Pemanis Apa Yang Paling Aman Dikonsumsi? Ini Kata Ahli Gizi

0
481
Pemanis Apa Yang Paling Aman Dikonsumsi? Ini Kata Ahli Gizi
Pemanis Apa Yang Paling Aman Dikonsumsi? Ini Kata Ahli Gizi

Kini kita bisa menemukan lebih banyak pilihan pemanis di pasaran. Mulai dari gula putih, gula coklat, gula kelapa, gula semut, gula aren, agave, dan masih banyak lagi.

Sebenarnya apa perbedaan dari berbagai macam pemanis itu dan yang paling penting mana yang paling baik untuk dikonsumsi?

Pemanis yang Paling Baik untuk Dikonsumsi?

Susan Hartanto, ahli gizi holistik pendiri Self Awareness Network, menjelaskan, kalau gula putih adalah salah satu pemanis yang harus dihindari. Kalaupun pun masih dikonsumsi, batasi jumlahnya dan frekuensi konsumsinya, karena jika berlebihan ia akan merugikan tubuh.

1. Pemanis dari Agave (Tidak disarankan)

Susan juga menyebutkan salah satu alternatif pemanis lain yang tidak disarankan adalah  agave.

Pemanis ini berasal tanaman alami, bisa digunakan sebagai tambahan minuman teh herbal atau sirup buatan sendiri.

Bahkan, pada beberapa negara, pemanis ini pun sering dijadikan selai untuk sarapan dengan roti.

Di supermarket yang menjual produk-produk impor pun, kita bisa menemukan agave versi organiknya, sehingga ia tampak “aman” dan menarik untuk para peminat gaya hidup organik.

BACA JUGA : Si Manis Pengganti Gula

“Sayangnya, meski natural, proses ekstrak agave membuat kandungan fruktosa (gula buah) sangat tinggi,” jelas Susan.

Akibat yang bisa ditimbulkan oleh tingginya kadar fruktosa yang masuk dalam tubuh adalah peningkatan resiko diabetes tipe 2.

“Fruktosa akan langsung dicerna liver yang akan membuat kerjanya sangat berat,” jelasnya.

Susan mengingatkan fruktosa tinggi banyak ditemui pada sirup yang digunakan pada bahan jus, biskuit, teh kemasan, bahkan untuk perasa pada kopi.

  • Lantas, mana yang paling aman untuk dikonsumsi sehari-hari?

2. Pemanis dari Daun Stevia

Menurut Susan, pemanis alami yang baik untuk digunakan sampai saat ini adalah Stevia. Berasal dari daun stevia, konon suku Indian Guarani sudah menggunakannya sebagai pemanis sejak ratusan tahun silam.

Dikenal juga sebagai sugar leaf, atau sweet leaf, Stevia adalah tanaman yang banyak tumbuh di daerah Amerika Selatan.

Namun karena kelebihannya, keberadaan Stevia semakin populer dan dibudidayakan di banyak tempat, termasuk Indonesia.

“Stevia memiliki nol kalori, serta tidak mengandung fruktosa dan glukosa. Maka ia menjadi alternatif yang lebih aman untuk penderita diabetes dibanding gula sintetis,” ungkap Susan.

Tingkat manis yang dihasilkan oleh stevia pun jauh lebih manis dari gula. Beberapa penelitian menyebutkan zat manis yang dihasilkan 300x lebih manis dari gula tebu.

Maka ketika memakainya hanya diperlukan sedikit saja. Meski sebagian orang ada yang tidak cocok dengan after-taste dari stevia yang agak kecut di lidah. Kadarnya pun mesti pas, karena jika terlalu banyak justru akan terasa pahit.

3. Kurma, Pemanis Alami Dengan Berbagai Kandungan Baik

Selain Stevia, Susan menyebutkan kurma sebagai salah satu alternatif pemanis yang aman.

Meski secara umum tidak tergolong pada kategori pemanis, Kurma bisa kita catat jika memerlukan pemanis pada beberapa olahan.

Dengan segala kandungan lengkap seperti nutrisi, mineral, dan vitamin di dalamnya, kurma adalah makanan utuh yang baik untuk menyumbang rasa manis.

“Kurma adalah makanan alami paling lengkap yang bisa kita jadikan pemanis. Ketika kita mengolah jus kurma, kita bukan sedang minum segelas pemanis, tetapi makanan utuh dengan cita rasa manis dan kandungan bermanfaat lainnya,” tutup Susan Hartanto.