Seni Bersantap: Lebih Tenang, Lebih Sehat, Lebih Baik

0
7463
makan

Seni Bersantap

Dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan, banyak dari kita yang sekarang sudah memilih makanan yang lebih sehat.

Meski makanannya sudah lebih sehat, sayangnya masih banyak yang menyantap makanan dengan cara “lama”, misalnya saja, makan di depan komputer sambil menyelesaikan pekerjaan, makan sambil nonton televisi atau scrolling social media.

Idealnya, menurut catatan ahli, kalau kita makan ya seharusnya “konsentrasi” saja untuk makan. Menikmati makanan yang ada di hadapan kita dengan cara mengunyah dengan “benar”.

Cara Sederhana

Cara yang sederhana ini, jika dilakukan dengan rutin, dikatakan dapat memperdalam hubungan kita dengan nutrisi yang ada dalam makanan Anda.

Selain itu kita juga terhindar dari gejala-gejala yang kita alami kalau makan secara serampangan, yaitu bersendawa, keanginan, atau kembung.

Dalam sebuah artikel, Lynda Griparic, seorang naturopath dan nutrisionis membahas bagaimana kita bisa menerapkan 5 “aturan” sederhana ketika makan, sehingga kita bisa memperoleh manfaat makanan kita dengan lebih baik.

Bagaimana caranya? Kami meringkasnya untuk Anda!

Kunyah makanan dengan perlahan dan menyeluruh
Kunyah makanan dengan perlahan dan menyeluruh

1. Kunyah makanan dengan perlahan dan menyeluruh

Usahakan untuk mengunyah setiap suapan sebanyak 20 kali.

Mengunyah adalah bagian yang sangat penting dari pencernaan karena membantu memecah partikel makanan besar menjadi partikel-partikel yang lebih kecil.

Mengunyah dengan benar memungkinkan kita untuk terbebas dari masalah pencernaan, dan nutrisi makanan dapat diserap lebih baik dalam usus.

Mengunyah makanan secara perlahan juga memberikan enzim saliva cukup waktu untuk memecah dan mencairkan makanan.

Dengan begini, organ pencernaan tidak perlu menghabiskan banyak energi untuk mengolah partikel-partikel besar yang belum terpecah.

Alasan Lainnya…

Alasan lain untuk mengunyah dengan perlahan dan menyeluruh adalah untuk menjaga berat badan yang sehat.

Studi menunjukkan bahwa makan dengan baik akan membuat napsu makan lebih stabil, asupan makanan berkurang, dan menurunkan risiko obesitas.

Selain itu, menikmati makanan dengan mengunyahnya secara perlahan memberi Anda lebih banyak waktu untuk mengalami dan menikmati rasa, tekstur, warna, dan percakapan.

Tapi mungkin hal terakhir ini justru menjadi masalah bagi banyak orang. Kita tidak punya banyak waktu, maka itu kita sering makan terburu-buru.

2. Tidak Minum Selama Makan

Tunggu setidaknya 20 menit setelah makan sebelum Anda minum. Memang masih sedikit penelitian yang membuktikan bahwa minum air saat makan dapat melemahkan enzim pencernaan Anda atau justru bermanfaat.

Namun pengalaman para pasien mengatakan kelebihan air, atau makan buah berair dengan makanan, dapat menyebabkan angin yang berlebihan dan kembung. Jadi, lebih baik hindari risiko perut yang tidak nyaman.

Di sisi lain, kita dianjurkan untuk minum air sebanyak 500 mL (sekitar 2 cangkir) 30 menit sebelum makan.

Kebiasaan ini dapat meningkatkan rasa kenyang dan mengurangi asupan makanan. Tapi ingat, air minum ya! Karena minuman bergula sebelum makan, justru dapat meningkatkan asupan makanan sebesar 7,8 persen.

3. Ketika makan, singkirkan dulu teknologi

Ini adalah kelemahan banyak kaum urban jaman sekarang. Makan kita lakukan sambil membalas email, membaca dokumen, atau nonton youtube.

Kita jarang makan dan berfokus pada tekstur, rasa dan bau makanan itu sendiri. Kebiasaan ini menyebabkan kita makan secara sembarangan yang kemudian bisa menyebabkan perut kembung.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah:
  1. Membawa makanan pergi menjauh dari komputer,
  2. Kalau bisa ke luar ruangan, dan menikmati makanan dengan kaki telanjang di atas rumput.
  3. Ambil waktu untuk fokus pada bau, tekstur, dan rasa makanan, dan tentu saja sambil mengunyah perlahan.

Berikut adalah beberapa fakta tentang kegiatan makan yang dibarengi aktivitas lain yang berhubungan dengan teknologi:

  • Paparan TV membuat kita memilih makanan yang tidak sehat dan obesitas.
  • Kegiatan makan yang terganggu membuat kita tidak dapat memantau berapa banyak makanan yang kita makan. Hal ini juga mengurangi kemampuan kita untuk merasa kenyang, yang mengarahkan kita untuk makan berlebihan.

4. Jaga porsi protein Anda

Banyak dari kita kelebihan protein waktu makan. Untuk mengukurnya, coba untuk menjadikan telapak tangan (tanpa jari-jari) sebagai takaran porsi protein Anda.

Terlalu banyak protein dapat:

  • Mempengaruhi manajemen berat badan
  • Membuat ginjal stres, terutama jika Anda sudah memiliki masalah
  • Jika sembelit, kelebihan protein dapat membusuk di usus dan merangsang pertumbuhan bakteri. Ini memberikan lebih banyak beban pada hati, mengurangi kemampuannya untuk menghilangkan racun dan sisa metabolisme. Hal ini dapat menyebabkan penyakit kronis.

5. Tambahkan rempah dan bumbu pada setiap makanan

Selain menonjolkan rasa, bumbu dan rempah-rempah banyak berjasa untuk mendukung sistem pencernaan kita dengan membantu pemecahan dan penyerapan makanan.

Beberapa rempah yang bisa dicoba adalah:
1. Jinten

Mendukung pencernaan di lambung dan usus kecil, mengurangi perut kembung, dan membantu mengurangi tingkat trigliserida.

2. Kunyit

Membantu mengurangi peradangan, baik sekali untuk kondisi radang usus seperti Crohn dan kolitis ulserativa.

Kunyit membantu mengurangi perut kembung, sakit perut, melindungi hati, dan mempromosikan produksi empedu. Ia juga dapat menurunkan gula darah dan membantu resistensi insulin terbalik.

3. Cabai Rawit

Membantu menghasilkan air liur, enzim pencernaan, dan cairan lambung yang memecah makanan dan racun.

4. Ketumbar

Banyak bermanfaat untuk mengurangi kram perut, nyeri, dan infeksi dari patogen yang ditemukan dalam makanan, seperti salmonella.

5. Kapulaga

Mendukung pencernaan secara keseluruhan. Ia membantu melindungi sistem pencernaan dan menurunkan kram perut dan perut kembung.

Bumbu dan rempah-rempah lain yang baik sekali untuk pencernaan adalah:

  • Jahe,
  • Bawang putih,
  • Rosemary,
  • Dan lada hitam.

Apakah Anda perlu mantra atau kata-kata motivasi untuk mengingatkan Anda tentang pentingnya menciptakan ritual dan lingkungan makan yang sehat?

Coba gunakan kalimat favorit Lynda Griparic ini: “Setiap kali Saya makan adalah kesempatan untuk menyehatkan tubuh saya.”

BACA JUGA:  Mari Makan Lebih Bersih

BACA JUGA: Lima rempah untuk pemula