Cara Baru Nikmati Jamu

0
192
es krim dan jamu di acaraki
Kombinasi es krim dan jamu, salah satu menu di Acaraki.

Warnanya kehijauan kental dan disajikan dalam gelas sloki lengkap dengan seiris lemon untuk menghilangkan pahitnya. Eits tenang, mood-nya saja yang seperti vodka, padahal ini sebenarnya ramuan sambiloto yang terkenal dengan rasa pahit yang berkhasiat. Sajian ini bisa Anda temui di Acaraki Café di Kota Tua Jakarta.

Ditemui di cafenya, sang owner Jony Yuwono menjelaskan kalau Acaraki adalah kafe jamu yang mengusung tema minum jamu secara kekinian. The Challenger—nama minuman yang tadi, hanyalah salah satu dari beberapa menu jamu yang diolah dan disajikan dengan menggunakan mesin kopi.

founder acaraki
Jony Yuwono, owner Acaraki

Oh ya, apa bisa mesin kopi digunakan untuk mengolah beras kencur, kunyit asam, jahe dan teman-temannya? Jawabannya bisa banget! Bayangkan mesin-mesin kopi seperti manual espresso, V60, pour over coffee digunakan untuk memproses segelas jamu. Lantas, bagaimana hasilnya?

sambiloto
The Challenger, campuran sambiloto dan temulawak

Secara visualisasi dan estetika tentunya terlihat mewah dan berkelas dan dari segi taste tak ubahnya jamu gendong yang biasa kita minum sehari-hari. Hanya saja tergantung mesin kopi yang digunakan, rasanya ada yang light ada juga yang bold.  “Kalau ditanya apakah dengan mesin kopi akan mengurangi khasiat kesehatannya, tentu perlu penelitian lebih lanjut mengenai penelitian ini,” jelas Jony lagi.

BACA JUGA: Filosofi Segelas Jamu

Sudah berdiri sejak setahun lalu, sejatinya konsep Acaraki dibentuk Jony untuk mengganti konsep-konsep kaku dan negatif mengenai jamu. Selama ini orang menolak minum jamu dengan alasan pahit, padahal kopi juga pahit ya tapi kenapa orang mau minum kopi?—terutama anak muda. Demikian juga persepsi yang salah mengenai iklan jamu yang identik dengan pembesaran alat vital, melangsingkan badan dan bahkan jamu sendiri di Solo menjadi kata lain dari daging anjing.

Harapan Jony dengan mengemas jamu lebih kekinian seperti ini, bisa mengubah persepsi orang mengenai jamu, terutama anak-anak muda. Menurut Riset Tanaman Obat dan Jamu 2012, ada sekira 30.000 tanaman herbal di Indonesia yang bisa digunakan sebagai obat dan kesehatan. Industri farmasi baru menggunakan 30% dari sumber daya tersebut. Riset yang sama juga menguraikan fakta, dari 1070 suku yang ada di Indonesia 200 diantaranya memiliki 15.000 ramuan herbal untuk kesehatan.

“Kalau ini tidak segera dilestarikan, bisa-bisa beberapa tahun ke depan pengetahuan mengenai tanaman jamu ini bisa hilang dan tidak ada lagi yang tersisa untuk anak cucu kita di masa mendatang,” tambah Jony.

Tentang Kekayaan Rasa dan Kenangan Masa Lalu

jahe
Potongan jahe yang sudah dikeringkan, siap untuk dijadikan minuman.

Lebih jauh tentang tanaman jamu, Jony bercerita, tidak ubahnya seperti biji kopi, tanaman-tanaman jamu ini juga memiliki flavor yang berbeda, tergantung dimana daerah asalnya. Misalnya, kencur Wonogiri berbeda dengan kencur asal Lampung. Dan tentunya flavor yang keluar akan berbeda pula ketika diolah dengan mesin kopi tertentu.

Teknik-teknik inilah yang masih akan terus dieksplorasi oleh Jony dan teman-teman dari Acaraki. Rencananya, paling lama bulan depan Acaraki akan membuka cabang baru di daerah Kemang untuk mengangkat konsep modern jamu sambil tetap memaknai nilai-nilai tradisionalnya.

BACA JUGA: Apakah Vitamin D Anda Sudah OK?

Mulai sekarang, ketika Anda mampir ke Kota Tua dan secara tidak sengaja berkunjung ke Acaraki, pesanlah segelas jamu sembari memaknai hal ini. Di era kerajaan Jawa masa lalu, jamu hanya disajikan pada kalangan bangsawan. Sekarang, kita semua bisa mendapatkan khasiatnya.

Orang tua kita juga minum segelas jamu gepyokan yang dibikin dengan prosesi puasa terlebih dulu oleh mbok pembuat jamu.  Jamunya dibikin dua batch lagi, subuh dan siang. Dikemas dengan botol beling untuk menjaga kesterilan dan rasa. Di era sekarang, Anda bisa menikmati segelas jamu sambil duduk manis di kafe, mendengarkan Payung Teduh. Nikmat mana lagi yang Anda dustakan?

BACA JUGA: Lebih Sehat Mana, Mandi Air Panas atau Air Dingin