Mengenal Cuka Lebih Jauh

0
124
Vinegar atau Cuka

Vinegar atau cuka adalah larutan encer asam asetat yang dihasilkan melalui dua tahap proses fermentasi, yaitu proses fermentasi larutan yang mengandung gula menjadi etanol dan kemudian dilanjutkan dengan proses oksidasi etanol menjadi asam asetat.

Cuka digunakan dalam memasak tidak hanya karena kualitas rasanya tetapi juga sifat kimianya. Cuka dapat dibuat dari berbagai bahan asli, masing-masing memberikan rasa dan kualitas yang unik.

Bagaimana Cuka Terbuat?

Cuka dibuat melalui fermentasi etanol alkohol. Bahan apa pun yang mengandung etanol dapat digunakan untuk membuat cuka, termasuk alkohol biji-bijian suling, anggur, champagne, bir, sari buah apel dan masih banyak lagi. Bakteri digunakan untuk memfermentasi atau memecah etanol menjadi produk sampingan termasuk asam asetat.

Asam asetat inilah yang membuat cuka unik, meskipun mengandung zat lain termasuk vitamin, mineral, dan senyawa rasa. Sebagian besar jenis cuka yang dibuat untuk dikonsumsi telah dipasteurisasi untuk mencegah lendir agar tidak terjadi karena tidak menarik bagi konsumen. Menghentikan bakteri melalui pasteurisasi juga membantu menjaga konsistensi produk. Varietas cuka yang belum dipasteurisasi sering diberi label sebagai “mentah” (Raw).

Kaya Rasa dan Membuat Daging Empuk

Cuka telah digunakan dalam memasak selama ribuan tahun. Cuka sering digunakan untuk menyeimbangkan rasa krim atau lemak seperti mayones dan saus salad. Rasa getirnya membantu mencerahkan rasa dan mencegah masakan terasa terlalu berat.

Selain asam, cuka dapat memberikan rasa lainnya, misalnya saja Cuka balsamic yang sedikit manis dan cuka malt memiliki rasa barley klasik. Cuka buah seperti raspberry juga sangat populer dan memiliki rasa buah yang khas.

Cuka juga bisa dibumbui setelah produksi dengan bahan-bahan seperti bawang putih atau cabai. Karena pH rendah, cuka sering digunakan untuk mengaktifkan kekuatan ragi baking soda. Ketika memanggang soda dikombinasikan dengan asam, ia menghasilkan gas, menghasilkan tekstur yang ringan dan halus.

Cuka sering ditambahkan ke bumbu-bumbu tidak hanya karena rasanya tetapi juga karena asam membantu melunakkan daging dengan memecah serat-seratnya.

Menyimpan Cuka

Cuka dapat disimpan tanpa batas waktu dalam wadah tertutup pada suhu kamar. Karena sifatnya yang asam, cuka secara alami tahan terhadap pertumbuhan bakteri dan pembusukan.

Jenis – Jenis Cuka

Cuka memang bahan makanan yang populer, tapi tahukah Anda kalau ada setidaknya 14 jenis cuka tergantung dari bahan dasarnya? Semua jenis cuka ini memancing rasa ingin tahu seperti apa rasanya. Yuk, disimak!

  1. Wine Vinegar / Cuka Anggur

Sering digunakan pada masakan di kawasan Mediterania dan Eropa Tengah. Ini juga jenis yang sering digunakan untuk membuat aneka saus dan mustard.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Zoë Olive Oil 🌳 (@zoeoliveoil) pada

2. Distilled Vinegar / Cuka Distilasi

Cairannya bening, tidak berwarna serta bersih, mirip seperti air minum.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh REFC (@royal_elmss_food_corp) pada

3. Malt Vinegar

Terbuat dari gandum dan barley yang dikecambahkan. Cuka ini menyebabkan pati dalam biji berubah menjadi maltosa. Maltosa diperam untuk mendapatkan alkohol setelah itu diubah menjadi cuka.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Spinnakers Brewpub (@spinnakersbrewpub) pada

4. White Wine Vinegar

Sering disebut juga sebagai spirit vinegar. Bahan bakunya adalah alkohol yang dioksidasi serta biji-bijian atau jagung dan air.  Kebanyakan white vinegar merupakan larutan 5 persen asam asetat. Digunakan dalam pembuatan acar atau bahan sanitasi alami.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Yuko Terashima (@yuwberry) pada

5. Balsamic Vinegar

Produk asal Modena, Italia dan merupakan pembuatan cuka tradisional. Cuka ini terbuat dari anggur putih varietas Trebbiano. Anggur ini dibuat menjadi jus pekat lalu difermentasi pada tong kayu selama 3-12 tahun.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Liana Dennison (@liana_dennison) pada

6. Apple Cider Vinegar

Terbuat dari sari buah apel, atau bisa juga ampas dari jus apel. Warna cuka ini adalah coklat kekuningan. Mengandung starter alami dari cuka.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Mazzetti l’Originale Australia (@mazzetti_originale_australia) pada

7. Fruit Vinegar

Hasil dari berbagai macam buah-buahan yang mengandung gula tinggi. Pada cuka jenis ini tidak diperlukan penambahan rasa karena menghasilkan rasa sesuai dengan jenis buah yang digunakan.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh u_ka_26 (@u_ka_26) pada

8. Cuka Kesemek

Jenis yang satu ini berasal dari Korea, dan sesuai namanya, cuka ini dibuat dari buah kesemek. Biasanya digunakan sebagai bahan tambahan makanan pada makanan raja. Lama Fermentasinya selama 3 bulan, jika diinginkan rasa yang lebih enak fermentasi dilakukan lebih dari 6 bulan dan fermentasi dilakukan dengan pemeraman.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Preserved (@preservedgoods) pada

9. Rice Vinegar

Terbuat dari bahan dasar beras, banyak banyak dibuat di Asia Timur dan Asia Tenggara.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Mia Syn, MS, RD (@nutritionbymia) pada

10. Palm Vinegar

Berasal dari Filipina terbuat dari getah buah nipa muda yang dikumpulkan selama beberapa hari. Rasanya lebih lembut dan warnanya putih keruh.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh The Observant Consumer (@theobservantconsumer) pada

11. Coconut Vinegar

Cuka ini juga berasal dari Filipina, terbuat dari air kelapa.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh C O C O N U T C O M P A N Y (@thecoconutco) pada

12. Cane Vinegar

Terbuat dari jus gula tebu dan sangat populer di daerah ilocoos, Filipina utara. Warnanya kuning gelap sampai coklat emas.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Gringgo (@briadventures89) pada

13. Beer Vinegar

Banyak diproduksi di Jerman, Austria dan Belanda. Rasanya tergantung tipe bir yang digunakan.

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Autrement Biere (@autrementbiere) pada

14. Chinese Black Vinegar 

Terbuat dari beras, gandum, mollet, sorgum atau kombinasi dari semuanya. Memiliki warna hitam pekat seperti tinta dan rasanya seperti gandum.

chinesse black vinegar