Mengubah Sampah Jadi Aksesori, Bisa Banget!

0
46
upcylcing-

Up-cycling adalah istilah dalam dunia “hijau” untuk menyebutkan mengubah sampah menjadi lebih berdaya guna. Up-cycling pertama kali diperkenalkan oleh Reiner Pilz seorang insinyur asal Jerman yang bertujuan untuk mencegah pemborosan materi dengan memanfaatkan materi yang sudah ada.

Dampak yang diharapkan adalah berkurangnya energi, polusi, juga sampah.

Hal ini yang dilakukan oleh Dq Rahmonez melalui YRN4L (Youth Rebel Nation 4 Liberation) yang menggunakan barang-barang sisa menjadi aksesori. Sejak 2008, Dq mengolah berbagai sampah menjadi akeseori. Di tangannya, sampah bengkel sepeda dan sisa pengelasan berubah wujud menjadi kalung, anting, gelang, dan aksesori lainnya.

BACA JUGA: 9 Cara Menuju Hidup Minim Sampah

Plastik, kayu logam, pipa, korek gas, celana pendek, tas tak terpakai, elektronik sisa renovasi rumah, onderdil motor adalah sebagian bahan yang digunakan oleh Dq.

Pemasaran yang dilakukan oleh Dq sejauh ini lewat online, festival seni, di toko buku, klub bengkel, serta tempat-tempat indie lainnya.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Dq Rahmonez (@y_r_n_4_l) on

“Kalau orang Indonesia lebih banyak respons negatif ketimbang positif, masih lemah dalam melihat seni dan kreatifitas, membandingkan harga dengan buatan pabrik, ” jawab Dq tentang respons masyarakat terhadap karnyanya. “Kalau orang luar, mereka lebih menghargai bahkan mau bantu jualin,” tambah Dq lagi.

Dq dan hasil kerajinannya dalam sebuah pameran.

Diakui Dq sebenarnya apa yang dilakukannya bukan bentuk idealisme atau memberikan harapan muluk-muluk terhadap kegiatan ini. “Saya menikmati proses mengolah bahan-bahan yang tidak terpakai ini dan membentuknya menjadi sesuatu yang memiliki nilai fungsi baru. Dan ini jadi kebiasaan, setiap kali melihat sampah, saya selalu berimajinasi dibikin apa ya bagusnya,” imbuh Dq.

Up-Cycling Fashion

Ketika fashion kerap menjadi kambing hitam untuk masalah sampah—terutama industri fast fashion, sebenarnya fashion bisa menggunakan sistem daur ulang untuk membuat produknya. Segrasegra adalah salah satu merek baju asal Hungaria yang menggunakan ban bekas sepeda sebagai bahan jaker dan kaos kulitnya.

Tahun 2016 lalu, Emma Watson menghadiri acara Met Gala dengan mengenakan gaun monokrom yang terbuat dari botol plastik daur ulang yang ditenun menjadi benang. Sudah bukan rahasia lagi kalau gerakan eco living kian “hidup” akhir-akhir ini.

Mengurangi, memaksimalkan, dan memisah adalah hal-hal yang ditekankan untuk menekan pertumbuhan sampah.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by emma watson (@emmathebrightestwitch) on

Tentunya, penggunaan material produk fashion yang ramah lingkungan termasuk aktivitas up-cycling adalah sesuatu yang dianjurkan untuk dilakukan.

Buat Anda yang tidak mau kehilangan gaya, pastinya bisa melakukan up-cycling ataupun down-cycling ketimbang membeli sesuatu yang baru.

Dan sebagai wujud dukungan terhadap eco living, Anda bisa lebih memilih berbelanja di gerai yang mengutamakan daur ulang ketimbang menggunakan material baru. Yuk! Mari sama-sama dukung hidup yang berkelanjutan!

BACA JUGA: Semandtik Indonesia, Memanusiakan Artisan Batik