Pemanis Apa Yang Paling Aman Dikonsumsi? Ini Kata Ahli Gizi

0
5679
pemanis paling sehat

Mungkin Anda sadar, sejak kasus pertama wabah Covid-19 diumumkan secara resmi di di Indonesia banyak orang melakukan panic buying untuk menumpuk stok keperluan sehari-hari di rumah.

Sejak saat itu sampai kemarin (17 Maret) tim Paprika ke supermarket, salah satu barang yang sulit ditemukan adalah gula pasir.

Lalu banyak yang mulai mengeluh…

Padahal dari sisi gaya hidup sehat, kondisi ini mungkin bisa jadi titik yang baik untuk  mulai mengurangi ketergantungan akan gula di rumah, karena sejatinya kita tahu kalau gula putih sebisanya dijauhi.

Cara lainnya, kita juga bisa beralih pada pemanis yang lebih baik. Kini kita bisa menemukan lebih banyak pilihan pemanis di pasaran. Selain gula putih ada juga gula coklat, gula kelapa, gula semut, gula aren, agave, dan masih banyak lagi.

Sebenarnya apa perbedaan dari berbagai macam pemanis itu dan yang paling penting mana yang paling baik untuk dikonsumsi?

Pemanis yang Paling Baik untuk Dikonsumsi?

Susan Hartanto, ahli gizi holistik pendiri Self Awareness Network, menjelaskan, kalau gula putih adalah salah satu pemanis yang harus dihindari. Kalau pun masih dikonsumsi, batasi jumlahnya dan frekuensi konsumsinya, karena jika berlebihan ia akan merugikan tubuh.

1. Pemanis dari Agave

Meski digadang-gadang sebagai pemanis alternatif yang baik karena alami dan rendah glikemik indeksnya, Susan tidak menyarankan agave.

Pemanis ini memang alami karena berasal tanaman, bisa digunakan sebagai tambahan minuman teh herbal atau sirup buatan sendiri.

Bahkan, pada beberapa negara, pemanis ini pun sering dijadikan selai untuk sarapan dengan roti.

Di supermarket yang menjual produk-produk impor pun, kita bisa menemukan agave versi organiknya, sehingga ia tampak “aman” dan menarik untuk para peminat gaya hidup organik.

pemanis agave
Perkebunan Agave

BACA JUGA : Si Manis Pengganti Gula

“Sayangnya, meski natural, proses ekstrak agave membuat kandungan fruktosa (gula buah) sangat tinggi. Jadi dia memang Low GI, tapi fructose-nya tinggi. Jadi tidak bisa hanya kita lihat satu sisi hanya GI-nya saja,”jelas Susan.

Akibat yang bisa ditimbulkan oleh tingginya kadar fruktosa yang masuk dalam tubuh adalah peningkatan resiko diabetes tipe 2.

“Fruktosa akan langsung dicerna liver yang akan membuat kerjanya sangat berat,” jelasnya.

Agave tak ubahnya seperti High Fructose Corn Syrup (HFCS) dengan harga yang lebih mahal. Kita tahu kalau umumnya ahli nutrisi dan peminat kesehatan, dan riset mengatakan bahwa HFCS adalah pemanis yang terburuk dari yang paling buruk.

Susan mengingatkan produk yang mengandung fruktosa tinggi tidak semuanya bisa kita ketahui secara langsung karena bahan ini kerap kali bersembunyi di balik sirup yang digunakan pada bahan jus, biskuit, teh kemasan, bahkan untuk perasa pada kopi.

2. Pemanis dari Daun Stevia

Menurut Susan, pemanis alami yang baik untuk digunakan sampai saat ini adalah Stevia.

Dikenal juga sebagai sugar leaf, atau sweet leaf, Stevia adalah tanaman yang banyak tumbuh di daerah Amerika Selatan.

Berasal dari daun stevia, konon suku Indian Guarani sudah menggunakannya sebagai pemanis sejak ratusan tahun silam.

Karena kelebihannya, keberadaan Stevia semakin populer dan dibudidayakan di banyak tempat, termasuk Indonesia.

stevia

“Stevia memiliki nol kalori, serta tidak mengandung fruktosa dan glukosa. Maka ia menjadi alternatif yang lebih aman untuk penderita diabetes dibanding gula sintetis,” ungkap Susan.

Tingkat manis yang dihasilkan oleh stevia jauh lebih manis dari gula. Beberapa penelitian menyebutkan zat manis yang dihasilkan 300x lebih manis dari gula tebu, maka dari itu pemakaiannya pun hanya perlu sedikit saja.

Meski begitu sebagian orang ada yang tidak cocok dengan after-taste dari stevia yang agak kecut di lidah. Kadarnya pun mesti pas, karena jika terlalu banyak justru akan terasa pahit.

3. Kurma, Pemanis Alami Dengan Berbagai Kandungan Baik

Selain Stevia, Susan menyebutkan kurma sebagai salah satu alternatif pemanis yang aman.

Meski secara umum tidak tergolong pada kategori pemanis, Kurma bisa dicatat jika kita memerlukan pemanis pada beberapa olahan.

Dengan segala kandungan lengkap seperti nutrisi, mineral, dan vitamin di dalamnya, kurma adalah makanan utuh yang baik untuk menyumbang rasa manis.

“Kurma adalah makanan alami paling lengkap yang bisa kita jadikan pemanis. Ketika kita mengolah jus kurma, kita bukan sedang minum segelas pemanis, tetapi makanan utuh dengan cita rasa manis dan kandungan bermanfaat lainnya,” tutup Susan Hartanto.