Pola Makan Kunci Untuk Kendalikan Penyakit

0
2355
makan penyakit jantung

Sudah banyak bukti yang menunjukkan bagaimana pola makan sehat memiliki kaitan yang erat pada penurunan risiko penyakit, termasuk jantung.

Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan oleh Harvard Medical School, mengonsumsi makanan sehat adalah salah satu 10 tips hidup sehat dan umur panjang. Beberapa waktu lalu Paprika Living bertemu dengan Satria Gunawan (58) owner House of Tea. Di jantung Satria telah terpasang tiga ring.

“Perubahan pola makan membantu saya mengelola penyakit jantung yang saya alami,” ujarnya. Lantas, perubahan gaya hidup seperti apa yang dijalani oleh beliau? Simak perbincangan kami.

Satria Gunawan

Paprika Living: Sudah berapa lama Anda mengidap jantung, bagaimana awal mulanya?

Satria Gunawan: Saya masih ingat jelas, 25 Agustus 2014 saya merasakan sakit pada dada. Karena saya jarang sakit maka saya anggap itu masuk angin biasa. Lama-lama rasa sakit tersebut menjalar ke area tubuh yang lain. Sampai akhirnya 28 Agustus setelah makan siang, rasa sakit sudah tidak tertahan.

Saya sempat minta minuman hangat di kantin kantor dan berusaha menenangkan diri namun ternyata rasa sakit tidak kunjung reda. Akhirnya jam 16:30 WIB saya pamit kepada rekan kerja dan menitipkan kunci kendaraan. Ini dikarenakan saya sudah tidak kuat untuk membawa kendaraan dan memutuskan pulang naik taksi.

Sampai di rumah rasanya mau rebahan saja. Istri mengajak ke RS saya menolak. Karena saya yakin ini hanya masuk angin biasa. Rasa sakit di dada kanan kiri menjalar ke punggung, kemudian lengan tangan semua berasa tidak enak.

BACA JUGA: Apakah Semua Cokelat Baik untuk Kesehatan?

Akhirnya istri membaca informasi ciri-ciri yang saya rasakan tersebut adalah serangan jantung. Saat itulah saya mengalah dan mau dibawa ke RS. Setelah proses negosiasi yang panjang karena awalnya saya menolak untuk tindakan dokter, akhirnya tanggal 2 September saya dikaterisasi dan dilakukan pemasangan ring 3 karena penyumbatan sudah mencapai 90 – 99%. Ini dikarenakan kadar kolesterol tinggi yang sudah berlangsung lama.

Paprika Living: Pola hidup seperti apa yang pada akhirnya Anda jalani untuk kondisi penyakit jantung ini?

Satria Gunawan: Sebenarnya kondisi ini sedikit banyak terbantu karena saya bukan perokok. Saat itu semua terjadi bobot badan saya 74 kg. Dan dalam waktu singkat saya mengubah pola makan saya sehingga bobot saya sekarang stabil di antara 63 – 64 kg. Saya juga mendisiplinkan diri mengurangi gorengan dan makan daging merah.  Saya juga mengonsumsi teh sesuai kebutuhan badan saya.

Setahun setelah saya terkena serangan jantung, saya tiba-tiba ngedrop karena gangguan lambung akibat kerasnya obat-obatan yang saya konsumsi. Saya sampai mengeluarkan darah dari dubur. Sejak saat itu saya berhenti konsumsi obat dan jadi mengatur pola makan dengan sebenar-benarnya.

Saya menghindari gorengan semaksimal mungkin. Lebih banyak makan buah, kurma serta madu.

Satria Gunawan memberikan edukasi teh

Paprika Living: Bagaimana Anda menerapkan gaya hidup sehat ini dalam keseharian?

Satria Gunawan: Saya membiasakan diri jalan pagi. Sehari hari dalam kondisi sehat dan tidak ada acara khusus saya bangun jam 4. Mandi, minum air putih hangat, makan kurma, kemudian ngeteh. Sholat dan jalan kaki walaupun hanya 500 m – 1 km. Setelah itu menyiram tanaman bebenah pekarangan lalu sarapan bubur.

Baru kemudian dilanjutkan aktivitas normal yang ringan. Makan siang, sholat setelah itu bila memungkinkan istirahat walaupun hanya 15 -20 menit.  Lanjut beraktivitas seperti biasa.

Seharian saya minum teh sesuai apa yang saya rasakan untuk kebutuhan badan. Makan malam saya lakukan setelah sholat isya. Porsi makan nasi saya tidak banyak. Lebih banyak sayur dan lauk pauk. Selalu sebelum makan saya makan buah. Agar mudah kenyang.

Paprika Living: Punya saran buat anak muda untuk menjaga kesehatan?

Satria Gunawan: Saran saya untuk generasi muda, makan secara cerdas. Karena sehat itu murah jika kita tahu. Bila sudah sakit jadi mahal segalanya. Untuk tetap sehat, kendalikan konsumsi karbo, hindari gula, cukupi tubuh dari manisnya buah-buahan. Cukupi serat agar lambung kita tidak menumpuk sampah dan olahraga harus ada.

Paprika Living: Pesan untuk sesama pengidap jantung?

Satria Gunawan: Untuk sesama pengidap jantung, kenali kelemahan tubuh kita dengan menghindari hal-hal yang dapat memperparah keadaan. Masih banyak pilihan makanan enak dan sehat. Buat pola pikir dan pola makan untuk hidup yang lebih baik. Sayangi diri sendiri. Kalau bukan kita siapa lagi?

BACA JUGA: Memahami Manfaat Bekatul dan Kesehatannya

Anak Muda, Wasapada

Menurut hasil penelitian dari jurnal kesehatan yang dipublikasikan pada American College of Cardiology’s annual meeting di New Orleans, 20% orang yang mengalami serangan jantung berusia di bawah 40 tahun. Dan persentase ini mengalami peningkatan sebesar 2% setiap 10 tahun terakhir.

Gaya hidup menjadi penyumbang terbesar untuk kondisi ini. Mulai dari pola makan, jarang olahraga, duduk delapan jam berhadapan dengan laptop, bergadang, menghabiskan weekend di pub dan minum minuman beralkohol adalah aktivitas anak muda yang dapat menempatkan mereka pada risiko terkena penyakit jantung.

Jadi anak muda, bukan usia mudamu yang patut dibanggakan, pola hidup yang sehat itu yang harus dikerjakan—kalau mau hidup 1000 tahun lagi!

BACA JUGA: Suka Marah-Marah Bikin Cepat Tua?