Diet Gagal Terus? Mungkin Anda Bisa Coba Tes DNA!

0
50

Mungkin Anda pernah bertanya-tanya, kenapa orang bisa makan banyak tapi tetap kurus, sedangkan Anda, bolos kelas gym beberapa hari saja, badan sudah melar. Bahkan ada anekdot yang mengatakan, “Minum air saja” jadi lemak!

DR.Dr. Samuel Oetoro MS SpGK mengatakan, keberhasilan pola diet seseorang tergantung oleh gen. Sekarang coba Anda bayangkan, tubuh terdiri dari triliyunan sel. Di dalam sel ada kromosom dan kromosom terdiri dari DNA. Variasi DNA yang berbeda pada tiap-tiap orang telah menciptakan kebutuhan yang beragam pula.

Sehingga bisa dibilang masing-masing orang memiliki tingkat kebutuhan yang berbeda dalam hal nutrisi harian, sistem metabolisme tubuh, kemampuan fisik, dan jenis kulit. “Makanya, jangan heran ketika olahraga A cocok untuk si X sedangkan si Y cocoknya olahraga jenis B,” jelas Dr. Samuel dalam seminar kesehatan yang diadakan Prodia di Talaga Sampireun, Sabtu (10/8) lalu.

BACA JUGA: Jauh Lebih Sehat, Yuk, Ganti Gula dengan Gula Aren

Nutrigenomik, Studi Tentang Interaksi Gen dan Nutrisi 

Nutrigenomik adalah studi yang mempelajari bagaimana gen dan nutrisi berinteraksi. Gen mengubah makanan dan nutrisi secara spesifik sehingga berdampak pada proses metabolisme dan kesehatan secara keseluruhan.

Tiap-tiap orang memetabolisme karbohidrat, protein, dan lemak secara berbeda berdasarkan susunan genetiknya. Hal yang sama juga terjadi untuk olahraga. Karena  setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda, maka dibutuhkan pemeriksaan genomik; pemeriksaan gen bersifat individual berbasis profil genetika.

DR.Dr. Samuel Oetoro MS SpGK
Suasana seminar yang berlangsung hangat sekaligus antusias

Pemeriksaan genomik ini dapat menganalisis gen seseorang. Hasilnya akan memberi informasi tentang sensitivitas apa pun yang mereka miliki termasuk risiko obesitas berdasarkan gennya.

Profil DNA untuk Tahu Perencanaan Kesehatan

Dalam diet berdasarkan DNA, disebutkan kalau tubuh setiap orang memiliki kebutuhan unik dan dengan berfokus pada apa dibutuhkan tubuh, maka Anda akan mendapatkan tujuan kesehatan yang lebih optimal.

Melalui tes DNA, Anda bisa mengetahui kebutuhan nutrisi, faktor kesehatan metabolisme dan diet yang cocok, jenis vitamin mana yang perlu dioptimalkan, diet seperti apa yang akan sangat memengaruhi kolesterol, serta kepekaan terhadap laktosa.

Dengan mempelajari profil nutrisi genetik pribadi Anda, termasuk rasio karbohidrat, protein, dan lemak untuk tubuh, Anda dapat membuat keputusan yang lebih proaktif mengenai diet berdasarkan DNA.

Dengan kemampuannya untuk memberi informasi yang spesifik, diet berdasarkan DNA ini makin diminati, walaupun diiringi dengan pro dan kontra. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Stanford University dikatakan bahwa mereka yang melakukan diet berdasarkan DNA hasilnya tidak lebih baik ketimbang mereka yang melakukan diet yang berbeda.

BACA JUGA: Food Coma, Tepar Sehabis Makan Besar