Menyikapi Tingginya Angka Bunuh Diri di Indonesia

0
214
bunuh diri

10 September diperingat sebagai World Suicide Prevention Day. Tahukah Anda kalau seperempat orang Indonesia pernah berpikir untuk melakukan tindakan bunuh diri? atau perempuan memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan bunuh diri lebih besar ketimbang laki-laki? Data mengenai ini dipublikasikan oleh YouGov Omnibus.

Pada umumnya ketika Anda melihat orang lain melakukan upaya bunuh diri, pasti kita akan berpikiran aneh dan menganggap itu adalah suatu tindakan bodoh. Padahal menurut dr. Gina Anindyajati, SPKJ psikolog dari Angsamerah mengatakan upaya bunuh diri adalah sesuatu yang lazim dan bukan pilihan yang “ekstrim”. Kenyataan malah menunjukkan kalau upaya bunuh diri sering ditemukan dalam aktivitas sehari-hari.

BACA JUGA: Lingkaran Setan Itu Bernama Bullying

Menurut Jake Gammon, Kepala Omnibus APAC di YouGov Omnibus, aksi bunuh diri dilakukan karena pengidap masalah kesehatan jiwa cenderung diam dan tidak mencari bantuan. Kenapa orang bisa akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya?

“Bunuh diri merupakan akibat dari gangguan jiwa yang dialami seseorang. Persentase terbesar adalah karena depresi, sedangkan gangguan jiwa lain seperti skizofrenia juga bisa memicu orang melakukan bunuh diri,” jelas dr. Gina.

Seseorang yang memiliki ide bunuh diri, bisa jadi tidak pernah melakukannya. Namun ada juga yang merencanakan bunuh diri sejak lama—bisa berhari-hari atau bahkan bertahun-tahun, sebelum akhirnya benar-benar mengakhiri hidupnya. Tapi, ada juga orang yang bunuh diri secara spontan alias tiba-tiba.

“Kalau bunuh diri akibat gangguan jiwa, bisa diobati dengan terapi obat-obatan dan konseling psikologi,” tambah dr. Gina. Lebih lanjut dr.Gina mengatakan kalau kecenderungan orang melakukan bunuh diri terjadi di usia kurang dari 30 tahun.

Alasannya tentu beragam; stres akibat perpisahan, penolakan sosial, pengangguran,  permasalahan hukum dan lain-lain. Penyalahgunaan obat-obatan dan gangguan kepribadian juga menjadi penyebab seseorang melakukan bunuh diri.

Bagaimana Mencegah Bunuh Diri?

Sejatinya bunuh diri adalah masalah yang seharusnya bisa dicegah dari lingkungan terdekat. Pahami gejalanya untuk melakukan tindakan pencegahan. “40% pasien depresi biasanya pernah melakukan upaya menyakiti diri atau malah mencoba melakukan bunuh diri,” jelas dr. Gina.

BACA JUGA: Penduduk Indonesia Paling Cepat Menikah, Dampak Sosial Media?

Lantas, bagaimana bila Anda sendiri yang berpikir untuk bunuh diri? Sadarilah kalau Anda tidak sendiri. Sudah banyak komunitas penguatan mental disorder yang bisa menjadi media untuk Anda bergabung dan menguatkan diri. Beberapa komunitas yang bisa Anda ikuti antara lain:

  1. Depression Warriors Indonesia
  2. Kata Djiwa

Yakinlah kalau Anda bisa mengatasi rasa sakit dan keinginan untuk bunuh diri. Anda tidak sendirian, karena beberapa orang hebat pernah melalui apa yang Anda alami sekarang ini. Bagaimanapun sulitnya, hidup tetap layak dijalani. Ingatlah:

  1. Emosi Anda tidak tetap. Bagaimana perasaan hari ini mungkin tidak sama dengan apa yang akan dirasakan kemarin, besok atau minggu depan.
  2. Ketidakhadiran Anda akan menciptakan kesedihan dalam kehidupan teman-teman dan orang-orang yang Anda sayangi terkasih.
  3. Ada banyak hal yang masih bisa Anda capai dalam hidup
  4. Kemampuan Anda untuk mengalami emosi yang menyenangkan sama dengan kemampuan Anda untuk mengalami emosi yang menyedihkan.