Semandtik Indonesia, Memanusiakan Artisan Batik

0
34

Batik adalah kain tradisional asal Indonesia yang kita banggakan dan semakin digemari baik di nusantara maupun di dunia internasional. Semenjak dinobatkan sebagai bagian dari warisan budaya dunia oleh UNESCO 2009 silam, pembelian dan konsumsi batik juga semakin meningkat.

Namun, tahukah Anda kalau di balik karya Batik yang rumit dan indah itu umumnya pembuatnya  tidak mendapatkan upah yang layak? Hal ini langsung dikatakan oleh Firman Sukbekti pengusaha batik dengan merek Semandtik Indonesia.

“Ada banyak artisan batik yang mendapatkan upah Rp 5,000/jam dan hanya mendapat untung Rp 300.000 dari satu kain jarik yang dikerjakan selama dua minggu. Tapi setelah jadi, jarik tersebut dijual ke luar Rp 1.200.000. Sebuah hubungan yang tidak sepadan,” jelas Firman.

Semandtik Indonesia
Artisan batik di Indonesia rata-rata sudah sepuh.

Menjawab kondisi ini, Firman mendirikan Semandtik Indonesia, merek Batik yang menerapkan konsep fair trade; consumer fair dan artist fair. Dari soal penghasilan, Semandtik Indonesia menaikkan upah artisan sebesar 320% dan rencananya di tahun 2020 akan meningkatkan upah menjadi Rp 20.000/ jam.

Semandtik Indonesia tidak memproduksi batik secara massive melainkan disesuaikan dengan kemampuan sang artisan. Satu orang artisan, ungkap Firman, hanya mengerjakan empat kain dalam sebulan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by SEMANDTIK | INDONESIA (@semandtik_id) on

Sejauh ini ada tujuh jumlah artisan yang bergabung dengan Semandtik Indonesia. Mereka tidak hanya “dibeli” tenaga dan kreativitasnya tetapi juga diberikan sharing berupa edukasi mengenai pemahaman konsep sustainable fashion.

“Bukan hanya soal hak dan kewajiban artisan batik dan pemilik usaha, melainkan cara mengolah batik yang ramah lingkungan termasuk dari sisi pewarnaannya,” jelas Firman.

Fashion yang “Memanusiakan” Manusia

Beberapa waktu lalu Paprika Living sempat menggelar diskusi soal sustainable fashion dengan narasumber Imanzah Nurhidayat dari Fashion Revolution Indonesia.

Dalam materinya Imanzah menegaskan kalau konsep sustainable fashion tidak hanya terbatas pada membeli seperlunya, material yang ramah lingkungan, tetapi yang tidak kalah penting adalah kelayakan hidup pekerja fashion itu sendiri sebagai ujung tombak bisnis.

BACA JUGA: Revolusi Fashion Dimulai dari Lemari Anda

Kalau teman-teman pernah menonton film Zoolander (2001) yang diperankan oleh Ben Stiller dan Owen Wilson, sebenarnya ada kritik yang tersirat dalam film komedi tersebut. Bagaimana industri fashion yang gemerlap, mahal nan mewah memberikan upah tidak layak kepada para pekerjanya (dalam film tersebut lokasinya di China).

Bahkan tidak jarang para pekerja garmen adalah anak di bawah umur yang tidak mendapat perlindungan keamanan yang layak saat melakukan tugasnya. Setelah China, Bangladesh tercatat sebagai pemasok tenaga buruh murah.

Di Inggris, ada sebuah gerakan Fashion Revolution yang diharapkan memberikan kesadaran kepada konsumen dan pelaku bisnis mengenai hal-hal yang diabaikan di balik sebuah kenyamanan dan kemewahan produk fashion; yaitu hak para pekerja/artisannya.

Batik Tuban Yang Kekinian 

Semandtik Indonesia adalah merek batik asal Tuban yang mengangkat citra batik pesisir Tuban menjadi lebih modern dan “kekinian” tanpa menghilangkan nilai tradisional khas Tuban.

Semandtik Indonesia menerapkan konsep “kekinian” agar anak muda lebih tertarik dan percaya diri mengenakan batik yang sesuai keadaan sekarang. Desainnya lebih simple dibanding desain Tuban umumnya sehingga membutuhkan waktu yang tidak begitu panjang dalam membuatnya.

Tanpa melupakan identitas dan kekhasan dari pengerjaan batik, Semandtik Indonesia selalu menyelipkan cerita dalam setiap desainnya. Misalnya seperti dalam urip series, ada beberapa desain yaitu;

Kapas yang melambangkan sebuah awal serta harapan yang disertai dengan optimis.

Padi sebagai perlambang untuk tumbuh produktif.

Segoro yang adalah komitmen dalam kehidupan.

Jati sebagai perlambang kedewasaan.

Semandtik Indonesia foto tambahan
Motif jati.

Keunikan lain dari desain dan batik yang dibawakan oleh Semandtik Indonesia adalah dalam setiap produknya tertera tanda tangan dari artisan batik. “Ini sebagai bentuk originalitas, autentik, menghargai hasil hand made dari sang artisan dan bisa jadi kebanggaan buat mereka juga,” tutup Firman.

BACA JUGA: Tampil Gaya dengan “Rasa” pada Lingkungan