Rhesus Negatif : Bukan Penyakit Atau Kelainan Darah

0
1094
Rhesus Negatif : Bukan Penyakit Atau Kelainan Darah (Golongan Darah)
Rhesus Negatif : Bukan Penyakit Atau Kelainan Darah (Golongan Darah)
  • Apakah Anda tahu golongan darah Anda? Jika ya, apakah Anda tahu Rhesus apa?

Umumnya setiap kita mengetahui apa golongan darah kita, namun ketika ditanya soal Rhesus, banyak orang yang tidak tahu, tidak pernah mencari tahu, atau bahkan baru pertama kali mendengar kata Rhesus.

Sistem penggolongan darah yang dikenal masyarakat pada umumnya adalah A, B, O ( A, B, AB, dan O.)

Penggolongan jenis ini berdasarkan adanya antigen di permukaan sel darah merah atau antibodi di plasma.

Selain itu, ada sistem penggolongan darah lain yaitu berdasarkan ada atau tidaknya protein antigen D di permukaan sel darah merah, yang disebut Rhesus atau faktor Rh.

Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor tersebut pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner.

Lici Murniati Ketua Umum Rhesus Negatif Indonesia
Lici Murniati Ketua Umum Rhesus Negatif Indonesia

Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya dikatakan memiliki golongan darah Rh- (Rhesus Negatif). Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+ (Rhesus Positif).

Lici Murniati, Ketua Umum Rhesus Negatif Indonesia (RNI) menjelaskan tentang adanya persepsi yang tidak tepat tentang rhesus negatif. “Rhesus negatif sering dilihat sebagai penyakit atau kelainan darah. Hal ini timbul karena ‘kelangkaannya’.

Diperkirakan hanya 15% orang yang memiliki rhesus negatif di seluruh dunia, biasanya pada orang-orang Kaukasian (Kulit Putih).

Di Indonesia sendiri, berdasarkan data Biro Pusat Statistik 2010, jumlah pemilik rhesus negatif di Indonesia hanya kurang dari 1% penduduk  atau sekitar 1,2 juta orang,” jelas Lici.

Rhesus negatif, tegas Lici, bukan penyakit ataupun kelainan darah, melainkan variasi dari golongan darah. Secara fisik tidak ada perbedaan pemilik darah rhesus negatif dengan rhesus positif.

Adapun hal yang perlu diperhatikan secara khusus adalah kehamilan pada wanita dengan Rh negatif.

Jika seorang wanita yang memiliki Rhesus negatif hamil dan anak yang dikandungnya memiliki golongan darah Rh positif, maka ada “potensi” sistem imun tubuh ibu akan menyerang janin, karena dianggap benda asing.

Risikonya, ada kelainan pada janin, bisa ringan, berat, bahkan sampai menyebabkan kematian bayi.

“Perlu diperhatikan ini hanya potensi, bisa terjadi bisa tidak,” jelasnya. Lici mengungkapkan ia sangat berhati-hati untuk menjelaskan soal kehamilan karena ia tidak ingin ada calon ibu yang cemas berlebihan.

Untuk mengatasi rasa khawatir itu, Lici berpesan jika seorang wanita rhesus negatif akan menikah dan berencana memiliki anak, maka penting sekali untuk melakukan skrining pra nikah.

“Sehingga risiko ini dapat diantisipasi sebelum ia hamil. Golongan darah rhesus negatif akan mendapatkan penanganan khusus dalam masa kehamilannya.

Rhesus Negatif Indonesia (RNI)

Rhesus Negatif Indonesia (RNI) adalah komunitas sosial non profit, hadir dengan misi sederhana yaitu mengumpulkan pemilik darah Rhesus Negatif seluruh Indonesia.

Dimulai dengan rasa persamaan dan ketergantungan sesama anggota bahwa suatu saat saling membutuhkan.

Saat ini sudah terdaftar sekitar 3000 anggota seluruh Indonesia, dan RNI menempati koordinator-kordinator wilayah diseluruh wilayah Indonesia.

Pelajari lebih banyak tentang rhesus negatif di  www.rhesusnegatif.com