Menjadi Pria dan Wanita yang Tanggap Menstruasi

0
101
pria dan wanita tanggap menstruasi

Buat para perempuan, Mungkin Anda pernah mengalami hal-hal di bawah ini ketika menstruasi:

Malu membawa pembalut ganti ke toilet karena harus melewati teman-teman kantor

Bisik-bisik menanyakan siapa yang punya pembalut ekstra ketika Anda ternyata baru “dapat” saat di kantor

Sungkan memegang pembalut saat mengantre di supermarket apalagi kalau kasirnya laki-laki

Buat pria, apa yang ada di dalam pikiran Anda ketika mendengar kata menstruasi?

Jijik

Sesuatu yang tidak seharusnya diucapkan, dibahas atau…

Justru Anda menganggap itu urusan yang “sangat” perempuan jadi laki-laki tidak perlu tahu.

Penelitian yang diterbitkan oleh Indian Anthropological Association menjelaskan bahwa hanya 7,7 % perempuan di Jaipur yang tidak mengalami pengalaman tidak mengenakkan terkait menstruasi.

Sementara 51,5 % laki-laki diketahui tidak memahami konsep yang benar tentang menstruasi. Umumnya yang menjadi pengetahuan laki-laki adalah bahwa menstruasilah yang membuat seorang perempuan menjadi perempuan seutuhnya—sekaligus penjelasan untuk semua tingkah absurdnya!

BACA: Bersih-bersih Media Sosial Dari Postingan “Wisata Demo”

Kampanye Periods Are Not An Insult adalah salah satu dari sekian bentuk protes terhadap pandangan-pandangan salah mengenai menstruasi. Sudah saatnya menstruasi tidak hanya menjadi urusan perempuan tetapi juga laki-laki. Kok kesannya maksa? Tentu tidak dong!

hari menstruasi sedunia
Sumber: Foto

Apakah di sini ada laki-laki yang dalam interaksinya tidak beririsan dengan wanita? Entah ibunyakah, saudara perempuannya atau pasangannya?  Pasti semua pria pernah berurusan dengan perempuan. Sebagai bagian dari ummat manusia, Anda tidak bisa menghindari perempuan.

Makanya, penting untuk tahu informasi yang benar mengenai menstruasi dan memberikan pemahaman. Peran apa yang bisa diberikan laki-laki?

Peran Laki-Laki Terhadap Informasi Mengenai Menstruasi

Memperingati hari Menstrual Hygiene Day pada 28 Mei, Anda para laki-laki bisa turut mengambil peran. Sebagai anggota komunitas, laki-laki bisa menjadikan menstruasi sebagai topik umum. Caranya? Cukup tidak bereaksi berlebihan ketika salah satu temanmu “ketahuan” sedang datang bulan. Dengan memberikan reaksi yang wajar, Anda bisa mengurangi perasaan sungkan si teman tersebut.

Sebagai pemimpin, apakah itu atasan, pendidik, dalam lingkup pekerjaan ataupun ruang didik, Anda bisa mengedukasi orang sekeliling sehingga memudahkan perempuan untuk mengelola menstruasi dengan bermartabat.

Laki-laki yang berkedudukan sebagai kepala keluarga juga sangat bisa mendukung istri dalam hal mengajarkan konteks kebersihan menstruasi untuk anak perempuan dan laki-lakinya. Salah satu caranya adalah menjadikan menstruasi sebagai topik percakapan yang biasa dengan anggota keluarga baik yang laki-laki maupun perempuan, termasuk anak-anak.

Tanyakan apa yang mereka ketahui tentang menstruasi (proses, gejala, dan produk). Apa yang mereka pelajari di sekolah, dan siapkan jawaban jika mereka memiliki pertanyaan. Jika Anda seorang ibu, bersikaplah vokal tentang kapan Anda mendapatkan menstruasi dan apa yang dirasakan. Percakapan adalah katalisator untuk memberikan perubahan mengenai stigma sosial salah tentang menstruasi.

Terakhir, buat para laki-laki, Anda tidak diminta untuk memegang selembar pembalut dan menentengnya kemana-mana sebagai bentuk kepedulian terhadap menstruasi. Tapi bersikaplah biasa karena itu adalah siklus kehidupan perempuan. Dan, para perempuan, menstruasi adalah proses natural yang Anda alami, janganlah merasa “kotor” atau semacamnya. Genggam pembalutmu dan katakan, “Ya, saya sedang menstruasi, terus kenapa?”

BACA JUGA: Mengenal Menstrual Cup, Pembalut Wanita Ramah Lingkungan