Puasa Intermittent untuk Metabolisme

0
672
puasa intermittent
Photo by Lily Lvnatikk on Unsplash

Puasa Intermittent pada dasarnya mengatur pola makan dengan cara berpuasa selama beberapa waktu, tanpa mengatur makanan tertentu yang harus dikurangi atau dikonsumsi. Lebih keapada mengatur waktu makan Anda.

Terdapat berbagai jenis puasa Intermittent yang sudah dikenal oleh masyarakat, salah satunya adalah setidaknya puasa selama 16 jam atau hanya makan selama 8 jam dalam sehari. Misalnya, Anda bisa memilih untuk makan dari pukul 10 pagi hingga pukul 6 sore dan berpuasa dari pukul 6 sore hingga 10 pagi. Atau, berpuasa selama 24 – 36 jam dalam seminggu. Jika merasa lapar saat sedang berpuasa, Anda tetap dapat minum air atau minuman lain seperti kopi, teh hijau, dan minuman berserat. Dan, dalam waktu makan, kita bisa mengkonsumsi beragam jenis makanan bergizi dalam takaran yang cukup.

Aturan mainnya sederhana dan metode penurunan berat badan yang kerap digunakan pada diet keto ini juga dipercaya memiliki banyak manfaat terapeutik, diantaranya:

  1. Melindungi Otak

Puasa Intermittent yang dikombinasikan dengan ketogenik diet dapat memberikan efek yang sangat baik untuk kesehatan otak kita, termasuk untuk membantu penyembuhan trauma otak.

  1. Mencegah Penuaan

Dengan melakukan metode diet intermittent, kita secara tidak langsung membatasi kalori yang masuk ke dalam tubuh. Hal ini merupakan salah satu cara paling efektif yang bisa dilakukan untuk meningkatkan usia harapan hidup. Metode ini juga meningkatkan kemampuan sel tubuh untuk melakukan detoksifikasi dan recycle yang memperlambat penuaan dan mencegah berbagai penyakit terkait usia.

  1. Membantu Melawan Kanker

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa berpuasa dapat mencegah kanker dan memperlambat bahkan menghentikan perkembangan sel kanker. Hal ini karena melakukan puasa setiap hari dapat meningkatkan sistem imun tubuh untuk melawan berbagai penyakit, termasuk kanker.

4. Manfaat Lainnya

Melakukan puasa intermittent juga dapat meningkatkan sesitivitas insulin, menurunkan resiko penyakit jantung, meningkatkan energi, dan fokus mental kita.

Tertarik untuk mencoba puasa intermittent? Metode diet ini akan lebih efektif jika dilakukan bersamaan dengan kebiasaan berikut ini:

  • Tidur cukup, setidaknya 8 jam sehari.
  • Mengkonsumsi sarapan 1 – 2 jam setelah bangun tidur
  • Mengkonsumsi makanan setiap 6 jam sekali
  • Mengkonsumsi makan malam Anda tiga jam sebelum tidur.

Selamat mencoba!

Doctor Mike, seorang dokter yang juga youtuber mengungkapkan pendapatnya tentang intermittent fasting. Menarik untuk disimak.