Suplemen, Perlu atau Tidak?

0
196
suplemen-vitamin-penting

Perlu tidaknya kita mengonsumsi suplemen vitamin bisa jadi hal yang sangat membingungkan. Rak toko di apotik sesak menawarkan beraneka ragam suplemen yang menjanjikan keajaiban; tubuh lebih ramping, tulang lebih kuat, daya tahan tubuh lebih tinggi, rambut dan kuku lebih berkilau, sampai otak lebih tokcer. Apalagi jika kita pergi ke apotik untuk iseng-iseng cek kesehatan instan. Setelah hasilnya keluar, mulai deh si penjual beraksi menawarkan dagangan vitamin yang menurut dia, paling bagus untuk “kondisi” kesehatan kita. Tentunya lengkap dengan merek mana yang lebih bagus.

Nah, suplemen apa sebenarnya yang benar-benar bekerja dan yang diperlukan tubuh kita? Inilah yang sering jadi pertanyaan banyak orang.

Faktanya, suplemen, yang mengandung vitamin, mineral dan herbal dapat diperoleh tanpa resep. Maka itu yang seseorang yang ditraining strategi penjualan dalam waktu singkat juga sudah bisa “merekomendasikan” vitamin.

Di Amerika Serikat, suplemen pun diatur oleh US Food and Drug Administration, karena mereka dikategorikan sebagai makanan, bukan obat. Maka itu suplemen tidak dapat mengklaim bahwa mereka dapat menyembuhkan atau mencegah penyakit. Selama ini juga masih belum ada studi klinis yang dapat memberikan informasi akurat tentang keefektifan suplemen serta efek sampingnya. Yang penting untuk kita ketahui adalah apakah sebuah suplemen tepat untuk kita, aman, dan bahkan perlu.

suplemen-vitamin-sehat
Konsumsi Vitamin yang tepat bisa menjadikan Anda lebih awet muda

Beberapa orang percaya, jika dalam kesehariannya sudah mengonsumsi nutrisi yang cukup ia tidak perlu suplemen lagi. Di sisi lain, ada juga orang yang tetap merasa bahwa mereka perlu mengonsumsi vitamin.

Dr. OZ dalam bukunya “Sehat tanpa Dokter” memberikan saran cukup detail tentang suplemen multivitamin. Ia mengatakan bahwa multivitamin adalah sumber mikronutrien kita, yang beberapa diantaranya merupakan kunci bagi kesehatan jantung. Mereka adalah:

– Magnesium (400 mg/hari) yang membantu menjaga ritme detak jantung tetap stabil.

– Kalsium (600 mg, 2x sehari) yang dapat menurunkan tekanan darah.

– Vitamin D (400 IU/hari) untuk yang di bawah 60 tahun, dan 600 IU untuk yang di atas 60 tahun. Vitamin ini juga bisa mengurangi peradangan dalam pembuluh darah.

– Vitamin C (600 mg/2x sehari) dan vitamin E (400 IU per hari) berfungsi sebagai antioksidan – keduanya lebih berguna bila dikonsumsi bersama-sama ketimbang sendiri-sendiri.

Yang juga penting adalah Potasium, yang membantu kesehatan arteri. Ini bisa kita dapatkan dari konsumsi empat porsi buah-buahan per hari terutama pisang, alpukat, melon.

Konsumsi multivitamin yang tepat, ujar dokter Oz, akan menjadikan umur Anda yang sebenarnya, enam tahun lebih muda!

Nah, sebelum mulai pergi belanja suplemen, lebih baik kita konsultasi dulu ke dokter atau ahli gizi tentang suplemen apa yang Anda butuhkan sesuai dengan tubuh Anda, karena tentunya kita percaya kalau kondisi tubuh kita masing-masing berbeda.