang memiliki alergi bawaan terhadap zat kimia tertentu ya…

 

Untuk mengetahui cara bagaimana membuat sabun di rumah dengan memberdayakan minyak jelantah maka silahkan gabung kulwap kami, hubungi nomor :iphone: +628111874449

Demikian materi yang saya sampaikan untuk malam ini. Memang sudah waktunya kita lebih sadar akan sampah B3 ini untuk diperdayakan dan bertanggung jawab.

Penutup dari saya…

Kenapa Harus Mengolah minyak jelantah ?
1. Minyak jelantah adalah limbah berbahaya dan beracun yang menimbulkan penyakit degeneratif tanpa pandang bulu
2.BPOM: minyak jelantah bukan produk makanan dan belum ada standar mutunya
3. Minyak jelantah selama ini belum diolah secara sistemik sehingga banyak beredar sebagai minyak curah di pasar bebas
4. Minyak jelantah masih dibuang sembarangan di saluran air dan tanah sehingga menghambat dan mencemari lingkungan : air tanah, sungai, laut. Dampaknya kembali ke kita lagi

Terima kasih teman-teman, saya kembalikan ke moderator

Paprika Living: Siap terimakasih Mba Lena untuk pemaparannya. Mungkin dari teman-teman sudah ada yang mau bertanya, bagaimana tingkat kesulitan pembuatan minyak jelantah dll. Tapi di keep dulu ya, karena sekarang kita masuk ke sesi kompos oleh Mba Anita. Monggo Mba…

Anita Permata: Terima kasih. Halo selamat malam semua. Setiap hari kita berhadapan dengan berbagai masalah lingkungan yang terjadi sebagai akibat dari kegiatan yang kita lakukan. Eksploitasi alam yang dilakukan oleh manusia menyebabkan kondisi alam ini menjadi tidak seimbang.

Apa yang sedang kita hadapi saat ini? Climate crisis,kelangkaan air, polusi udara, sampah. Keluarga mempunyai peranan yang sangat penting. Keluarga bisa menjadi bagian solusi dari banyaknya permasalahan yang ada. Kita tidak perlu menjadi seorang environmentalist untuk bisa menjadi solusi. Kita hanya perlu sadar dengan permasalahan yang sedang kita hadapi.

Salah satu yang kita hadapi yang dekat dengan kita adalah SAMPAH RUMAH TANGGA. Sampah-sampah yang kita hasilkan pada umumnya dalam kondisi bercampur saat keluar diambil oleh petugas dari rumah kita. Sampah-sampah ini terbuang langsung ke TPS. Sistem pembuangan sampah di Indonesia pada umumnya menganut sistem Open Dumping, maksudnya adalah terbuang dalam kondisi bercampur, menumpuk.

Hal tersebut diatas menjadi beban ekologis bagi bumi. Saat ini (saat mengambil contoh TPS Bantar Gebang). Setiap hari 7600 ton sampah yang dihasilkan oleh penduduk DKI. 1200 truk setiap hari mengangkut sampah selama 24 jam mengangkut sampah-sampah kita.

Area seluas 115 hektar menjadi penampungan sampah kita. Sudah menjadi gunung sampah dengan ketinggian 30-40 meter. Bertumpuknya sampah ini menjadi masalah tersendiri. Sampah-sampah menumpuk menghasilkan gas metan. Gas metan menjadi salah satu penyebab climate crisis.

Sampah terbesar yang hadir di TPS adalah sampan organik teman-teman, komposisinya adalah 40-60 %. Yes… dan didalamnya ada sampah kita. Kapasitas Bantar Gebang hanya mampu menampung sampah-sampah kita sampai tahun 2021 saja. BENTAR LAGI LOH INI

Selain itu dampak dari sampah-sampah kita juga merugikan warga sekitar TPS. Kalian bisa bayangkan bagaimana kondisi air tanah yang ada di wilayah sekitar TPS. Bau menyengat sudah menjadi keseharian mereka. Berbagai penyakit mengintai.

Mau lihat penampakan sampah mu dan sampah ku seperti apa.

Bantar Gebang Foto: Indra Sutanto

Ya seperti itu adanya. Foto saya kutip dari foto Mas Indra Sutanto. Lalu apakah kita akan mengorbankan lahan lain untuk kita jadikan TPS? Akankah TPS ini muncul di dépan rumah kita? Bukan tidak mungkin ya teman-teman.

So, apa dong yang bisa kita lakukan?

Yuk mari kita mulai pilah sampah kita. Pisahkan sampah organik dan non organik.

Lalu kita mulai olah sampah-sampah organik yang kita hasilkan. Dengan melakukan kompos yang sederhana. Memanfaatkan apa yang ada di rumah.

Mengompos itu tidak sulit. Kita hanya tidak terbiasa melakukannya. Banyaknya mitos-mitos membuat komposting menjadi seolah sulit.

Saya tidak bisa bergerak sendiri. Kita harus bergerak bersama-sama. Dengan semakin banyaknya rumah-rumah melakukan pengolahan kompos, beban TPS akan berkurang.

Bagi teman-teman yang tartarik belajar mengompos kita bisa belajar bersama-sama. Demikian pemaparan saya, karena waktu yang diberikan sangat terbatas.

Untuk belajar komposting, silahkan bisa dicek IG Sustainable Indonesia ya … kembali ke moderator.

Paprika Living: Siap..baiklah terimakasih Mba Anita untuk pemaparannya. Sedikit banyak kita jadi terbuka kalau sampah yang kita hasilkan sehari hari memberikan efek yang luaaaar biasaaaa. Nah dari teman-teman mungkin ada yang ingin bertanya dipersilahkan.

Sari Marieyosse: Mbak Lena, 660 ml jelantah itu kira-kira akan menjadi berapa gram sabun batang ya?                                                                                                      Lena Karolina: 660ml itu diproses perendaman arang, maka akan berkurang menjadi 500 gr, kemudian dicampur dengan bahan air dan NaOH maka total menjadi 760gr sabun

Kre: Mau bertanya tentang sabun jelantah. Mengenai arang yg sudah dipakai, sesudahnya dikemanakan?                                                                                                                Lena Karolina: Dijadikan kompos atau diberikan ke tukang sate sebagai starter pembakaran sate.

Arga Bagus: Malam, mungkin pertanyaan ini untuk Mba Lena. Atau yg lainnya juga boleh. Terkait dengan sabun hasil dari minyak jelantah. Apakah limbah busa dari sabun tersebut aman untuk lingkungan? Lebih aman mana dengan sabun deterjen atau sabun yang masyarakat pakai sekarang?                                                                                          Lena Karolina: Jelas aman, kenapa? Karena tidak mengandung SLS (detergent). Sabun pabrikan jelas mengandung SLS (detergent ) kimia yang merusak lingkungan.

Imas Masitoh: Terkait minyak jelantah, saya pernah baca sekilas (tapi lupa dimana) jika minyak jelantah bekas goreng ikan harus dipisahkan sendiri, itu apa ada hubungannya untuk pembuatan sabun yah Kak? Terima kasih.                                                              Lena Karolina: Selama ini kami tidak pernah memisahkan minyak bekas ikan asin sih. Campurkan dengan minyak jelantah lain, kan melalui proses dan diberikan pewangi /aroma.

Arga Bagus: Kak lena, Jika minyak jelantah yg menempel di penggorengan, bagaimana penanganannya ya Kak? Hal tersebut kan sangat berpotensi juga masuk ke saluran air ketika penggorengan dicuci. Thank you.                                                                          Lena Karolina: Itu sepertinya yang menempel bukan minyak ya? Sudah menjadi lemak.

Nolanda Arya Dwiguna: Assalamualaikum, mau tanya Mba. Apakah sabun minyak jelantah punya daya bersih yang sama seperti sabun-sabun di pasaran?                            Lena Karolina: Walaikum salam Mba, ya tentu Mba..dari hasil testimoni teman-teman yang ikut kulwap workshop minyak jelantah mereka mengatakan mencuci piring yang berminyak menjadi kesat, cuci baju menjadi bersih , wajan yang berlemak menjadi bersih. Silahkan cek IG sustainable ada cara menggunakan dan hasil kerja minyak jelantah.

Nuni Amaliah: Kak Lena, kalau sudah jadi sabun, apakah wanginya masih seperti wangi minyak jelantah/ikan? Misalnya minyaknya saya sudah pakai untuk menggoreng ikan. Lena Karolina: Karena sudah melalui proses perendaman arang maka tidak terlalu bau minyak jelantah.. Tetapi untuk lebih aman diberikan fragrance oil atau rajangan daun pandan, air rebusan kopi dll sesuai selera.

Elok Noorahmia: Selamat malam, saya sebulan ini mencoba mengompos dengan cara biopori, kalau untuk mempercepat pembusukan menggunakan apa? Dan bagaimana dengan tulang-tulang yang susah hancur, bagaimana caranya dikompos? Terima kasih. Anita Permata:Sebetulnya untuk mempercepat bisa menggunakan bioaktivator Bu. Setiap bahan-bahan organik mempunyai waktu yang berbeda untuk terurai. Untuk tulang termasuk kategori yang lebih lama. Kalau tulang biar kan saja Bu tetap di lubang biopori. Kalau yang lain sudah terurai tulang-tulangnya dimasukan saja lagi.

Dian Roesmiedi: Di rumah saya mencoba pembuatan kompos dari sampah organik. Dari kulit buah atau pun potongan sayur. Dalam tabung cat 25L untuk dihasilkan lindi dengan bantuan komposter em4. Karena di rumah tidak ada lahan terbuka. Kendalanya selama hampir bulan 6 mencoba, bak penuh dan bagian terbawah sampah belum terurai juga. Mohon masukan atau metode lain untuk keterbatasan lahan. Terimakasih.                     Anita Permata: Kalau saya biasanya pakai layering Bu. Sampah coklat dan sampah hijau. Dengan komposisi yang tepat bisa terurai dengan merata. Dengan catatan harus rajin diaduk-aduk. Sehingga proses penguraian merata.                                                     Elok Noorahmia: Boleh tahu komposisinya seperti apa?                                                  Anita Permata: Komposisinya :                                                                                      Sampah hijau : sampah coklat = 1:5                                                                              Tetapi ini tidak baku.  Di lapangan (saat praktek) kita bisa menyesuaikan. Saat muncul bau, kita bisa tambahkan sampah coklat. Saat timbul belatung berarti sampah hikau kita lebih banyak hijaunya. Tambahkan sampah coklat.

Dian Roesmiedi: Mohon info sampah coklat dan sampah hijau maksudnya? maksudnya?Anita Permata: Sampah hijau itu sampah-sampah yang mengandung banyak nitrogen. Seperti kulit buah, potongan sayur, sisa makanan.  Sampah coklat itu sampah-sampah seperti ranting pohon, daun kering, serbuk kayu.                                                              Sari Marieyosse: Kalau arang sekam termasuk hijau atau coklat ya Mba?                          Anita Permata: Sampah coklat.                                                                                    Arga Bagus: Tapi jika sampah hijau yang dihasilkan sangat lebih banyak dari pada sampah coklat bagaimana ya Kak? Apakah harus bikin sistem pengumpulan bersama dengan tetangga sebelah?                                                                                          Anita Permata: Iya bisa seperti itu. Saya pun sangat terbatas sampah coklat. Lalu apa yang saya lakukan? Mengambil daun-daun kering dari teman atau tetangga. Atau saat sedang jalan-jalan pagi bersama anak-anak, saya ambil daun-daun kering yang ada di taman

Ann IrGy: Komposisi / takaran untuk pembuatan sabunnya ada dimana ya?                      Lena Karolina: Untuk komposisi diperlukan minyak jelantah, air dan soda api (NaOH).
Untuk pembuatan silahkan ikut wsnya ya Mba. Karena pengolahan minyak menjadi sabun perlu soda api, penanganan soda api tidak boleh sembarangan dan berbahaya.
Kami tidak berani bagi cara buat disini. Biasa kami dampingi selama 1 bulan selama workshop online.                                                                                                  Paprika Living: Sangat menarik diskusi kita malam ini ya teman-teman :). Masih ada sedikit waktu sebelum kita tutup. Masih ada pertanyaan tambahan? Sebelum kita tutup Mba Lena atau Mba Anita ingin menyampaikan pesan2?

Anita Permata: Mari kita bergerak bersama-sama. Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan untuk bumi ini, sangat berarti. Lakukan sedikit demi sedikit, terus menerus, bersama-sama.

Lena Karolina: Sampah menjadi masalah bagi banyak negara, termasuk Indonesia. Meski persoalan ini belum tuntas, gerakan masyarakat secara mandiri mengatasi persoalan sampah tak pernah berhenti. Teruslah berjuang dan memberdayakan hasil sampah kita agar tidak merusak lingkungan. Sampahku adalah tanggung jawabku. Selamat berkarya, terima kasih teman – teman.

Artikel ini adalah rangkuman percakapan dalam diskusi Telegram antara Sustainable Indonesia dan anggota Komunitas Paprika Loca! Diskusi seputar isu kesehatan dan lingkungan diadakan tiap Rabu malam Pk.20.00 – 21.00. Jika Anda ingn bergabung, Anda klik link berikut ini : https://t.me/joinchat/HMrZHUmYHcsZB7PNiibZ4A

BACA JUGA: Bereskan Masalah Sampah Mulai Dari Rumah Tangga