Ini Fakta! Puasa Baik Untuk Kesehatan Otak dan Jiwa

0
154
Puasa dan Otak

Lha kok bisa? Bukannya kalau dalam kondisi lapar justru bisa bikin kita tidak bisa berpikir ya? Eits, ternyata menurut dr. Gina Anindyajati, SpKJ dari Angsa Merah Clinic, puasa bisa memberikan efek positif pada fungsi kognitif.

Ini dikatakan dr. Gina dalam diskusi Komunitas Paprika Loca, Rabu (15/5) dengan tema “Dampak Puasa Terhadap Kerja Otak dan Kesehatan Jiwa”.

“Betul bahwa otak membutuhkan glukosa yang berasal dari asupan makanan untuk bekerja. Pada kondisi puasa, kerja otak awalnya menggunakan glukosa. Ketika stok glukosa menipis menjelang sore, maka otak akan menggunakan keton sebagai ‘bahan bakar’ untuk bekerja,’’ jelasnya.

Karenanya puasa memberikan dampak yang signifikan terhadap kerja kognitif. Ketika puasa membantu kontrol glukosa dalam darah, efeknya membuat kita lebih sehat. Soalnya, glukosa yang menumpuk, justru tidak baik pada jaringan otak.

BACA JUGA: Tingkatkan Kualitas Hidup Dengan Teknik Bernapas Yang Benar

Tidak Gampang Stres

Terkait dengan kondisi kejiwaan, sejatinya  otak adalah organ tubuh yang mengatur kerja jiwa. Sehingga puasa juga memiliki efek pada kesehatan jiwa. Salah satu aspek yang berkaitan dengan kesehatan jiwa adalah spiritualitas dan kepercayaan agama.

Puasa sebagai tugas keagamaan lebih dapat meningkatkan kesehatan jiwa seseorang, bahkan lebih baik daripada mereka yang berpuasa tanpa niatan melaksanakan tugas agama. Apabila puasa di bulan Ramadan dilakukan secara ikhlas dan disertai keyakinan dalam beribadah, maka puasa berperan sebagai mekanisme penyelesaian masalah yang positif terhadap stres.

Sebagai contoh, penelitian melaporkan bahwa tingkat kecemasan lebih rendah di akhir Ramadan yang menunjukkan efek positif ritual keagamaan puasa terhadap rasa cemas. Hal ini dapat dijelaskan oleh tubuh manusia yang rileks saat melakukan tugas-tugas keagamaan karena adanya penurunan denyut jantung, laju pernapasan, dan tekanan darah arteri.

BACA JUGA: Stres Karena Belum Dapat Pekerjaan? Ini Cara Mengatasinya

Mood Lebih Positif

Puasa juga memengaruhi suasana perasaan (mood) seseorang, keterjagaan, dan rasa tenang akibat perubahan kadar zat kimia di otak serta sintesis neurotropik.

Selain itu, ritual ibadah puasa memerlukan fokus sehingga otak bagian depan (korteks prefrontal) menjadikan seseorang lebih mampu mendeteksi kesalahan dan melakukan refleksi diri.

Makanya risiko mengalami gangguan psikologis akan berkurang pada orang yang menghayati puasa sebagai ritual keagamaan. Puasa di bulan Ramadhan, bila dilakukan secara khusyuk dapat memberi efek positif yang signifikan pada peningkatan harga diri, mengurangi kecemasan dan meningkatkan fungsi sosial.

Diskusi seputar isu kesehatan diadakan tiap Rabu malam Pk.20.00 – 21.00. Jika Anda ingin bergabung, Anda bisa kirim pesan via Whatsapp ke +62 813-1515-9860 atau klik link berikut ini: http://bit.ly/PaprikaLoca_WAG

BACA JUGA: Hidup Sehat dan Bahagia dengan Teknik Pernapasan Sederhana