Pandemi Membawa Kembali Tradisi Memasak Di Rumah

0
28
belajar masak covid

Tak diragukan, Pandemi Covid-19 telah mengubah banyak sisi dari gaya hidup masyarakat di seluruh dunia.

Baru-baru ini Euromonitor mengeluarkan hasil risetnya dan menyimpulkan adanya 4 perubahan gaya hidup masyarakat yang terjadi karena Covid-19 ini, yaitu:

1. Kesadaran lebih tinggi untuk menjaga Kesehatan (Tindakan Preventif)

Produk yang berkaitan dengan kesehatan dan kebugaran meningkat tinggi, termasuk produk-produk yang erat kaitannya dengan kebersihan diri seperti masker dan sanitizer.

2.Perubahan Channel

Restoran termasuk restoran cepat saji mengalami penurunan kunjungan konsumen yang signifikan. Kondisi ini mempengaruhi bagaimana konsumen kini menikmati produk dari restoran. Walaupun beberapa Negara dan wilayah sudah mulai memperbolehkan aktifitas kembali normal, tapi banyak konsumen yang masih merasa was-was akan kebersihan restoran dan tetap menghindari diri dari kerumunan.

3. Menyimpan Makanan

Sebaliknya, karena tidak bisa jajan di luar, orang harus masak di rumah. Dampaknya, permintaan untuk makanan pokok meningkat tajam, baik melalui online maupun offline. Beberapa negara yang mengalami problem logistik menerapkan rasionalisasi sampai 1-3 pembelian untuk setiap jenis bahan makanan.

4. Pola Baru #DiRumahSaja

Penggabungan antara ruang professional dan ruang pribadi menjadikan kehidupan virtual sebagai realitas baru. Kondisi ini adalah hal yang biasa bagi generasi muda. Tapi untuk generasi senior, adanya Covid-19 memaksa generasi senior untuk mengadopsi gaya hidup baru.

pandemi perubahan perilaku

Empat perubahan perilaku tersebut membawa beberapa perubahan pada hubungan kita dengan makanan, antara lain:

1. Kembalinya Tradisi Memasak Di Rumah

Pada awal pandemic Covid-19, banyak terjadi pergeseran dari pola konsumsi yang tadinya mengkonsumsi di restoran menjadi online delivery. Semakin lama terbaca adanya kegelisahan masyarakat yang kurang nyaman dengan makanan yang disiapkan orang lain. Akibatnya, banyak keluarga kini memilih untuk  mempersiapkan makanan mereka sendiri.

24% generasi muda menyatakan mereka tidak terlalu percaya diri dengan kemampuan memasak mereka. Namun dengan adanya tuntutan untuk memasak sendiri, konsumen terdorong untuk belajar memasak dan jenis bahan masakan sederhana akan mengalami peningkatan. Pasta dan makanan kaleng menjadi alternatif makanan pertama yang akan mengalami peningkatan.

2. Berubahnya Kebiasaan Ngemil

Kebiasaan kita untuk mengkonsumsi snack juga telah berubah dengan adanya pandemik ini. Jika sebelum pandemi covid-19 kita dengan mudah mampir ke toko swalayan untuk membeli makanan kecil, kini orang lebih memilih membeli makanan camilan secara online dan dalam jumlah besar yang kemudian dikemas menjadi porsi yang lebih kecil.

Konsumen juga akan terus mencari makanan manis untuk menjadi pelampiasan menghilangkan stress.

3. Perubahan Konsumsi Susu 

Beberapa konsumen di berbagai negara mulai mengurangi konsumsi susu segar dan mencari alternatif susu yang dapat disimpan lebih lama seperti susu bubuk.

Dan dengan adanya perubahan kebiasaan untuk memasak di rumah, dan beberapa keluarga mulai membuat roti atau cake sendiri, maka permintaan terhadap mentega, cream dan keju juga meningkat. Ini terutama terjadi di negara yang memang makanan pokoknya berupa roti atau beberapa kondisi masyarakat yang mulai mengkonsumsi roti sebagai makanan pokok.

4. Perubahan Pada Supply Chain

Karena adanya beberapa pembatasan dan keterbatasan tenaga kerja akibat pandemic covid-19 ini, maka supply chain akan mengalami kontraksi. Hal ini sudah kita lihat dimana ada banyak kejadian over supply bahan makanan tertentu di suatu daerah, namun ada permintaan yang tinggi di daerah lain yang distribusinya bermasalah.

Amazon.com bahkan menambah 100.000 lowongan pekerjaan di bagian distribusi untuk memastikan bahwa seluruh konsumen mendapatkan produk sesuai yang dijanjikan dan dalam waktu yang ditentukan.

BACA JUGA: Buteyko Breathing Untuk Memperbaiki Pola Napas
BACA JUGA: Mengenal Makanan Fungsional