Mungkin Kita Sesekali Perlu Detoks Digital ….

0
159
manfaat detoks digital

Dampak dari kerusuhan 21-22 Mei 2019 adalah dibatasinya akses penerimaan gambar dan konten video di media sosial demi meminimalisir informasi hoaks. Ditakutkan video ataupun gambar yang biasanya dikirimkan secara massal dari grup ke grup di media sosial akan semakin menyebarkan ketakutan.

Terlepas dari peristiwa yang terjadi kemarin (21/5) dan hari ini (22/5), sebenarnya sudah sejak lama para peneliti melakukan warning mengenai bahaya paparan dunia digital. Penggunaan media sosial kerap dikaitkan dengan peningkatan emosi negatif dan masalah kesehatan mental.

Sebagai contoh, beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara penggunaan media sosial dan depresi, sehingga mereka yang menggunakan media sosial lebih cenderung menderita depresi. Demikian pula, peningkatan penggunaan media sosial juga terkait dengan faktor negatif lainnya, seperti rendahnya harga diri.

Lebih dalam dari itu, menurut data penelitian yang dirangkum oleh Science Direct, media sosial juga bisa memberikan dampak peningkatan rasa cemas, iri, kelelahan emosional, meningkatkan stres, mengurangi kualitas tidur, menghalangi kewajban penting dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan terutama mental.

BACA JUGA: Stres Karena Belum Dapat Pekerjaan? Ini Cara Mengatasinya

Penelitian yang diterbitkan oleh Emerald Publishing Limited, bahkan menyebutkan kalau media sosial bisa meningkatkan paparan cyberbullying, rentan pelecehan seksual, terutama bagi anak-anak remaja.

Dan penelitian yang dilakukan oleh Ofcom, terungkap bahwa 46% anak usia 11 tahun, 51% anak usia 12 tahun dan 28% anak usia 10 tahun sudah memiliki akun di media sosial. Sesuatu yang membuat mereka semakin rentan terhadap bahaya paparan dunia digital.

Waktunya Detoks Digital!

Sebenarnya tidak ada yang salah dari penggunaan media sosial, asal digunakan sewajarnya dan sesuai dengan kebutuhan. Setidaknya Anda bisa online di jam kerja, namun membatasi penggunaan media sosial ketika pulang kerja dan di weekend.

Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan mulai dari:

  1. Berhenti Membandingkan Diri

Sadarkah Anda terlalu banyak berlama-lama membuka media sosial membuat Anda lebih sering membandingkan diri dengan kehidupan orang lain. Pada akhirnya, kebiasaan ini justru berdampak serius pada penilaian terhadap diri sendiri.

Misalnya, jika semua orang yang Anda kenal menikah dan memiliki bayi tetapi Anda masih lajang, Anda mungkin akhirnya merasa terisolasi dan kesepian. Ini bahkan dapat menyebabkan depresi serius bagi sebagian orang. Melepaskan diri dari siklus yang tidak sehat ini dengan mengambil istirahat dari media sosial dapat membuat Anda berhenti menjadikan kehidupan orang lain sebagai tolak ukur kebahagiaan diri sendiri.

  1. Melindungi Privasi

Media sosial adalah cara yang mudah untuk tetap berhubungan dan berbagi foto, tetapi juga mengharuskan Anda untuk melepaskan banyak privasi. Apalagi kecenderungan sekarang menjadkan media sosia sebagai buku harian terbuka.

  1. Meningkatkan Mood Positif

Penelitian-penelitian yang diuraikan sebelumnya telah membahas bagaimana peran media sosial memicu timbulnya depresi. Karenanya, mengurangi penggunaan media sosial sejatinya meningkatkan mood baik dan menjaga situasi hati tetap netral.

  1. Terkoneksi dengan Dunia Nyata

Apakah Anda cenderung lebih banyak berkomunikasi dengan teman-teman secara digital ketimbang tatap muka? Ideal sebuah komunikasi dilakukan secara langsung untuk kembali pada hubungan yang semestinya, bertemu, bertatap mata dan mengobrol melalui mulut bukan ketikan tangan di keypad.

Yuk, Detoks Digital mulai dari sekarang

BACA JUGA: 5 Cara Sederhana Agar Gula Darah Anda Oke