Mengenal Probiotik, Si Bakteri Baik

0
658

Mendengar kata bakteri rasanya yang terpikirkan adalah sesuatu yang kotor dan menyebabkan penyakit. Padahal, dalam tubuh manusia terdapat beragam jenis bakteri, yang “jahat” juga yang “baik”. Bakteri “baik” inilah yang disebut sebagai probiotik, yang banyak manfaatnya untuk kesehatan kita. Riani Susanto, ND, CT, Naturophatic Doctor, Colonic Hydrotherapist, dan konsultan gaya hidup organik, menjelaskan kepada kami lebih jauh tentang probiotik.

Probiotik adalah…

mikroorganisme hidup yang terdapat dalam tubuh kita, terutama di usus. Probiotik berfungsi membantu pencernaan dalam melawan bakteri jahat. Selain itu, probiotik penting untuk metabolisme tubuh dan meningkatkan daya tahan.

Probiotik bekerja di saluran pencernaan, namun umumnya dibutuhkan oleh usus besar. Mengapa? “Pencernaan is your second brain. Bila dihubungkan dengan psikologi, saat kita merasa sedih atau takut, terkadang perut pun ikut terasa sakit. Maka, penting menjaga pencernaan dalam keadaan baik sehingga kondisi tubuh kita tetap sehat,” dokter Riani menjelaskan.

Yoghurt adalah salah satu makanan yang mengandung probiotik

Jenis Probiotik

Probiotik terdiri dari beberapa jenis bakteri yang memiliki manfaat berbeda. Umumnya bakteri probiotik ini berupa asam laktat (lactic acid bacteria – LAB) yang sering digunakan dalam industri pangan dan obat-obatan. Dua jenis bakteri probiotik yang sering digunakan adalah Lactobacillus dan Bifidobacterium. Jenis Lactobacillus banyak sekali ditemukan di saluran pencernaan, saluran kemih, dan sistem reproduksi. Sedangkan Bifidobacterium banyak ditemukan di usus besar.

Makanan yang Mengandung Probiotik?

Bakteri probiotik yang terkandung dalam makanan maupun suplemen tergolong aman untuk kita konsumsi. Beberapa makanan dan minuman yang mengandung probiotik adalah yogurt, kefir, kimchi, sauerkraut, kombucha, miso, dan keju cottage.

Waktu untuk Mengonsumsi Probiotik

“Jangan konsumsi probiotik tepat setelah makan atau pada saat makan,” ujar dokter Riani. Kita ingin agar bakteri baik masih hidup saat mencapai usus kecil. Mengonsumsiya setelah makan akan membuat asam perut membunuh mereka, jadi  sia-sia saja mengonsumsi minuman probiotik jika akhirnya hanya akan ‘dibunuh’ oleh asam perut.

“Saat yang tepat mengonsumsi probiotik adalah saat perut dalam keadaan kosong atau tiga jam setelah makan,” pesan dokter Riani.

Foto utama: http://citygirlbites.com/

 

BACA JUGA:  Apa beda Probiotik dengan Prebiotik dengan Antibiotik?