Penduduk Indonesia Paling Cepat Menikah, Dampak Sosial Media?

0
188
pernikahan orang indonesia

Dilansir dari Dunia Kesehatan, Indonesia ternyata termasuk negara dengan rentang menikah paling cepat yaitu 21 tahun. Ini bisa dibilang kalau penduduk Indonesia tergolong orang-orang yang ingin cepat menikah. Kira-kira kenapa ya?

Jika merujuk pada penjelasan psikolog Susan Pease Gadoua yang juga penulis buku Contemplating Divorce, salah satunya karena ada tujuan ekonomis dan romantis di balik sebuah pernikahan. Secara ekonomis dan futuristik, alasan orang menikah adalah untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidup. Hidup bersama yang diikat oleh komitmen pernikahan dan disegel oleh agama juga negara menjadi jaminan pasangan untuk bertahan hidup. Bisa dikatakan, menikah adalah kompromi dua orang untuk saling membantu dalam kelangsungan ekosistem.

Tolak ukurnya bisa secara keamanan finansial, mengurangi tekanan sosial, dan terlepas dari rasa kesepian. Terkesan sangat oportunis? Tenang saja, manusia tidak sepragmatis itu. Selain kulit, tulang, dan otot, tubuh manusia juga dibangun dari hormon dan otak yang menggerakkan seseorang memutuskan sesuatu—termasuk pernikahan.

Otak dan hormon membuat menikah menjadi sesuatu yang lebih romantis dari sekadar keinginan untuk bertahan hidup. Menurut data penelitian yang dipublikasikan oleh Psychology Today, skema otak dirancang untuk mempertahankan cinta romantis jangka panjang. Cinta dengan komitmen ini diyakini dapat mengurangi kecemasan, stres, dan memberikan perasaan aman nan tenang.

Secara hormonal, pernikahan memiliki efek yang positif terhadap penurunan kortisol dan stres psikologi, setidaknya di lima tahun awal pernikahan. Pria single memiliki kadar testosteron yang lebih tinggi ketimbang mereka yang sudah berstatus suami.

BACA JUGA: Sambiloto, Obat Herpes Genital Mujarab

Mereka yang lajang juga cenderung mengambil risiko lebih tinggi ketimbang mereka yang sudah menikha. Pernikahan membuat seorang pria menikah mengambil keputusan “aman” karena sudah ada “tanggung jawab” yaitu keluarga.

Nikah Muda Cepat Cerai?

Menurut Christina Gibson-Davis, Associate Professor of Sociology dari Duke University, ada kecenderungan perceraian lebih tinggi pada mereka yang menikah di usia muda.

Meski begitu, usia tidak semata menjadi satu-satunya penjelasan kenapa pernikahan rentan perceraian. Ada beberapa faktor pendukung lain yang mendasari seperti faktor ekonomi, pendidikan, latar belakang keluarga, sosial budaya, etnis, lingkungan tempat tinggal, bahkan kondisi psikologis.

Christina memandang tren nikah muda yang sekarang ini terjadi lebih banyak didorong oleh tekanan sosial, pergaulan, dan pengaruh sosial media. Ada kecenderungan orang-orang yang hidup di era teknologi seperti sekarang ini menikah karena melihat orang lain menikah. Gawat juga, ya?

Kehebatan dan keindahan posting-an di sosial media juga makin menumbuhkan keinginan orang-orang untuk tidak mau kalah untuk juga menempuh “hidup baru”. Pernikahan sekarang ini makin dieksploitasi karena tak ubahnya materi konten yang dapat mendulang like dan comment di social media. Padahal semua orang yang sudah menikah tahu kalau pernikahan sebenarnya terjadi setelah pesta berakhir. Tanpa penonton, tanpa filter!

BACA JUGA: Mendengarkan Lagu Sedih Bisa Meringankan Patah Hati?