Pranic Healing: Merawat Kesehatan Tubuh Energi

0
241
Pranic Healing Indonesia
Photo: marc-olivier-jodoin

Tahun 2011 Jovita Hardoyo didiagnosa dengan autoimmune jenis ITP (Immune thrombocytopenic purpura). Saat itu bekerja di lingkungan yang tinggi tekanan di Jakarta. Dalam sehari ia hanya mampu beraktivitas beberapa jam saja.

Seiring dengan pengobatan medis, Jovita menjalani proses penyembuhannya dengan Pranic Healing. Ia merasa mendapatkan manfaat yang luar biasa dari metode penyembuhan energi tersebut.

“Saat ini, saya sudah remisi total, dapat beraktivitas 14-16 jam dalam satu hari. Dan dengan autoimun I still can live myself to the fullest. Saya masih bisa snorkelling, diving, lari 5 kilo, ga ada ada masalah,” ujarnya.

“Untuk mencapai suatu kesembuhan yang holistik, tubuh fisik perlu dirawat (healthy lifestyle, check up medis) dan kedamaian batin juga perlu dilatih. Saya banyak belajar berpikir positif setelah menerapkan pranic healing,” ungkapnya yang kini tinggal di Ubud, Bali dan menjalani cafe sehat miliknya, Dharma Coffee & Juice. 

Jovita juga mengajar meditasi dan pranic healing di Indonesia Pranic Healing. Setiap rabu, pukul 17.30 tempat ini membuka pintunya untuk memberi guided meditation, secara cuma-cuma kepada semua orang. “Setiap orang yang mencari kedamaian, belajar meditasi, atau hanya ingin rileksasi bisa datang untuk gabung. Setelah itu kita lanjutkan dengan free healing service, bagi yang mempunyai keluhan, dari pegal-pegal sampai depresi, boleh datang untuk mencoba. Rata-rata semuanya feeling better after one treatment,”ungkap Jovita.

Apakah sebenarnya Pranic Healing?

Penyembuhan-Prana-Indonesia-Bali“Kita ini lebih dari sekedar tubuh fisik lho. Ternyata kita memiliki tubuh energi atau sinar yang mengelilingi tubuh kita,”ungkap Jovita.

Dalam perspektif pranic healing, tubuh manusia terdiri dari dua bagian tersebut; tubuh fisik yang terlihat dan tubuh energi yang tak terlihat. Energi ini disebut Prana, di China disebut Chi, dan di Jepang disebut Ki. Penyakit akan terjadi awalnya pada aura, sebelum masuk ke tubuh fisik. Seorang healer atau penyembuh, dipercaya dapat mendeteksi penyakit seseorang dengan memindai tubuh energinya.

Warna aura kita bisa memberi petunjuk akan apa yang terjadi dalam tubuh kita. “Jika seseorang sakit, energi berwarna merah abu kotor seperti lumpur. jika sesorang sehat dan bahagia, aura bersinar putih kuning,” ujarnya.

Pranic healing adalah penyembuhan energi yang menggunakan prinsip bahwa tubuh kita sebetulnya memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri.

“Pernah mengalami misalkan jari kita tergores, tanpa obat, sebetulnya dia sembuh sendiri dalam beberapa hari? Atau sakit flu, kita istirahatkan saja tanpa obat juga sembuh sendiri, tapi mungkin agak lebih lama. Ini adalah bukti bahwa tubuh kita itu sebetulnya canggih, memiliki kemampuan menyembuhkan sendiri. Nah ternyata jika bagian yang sakit itu, diberi energi, maka kesembuhannya akan berlipat-lipat lebih cepat,”jelasnya.

Meski begitu, untuk penyakit yang lebih berat, penyembuhan ini sifatnya komplementer. “Pranic healing dianjurkan untuk melengkapi treatment medis, tapi tidak menggantikannya. Untuk penyakit serius kami tetap menyarankan untuk pergi ke dokter, namun dengan ditambah pranic healing treatment, maka kesembuhannya lebih cepat. Sehingga setelah itu kalau check up lagi, biasanya dokternya bingung,”jelasnya.

Ia juga menambahkan kalau penyembuhan ini tidak hanya bisa berlangsung secara berhadap-hadapan, tapi juga jarak jauh. Analoginya seperti hubungan telepon. Meski jauh, tapi terhubung, maka tetap bisa terjadi sebuah hubungan.

Di era seperti sekarang, ia mengungkapkan, 80% penyakit berasal dari faktor internal seperti stress, kecewa, cemas, marah dan sebagainya. “Karena kita semua sebagai manusia dihadapkan pada ujian hidup kita masing-masing. Kadang ujian tersebut berupa kesulitan finansial/hubungan dengan orang lain/stress pekerjaan/keluhan kesehatan atau kurangnya makna hidup. Ujian tersebut di luar kendali kita, yang bisa kita lakukan adalah memperkuat inner kita, sehingga kita bisa menghadapinya dengan lebih baik, mudah dan dengan perspektif yang benar,”ungkap Jovita.

BACA JUGA : Sehat Alami dengan Penyembuhan Prana

Bisa dipelajari

Pranic healing diciptakan oleh Grand Master Choa Kok Sui yang berasal dari Filipina. Lebih dari 30 tahun ia mempelajari berbagai penyembuhan di dunia. Ia kemudian menyederhanakan prinsip energi yang sudah ada beribu ribu tahun yang lalu agar dapat dipelajari oleh orang modern. Pranic healing berguna untuk penyembuhan penyakit fisik, emosi, psikologis.

Jika Anda tertarik, Anda juga bisa ikut kursusnya. Di kursus itu, ungkap Jovita, peserta akan diajarkan mulai dari cara mengenal aura, cakra, melihat dan merasakan, membersihkan bagian yang sakit dan memberikan energi agar laju penyembuhan meningkat pesat. Termasuk juga meningkatkan energi melalui teknik pernafasan prana dan meditasi untuk kedamaian batin.

Hanya dalam dua hari, Anda sudah bisa pulang dengan ilmu yang bisa menyembuhkan diri sendiri dan orang lain. “Setelah belajar basic pranic healing, Anda sudah bisa menyembuhkan penyakit-penyakit ringan seperti flu, demam, sakit tenggorokan, keram saat menstruasi, kembung, diare, dan sebagainya. Untuk penyakit yang lebih berat, Anda perlu belajar di tingkat lanjut,”jelas Jovita.