Mengapa Diet Golongan Darah Disarankan Buat Pengidap Autoimun?

0
97
autoimun

Pola makan memberikan pengaruh besar terhadap kesehatan pengidap autoimun. Selain konsep 5 Dasar Hidup Sehat yang senantiasa digaungkan, menurut Dr.dr. Iris Rengganis, SpPD-KAI dalam seminar yang diadakan oleh Prodia, di Fave Hotel, Kembangan, Sabtu (3/8) lalu, diet golongan darah bisa menjadi metode pola makan yang baik untuk pengidap autoimun.

Lebih lanjut dikatakan oleh Dr. Iris kalau diet golongan darah memberikan panduan detail sesuai dengan kebutuhan tubuh. Misalnya golongan darah O pencernaannya lemah sehingga tidak boleh minum susu sapi, mengurangi asupan karbohidrat, dan mengonsumsi daging yang dimasak well done.

Sedangkan golongan darah B, tidak boleh mengonsumsi tempe, tahu dan ayam. Untuk golongan darah A sebaiknya menghindari daging merah. “Memang, sedikit susah untuk mengurangi jenis makanan tertentu, namun bukan berartu sama sekali tidak boleh. Usahakan dalam sebulan mengurangi satu pantangan,” jelas dokter Iris.

Ditambahkannya kembali kembali, autoimun tidak bisa disembuhkan namun sangat bisa dikelola, karenanya pola makan adalah salah satu upaya menjaga agar daya tahan tubuh pengidap autoimun tetap stabil.

Sejatinya, perubahan energi dan metabolisme protein dapat menyebabkan hilangnya otot dan dapat terjadi pada beberapa penyakit autoimun. Manajemen nutrisi pada penyakit autoimun biasanya menekankan pengendalian rasa sakit dan peradangan yang memperlambat perkembangan penyakit. Karenanya beberapa jenis makanan tertentu memiliki potensi yang bermanfaat.

Bantuan dari Vitamin D

Selain menekankan pentingnya pola makan yang benar dan menyarankan untuk mencoba diet golongan darah, Dr. Iris juga menekankan pentingnya asupan Vitamin D dan Kalsium. Pengidap autoimun dengan multiple sclerosis lebih mungkin memiliki tingkat Vitamin D yang lebih rendah daripada orang lain.

Perlu diketahui kalau Vitamin D dapat menurunkan risiko pengembangan multiple sclerosis, serta mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan gejala. Wanita dan pria yang meningkatkan asupan Vitamin D mereka hingga lebih dari 400 IU per hari bisa mengurangi risiko terkena multiple sclerosis sekitar 40%.

Pun, paparan Vitamin D juga dapat menghambat perkembangan kecacatan tulang akibat dari penyakit autoimun. Selain baik untuk tulang, Vitamin D memiliki peran besar dalam dalam sistem kekebalan tubuh.

Vitamin D membantu menjaga sistem kekebalan tubuh berfungsi dengan baik dan memengaruhi mekanisme sistem kekebalan tubuh untuk mengaktifkan sel T (kelompok sel darah putih yang berperan dalam peningkatan kekebalan tubuh). Jadi, jangan lupa berjemur dan konsumsi vitamin D Anda, ya!

BACA JUGA: Autoimun, Menyerang 1 dari 20 Orang Indonesia