Mimisan… Bagaimana Cara Menanganinya?

0
356
mimisan-epistaksis-darah

Banyak orang, baik anak kecil sampai orangtua, pernah mengalami mimisan. Darah yang keluar dari hidung tak jarang bikin kita panik, terlebih lagi kalau anak yang masih kecil yang mimisan. Apa sih sebenarnya mimisan itu dan bagaimana cara menanganinya?

Secara medis, mimisan disebut epistaksis atau epistaxis, yaitu kondisi pecahnya pembuluh darah di hidung, yang menyebabkan darah mengalir keluar lewat lubang hidung.

Penyebabnya beragam, bisa karena kecelakaan, olahraga, mengorek hidung terlalu keras sehingga luka pada mukosa hidung, bisa juga karena kelainan metabolisme tubuh, misalnya merupakan tanda demam berdarah, tumor di hidung, atau peradangan hidung.

Prapti Utami, seorang dokter yang menekuni pengobatan herbal, menjelaskan hal ini lebih jauh. Jaman dulu, ungkapnya,  kalau anak kecil mimisan, pertolongan pertama adalah mencari daun sirih, digulung dan dimasukkan ke hidung.

Khasiat-dan-Manfaat-Daun-Sirih-mimisan
Kandungan Daun Sirih sering diandalkan untuk mengobati mimisan dan perdarahan lainnya

Secara tradisional Sirih memang kerap menjadi andalan kita yang tinggal di Indonesia untuk mengobati mimisan. Termasuk dalam famili Piperaceae, jenis tanaman merambat ini dikenal dalam beragam beragam nama, seperti betel di Prancis, Vitele di Portugal, Ju Jiang  di China, dan sirih  di Indonesia.

Dalam daun sirih terkandung antara lain minyak esensial, hydroxycatechol, chavicol, chavibetol, eugenol, methyl eugenol, kariofilena, cadinene, estragol, terpennena, seskuiterpena, fenil propana, tanin, diastase, gula dan pati. Kandungan bahan-bahan kimia inilah yang dipercaya bisa membuat daun sirih menghentikan perdarahan pada saat mimisan dan perdarahan pada luka.

Kandungan antiseptik yang tinggi pada daun sirih juga membuatnya banyak digunakan untuk mengobati masalah bau badan dan mulut, menyembuhkan luka dan ruam pada kulit, serta mengobati keputihan pada wanita. Kandungan fenol pada daun sirih diketahui lima kali lebih efektif sebagai antiseptik dibandingkan dengan fenol biasa.

“Masa kecil saya di desa, orang-orang desa selalu melakukan hal tersebut. Jika suatu siang terik ada anak mimisan, daun sirih jadi andalan. Beda tindakan yang dilakukan bapak saya, yang adalah seorang perawat, atau disebut mantra. Ketika saya mimisan, beliau menggulung kapas hingga padat, dan memasukkannya ke lubang hidung, lalu ditekan. Jaman tahun 70-an kami belum punya kulkas untuk membuat batu es yang bisa membantu hentikan perdarahan,”jelasnya.

Meski berbeda, pada dasarnya kedua tindakan di atas bermaksud sama, yaitu untuk menghentikan perdarahan dengan menekan pembuluh darah supaya mampet.

Adapun, pesan Dokter Prapti, yang perlu diperhatikan ketika menangani mimisan adalah orang yang mimisan itu harus diposisikan duduk. Sementara dianjurkan bernapas lewat mulut dulu, karena seringkali kondisi seperti itu membuat orang bingung nafas. Untuk menghentikan aliran darah bisa juga dengan menjepit hidung dengan jari telunjuk dan jempol dan menekannya, atau dengan batu es yang dibungkus kain dan dikompreskan di hidung untuk mengecilkan pembuluh darah.

Ada kasus hipertensi yang ditandai dengan mimisan dan dibiarkan darahnya keluar, ini adalah kasus khusus yang tidak dijumpai semua orang. Jika mimisan sangat banyak dan Anda curiga disebabkan karena hal yang lain seperti karena demam berdarah, segera ke rumah sakit.

Sumber: Facebook Group Pendamping Sehat