Minyak Bekas Bisa Bermanfaat, Jangan Dibuang Sembarangan

0
3944

Rasanya hampir di semua dapur ada minyak sebagai salah satu bahan memasak. Namun setelah dipakai, kemana Anda membuang minyak bekas itu? Karena tidak tahu harus dibuang kemana, umumnya orang akan membuangnya minyak jelantah ke saluran air yang ada di dapur ataupun selokan rumah, yang akhirnya mengakibatkan penyumbatan di saluran air dapur, selokan rumah.

Selain itu, limbah minyak pun sudah pasti tidak baik untuk lingkungan.

Selain mengotori lingkungan, baunya pun tidak sedap. Minyak jelantah akan mengikat partikel-partikel padat dalam saluran pembuangan hingga membentuk sendimen yang jika terus menerus numpuk bisa membeku sehingga menghalangi laju air dan memicu banjir,  belum lagi bagian-bagian kecil makanan yang terbawa minyak bisa menimbulkan masalah.

Jamur dan bakteri bisa bersarang di permukaan dan menjadikannya bahan beracun. Kontaminasi minyak pada tanah juga bisa mengganggu fungsi organisme di dalam tanah yang menurunkan tingkat kesuburan.

Padahal, minyak jelantah bisa dimanfaatkan, mulai dari menjadi bahan bakar lampu minyak, sabun cair, bahan bakar biodiesel, pupuk penyubur tanamanan, hingga cairan pembersih lantai!

Anda yang peduli lingkungan pasti senang mendengar kalau seperti halnya sampah, minyak jelantah pun bisa kita bawa ke bank sampah. Bagaimana tidak, dengan begini kita jadi lebih tenang karena  tahu minyak bekas dari rumah kita tidak mengalir liar menambah beban lingkungan, tapi diolah hingga memiliki manfaat!

Salah satu badan yang menerima limbah minyak rumah tangga adalah Jelantah4Change.  gerakan ini dimulai di Kota Balikpapan pada  2016, digerakkan oleh para relawan yang disebut Jelantah Heroes.

Sosialisasi ke Ibu-Ibu PKK Kel. Margasari, Balikpapan dan Mahasiswa KKN dari Universitas Balikpapan.
J4C menjembatani kunjungan sebuah sekolah ke tempat pengolahan jelantah jadi biodiesel di Tanjung Barat, Jaksel. Sayang fasilitas disini sudah tutup sekarang.
Salah satu Kegiatan Sosial J4C dari dana hasil pengelolaan jelantah yaitu pengadaan dan pembagian buku bacaan anak ke salah satu Panti Asuhan di Samarinda.

Di Jelantah4Change, minyak bekas diolah menjadi biodiesel, lilin, hingga sabun. Misi utama gerakan dari Jelantah4Change adalah edukasi, dari edukasi inilah mereka menerima pengumpulan jelantah dan dana yang terkumpul akan dipakai untuk kegiatan sosial seperti beasiswa pendidikan. Di tahun 2018  pengumpulan minyak jelantah baru dimulai di beberapa kota besar, yang sebelumnya hanya di Kalimantan Timur. Tahun 2018, minyak jelantah yang sudah terkumpul di J4C mencapai 2,275 liter.

Pengiriman jelantah hasil pengumpulan J4C dari Kaltim tahun 2017. Jelantah dikirim ke CV. Artha Metro Oil di Surabaya.

“Jelantah4change ada di beberapa kota ataupun di luar Jakarta walaupun masih terbatas. Kami mengapresiasi semua pihak yang punya kepedulian sama dengan misi gerakan kami, namun karena ini adalah gerakan sosial yang berbasis relawan maka aktivitas menyesuaikan waktu masing-masing relawan. Kami juga siap menerima jelantah yang dikirim ke kami,” jelas salah satu relawan Jelantah4Change, Johanes Anton Witono.

Tidak ada syarat tertentu untuk mengirimkan minyak jelantah kita ke Jelantah4change, intinya kita harus sukarela, jelantahnya tidak bercampur air atau material lain, dan tidak ada jumlah minimal yang harus dikirim.

Jika ingin mengirimkan minyak jelantah, Anda bisa mengontak Johanes Anton Witono di nomer 08159242765. Anda juga bisa mengulik lebih dalam tentang kegiatan mereka di instagram @Jelantah4Change     

Selain mengirim minyak bekas, Anda juga bisa memanfaatkannya menjadi sabun rumah tangga. Tertarik? Coba tonton video tutorialnya dari teman-teman kami di Sustainable Indonesia!