Penderita Diabetes Boleh Kok Puasa, Asal…

0
245
Seminar Diabetes Novo Nordisk

Menjalani ibadah puasa secara penuh adalah sesuatu yang dirindukan oleh umat Muslim. Sayangnya, untuk beberapa kondisi tertentu justru berpuasa bisa menempatkan diri pada risiko kesehatan, salah satunya buat penderita diabetes.

“Pada dasarnya, pasien diabetes tipe 2 boleh-boleh saja berpuasa. Tapi, mereka juga harus paham mengenai tantangan dan risiko yang dihadapi selama menjalankannya. Mereka juga tidak boleh terlalu mengubah drastis pola makannya,” jelas Prof. Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FINA, saat menjadi pembicara pada pada seminar “Penderita Diabetes di Perkotaan: Bagaimana Cara Bertahan Hidup Seperti Orang Nornal Selama Bulan Ramadhan” bersama Novo Nordisk, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

Lebih lanjut dr. Sidartawan mengatakan sangat penting edukasi yang benar mengenai tata cara berpuasa buat pengidap diabetes tipe 2 terutama di kota besar seperti Jakarta.

Ini dikarenakan dari hasil survei Riskesdas 2018 menyatakan kalau DKI Jakarta menempati peringkat pertama sebagai kota dengan tingkat diabetes tertinggi di Indonesia.

“Gaya hidup yang tidak sehat dan ketidaktahuan kalau mengidap diabetes adalah penyebab kenapa tingkat mengidap diabetes di kota besar salah satunya Jakarta cukup tinggi,” jelas dr. Dwi Oktavia T.L. Handayani, M. Epid, Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang turut hadir dalam seminar tersebut.

Buat Anda yang mengidap diabetes dan ingin menjalankan ibadah puasa, ada aturan dan tips yang sebaiknya diikuti:

  1. Lengkapi asupan karbohidrat kompleks (kentang, beras merah, roti gandum, buah-buahan) saat sahur dan karbohidrat sederhana (pudding, jus, susu) saat berbuka.
  2. Hindari makanan siap saji, gorengan, serta makanan dan minuman yang mengandung gula berlebihan
  3. Patuhlah pada kalori dan takaran makanan yang boleh dikonsumsi
  4. Jangan lupa untuk tetap aktif melakukan kegiatan fisik secara rutin yang dapat dilakukan sehari-hari misalnya berjalan kaki, menggunakan tangga, bersepeda, dan berenang.

Risiko yang Harus Diwaspadai

Banyak tantangan dan resiko yang dihadapi oleh penderita diabetes tipe 2 dalam puasa. Beberapa diantaranya adalah memburuknya kendali gula darah, hipoglikemia, dan risiko dehidrasi.

makanan manis dilarang dikonsumsi pengidap diabetesDi saat menahan lapar dan haus dalam berpuasa, penderita diabetes tipe 2 rentan mengalami hipoglikemia. Begitu pula ketika berbuka puasa ada kemungkinan kadar gula darah meningkat.

Selain juga berpengaruh terhadap penurunan berat badan, perubahan komposisi tubuh seperti bertambahnya jaringan lemak bertambah dan berkurangnya jumlah massa otot yang memengaruhi penurunan jumlah dan sensitivitas insulin.

BACA JUGA: 5 Cara Sederhana Agar Gula Darah Anda Oke 

Buka Puasa Jika Sudah Ada Tanda Ini

Perubahan pola makan, tidur, dan minum obat saat berpuasa, menjadi tantangan dan risiko besar bagi para pasien diabetes.

Hipoglikemia atau turunnya kadar gula merupakan risiko yang paling dikhawatirkan para pasien diabetes. Jika tidak segera ditangani, hipoglikemia dapat merusak sel otak dan mengganggu kemampuan kognitif otak.

Maka dari itu,  penting bagi pasien diabetes untuk mendapatkan edukasi yang benar dan  memahami risiko-risiko yang akan dihadapi.

“Satu sampai dua jam sebelum berbuka misalnya sudah kelihatan keringat dingin, basah semua, berdebar-debar jantungnya, itu harus diwaspadai karena bisa adalah gejala hipo. Nah, jika sudah mengalami tanda-tanda tadi langsung dibatalin, jangan mikir lagi kalau nanggung sudah mau buka. Itu sangat bahaya,” himbau dr. Sidartawan.

Kemunculan gejala ini bisa disebabkan karena aktivitas fisik yang terlalu keras, kurangnya asupan saat makan sahur, kurang suntik insulin, atau obat terlalu banyak. Para pasien diabetes harus mencari tahu kira-kira apa penyebabnya, lalu setelah itu dapat disesuaikan kembali.

Sedia Gula Di Saku 

“Saran saya, kemanapun pasien diabetes pergi, di kantungnya harus selalu ada gula atau permen, itu harus ada. Khawatir misalnya kita lagi kejebak macet di jalan tol sendirian, lalu kita kena hipo, mau minta tolong siapa? Jadi, selalu prepare aja,” tambahnya lagi.

Ada baiknya para pasien diabetes tipe 2 selalu berkonsultasi dengan dokter agar mengetahui solusi terbaik baginya. Ini dikarenakan kapasitas orang tidak sama, baik dari segi mengatur pola makan hingga bagaimana pengobatan selama berpuasa.

Itulah

BACA JUGA: Pentingnya Jauhi Gula