Apakah Vitamin D Anda Sudah OK?

0
442
asupan vitamin d

Sejatinya tubuh membutuhkan Vitamin D untuk menyerap kalsium dan meningkatkan pertumbuhan tulang. Terlalu sedikit Vitamin D dapat menyebabkan tulang lunak pada anak-anak (rakhitis) dan tulang rapuh dan cacat pada orang dewasa (osteomalacia).

Kekurangan Vitamin D kerap dikaitkan dengan kanker payudara, kanker usus besar, kanker prostat, penyakit jantung, depresi, penambahan berat badan, autoimun dan penyakit lainnya.

Nah bagaimana cara mengetahuinya apakah Vitamin D kita kurang atau cukup? Anda bisa melakukan tes di laboratorium. Di lab seperti Prodia misalnya, harga pemeriksaan D adalah 437 ribu.

Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan di Science Daily, Vitamin D tidak hanya bermanfaat pada kesehatan tulang saja tetapi juga dianggap melindungi dari infeksi pernapasan, serangan asma, dan pilek.

Banyak faktor yang dapat memengaruhi kemampuan Anda untuk mendapatkan Vitamin D dalam jumlah cukup melalui sinar matahari saja. Faktor-faktor ini termasuk:

  • Berada di daerah dengan polusi tinggi

  • Penggunaan tabir surya yang berlebihan

  • Menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan

  • Tinggal di kota besar di mana bangunan menghalangi sinar matahari

  • Kulitnya lebih gelap, semakin tinggi kadar melanin, semakin sedikit Vitamin D yang dapat diserap kulit

Faktor-faktor ini berkontribusi terhadap defisiensi vitamin D pada peningkatan jumlah orang. Itulah mengapa penting untuk mendapatkan sebagian vitamin D Anda dari sumber selain sinar matahari.

Gejala nyeri tulang dan kelemahan otot bisa menandakan kalau Anda mengalami kekurangan Vitamin D. Meski begitu, pada sebagian orang gejalanya tidak terlihat jelas namun tetap saja dapat menimbulkan risiko kesehatan. Beberapa gejala umum lainnya yang menandakan seseorang kekurangan Vitamin D adalah:

  • Kelelahan, pegal-pegal, dan rasa tidak enak
  • Rasa sakit pada tulang atau otot yang parah sehingga menyulitkan untuk berjalan, menaiki tangga dan lain-lain
  • Fraktur stres, terutama di kaki, panggul, dan pinggul

BACA JUGA: Ini Alasan Kenapa Kita Disarankan untuk Rajin Makan Kiwi

Menyadari tingginya risiko kesehatan akibat kekurangan Vitamin D, ada baiknya Anda mulai memerhatikan asupan makanan supaya tubuh tidak defisit Vitamin D. Jenis makanan apa sajakah itu?

  1. Ikan berlemak seperti salmon, tuna, dan mackerel

  2. Hati sapi

  3. Keju

  4. Jamur

  5. Kuning telur

  6. Susu

  7. Sereal sarapan

  8. Jus jeruk

  9. Yogurt

  10. Minuman kedelai

Anda juga bisa mendapatkan Vitamin D dari suplemen. Berbagai suplemen menyediakan vitamin D dengan IU. Di Indonesia kebanyakan vitamin D yang disediakan adalah 400 IU, padahal mungkin tidak mencukupi. Mayo Clinic menyarankan 400 IU adalah untuk anak-anak hingga usia 1 tahun, 600 IU untuk usia 1 to 70 tahun, dan 800 IU untuk usia lebih dari 70 tahun.

BACA JUGA: 5 Aturan Minum Kopi yang Bikin Sehat