Salah Kaprah Seputar Santan

0
5999
Salah Kaprah Seputar Santan
Salah Kaprah Seputar Santan

Anggapan Santan dari Sebagian Orang

Anggapan santan itu jahat, tidak bagus, merugikan, dan semacamnya, umum kita dengar di tengah masyarakat.

Santan menjadi bahan makanan yang dijauhi dalam melakukan pola hidup sehat karena reputasinya yang dikenal dapat memicu tinggi kolesterol, hingga menyebabkan stroke dan sakit jantung.

  • Apakah memang benar santan seperti itu?

Menurut Susan Hartono, Holistic Nutrition Coach & Intuitive Healing Practitioner dari Self Awareness Network, anggapan ini sangat disayangkan, karena jelas-jelas keliru.

Pemikiran Salah Seputar Santan

Persepsi miring seputar santan ini telah lama terbentuk, salah satunya karena faktor ekonomi dan politik.

“Sekitar 40 tahun yang lalu, ada semacam studi tentang minyak kelapa, namun menggunakan minyak kelapa yang sudah dihidrogenasi.

Semua minyak yang dihidrogenasi tentu tidak baik bagi kesehatan (lemaxk trans/trans fat).

Bersamaan dengan itu, pihak-pihak yang “berkepentingan” melakukan propaganda besar-besaran agar masyarakat beralih ke minyak jagung, soya, canola, dengan alasan asam lemaknya tak jenuh ganda.

Tapi sebenarnya minyak-minyak inilah yang lebih menyesatkan lagi dan berdampak buruk pada kesehatan,” ujar Susan.

Faktanya,

Santan punya segudang manfaat kesehatan untuk tubuh. Belum lagi untuk kita yang tinggal di Indonesia, santan amat mudah dan murah untuk diperoleh.

Manfaat dari Santan

Berikut beberapa manfaat santan:

  1. Santan tinggi antioksidan dan mineral, seperti mangan, zat besi, kalium, tembaga, magnesium, fosfor dan kalsium; juga mengandung vitamin C dan B Kompleks.
  2. Santan mengandung asam lemak jenuh rantai sedang, yang justru mudah diserap tubuh dan otak utuk diubah menjadi energi, termasuk di dalamnya adalah asam laurat yang sangat banyak manfaat kesehatannya.
  3. Sekitar 50% lemak pada kelapa adalah asam laurat (seperti yang terdapat dalam ASI). Asam laurat adalah immune booster, mempunya khasiat anti virus, anti bakteri, anti parasit, anti jamur alami.

    Bahkan saat ini sudah mulai ada yang meneliti manfaat asam laurat untuk melawan HIV/AIDS.

  4. Dari berbagai penelitian disimpulkan bahwa lemak pada santan tidak berdampak buruk pada profil lipida (rasio lipida).

    Malah sebaliknya, lemak pada kelapa justru meningkatkan kadar HDL (kolesterol baik), yang justru melindungi kesehatan jantung.

  5. Apabila dikonsumsi secara moderat, santan dan minyak kelapa murni (virgin coconut oil) dapat membantu mengurangi berat badan, menstabilkan gula darah dan mengurangi inflamasi.
  6. Santan mengandung elektrolit (walau tidak sebanyak minyak kelapa). Elektrolit dan kandungan lemak rantai sedang pada santan dapat membantu kesehatan pencernaan.
  7. Santan dapat membantu mencegah anemia, tekanan darah tinggi, membantu menyeimbangkan hormon, meredakan nyeri persendian, menyehatkan kulit, rambut, membantu relaksasi otot dan saraf, anti aging dan menjaga kesehatan tulang.
  8. Santan tergolong bebas laktosa, aman dikonsumsi mereka yang menderita lactose intolerant.

Kesimpulan dari “Salah Kaprah Seputar Santan”

Sekalipun menyehatkan, Susan berpesan, seperti halnya makanan lainnya, tetap konsumsi santan secukupnya saja.

Penggunaan santan yang tepat juga perlu diperhatikan. Santan kemasan tidak termasuk santan yang dibicarakan di sini. Sebaliknya, gunakan hanya santan yang melalui pemrosesan minimal.

“Selalu upayakan agar santan yang kita konsumsi adalah santan yang segar dan mentah. Jangan khawatir juga untuk memasak santan.

Nutrisi santan tidak serta merta rusak bila dimasak, tapi jangan over cooking. Caranya, masukkan santan menjelang akhir proses memasak,” ujar Susan.