Memahami Gluten

0
261
muffin-gluten-free

Belakangan istilah “gluten-free” marak dibahas dalam diskusi-diskusi kesehatan. Beberapa merek juga mengeluarkan produk-produk berlabel gluten-free. Banyak orang yang sudah memahami Sebenarnya apa maksud gluten free, apakah makanan bebas gluten lebih sehat untuk kita, dan siapa saja yang sebaiknya menghindari gluten?

“Gluten adalah zat protein yang terdapat pada gandum dan beberapa jenis sereal tertentu seperti barley, rye, spelt, dan oat. Gluten adalah sebuah zat yang menyerupai lem. Fungsinya adalah untuk membentuk struktur kenyal pada produk-produk olahan gandum sehingga bisa mengembang,” ungkap Susan Hartono, holistic nutrition & self healing coach dari Self Awareness Network.

Karena sifatnya yang seperti lem, gluten bisa menempel di dalam usus kita. Gluten juga menyebabkan tubuh bekerja lebih keras karena gluten membutuhkan 3 kali siklus metabolisme tubuh untuk dicerna. Anda mungkin pernah menyadari, ketika berlebihan mengonsumsi makanan yang mengandung gluten – umumnya makaman yang berbasis tepung — tubuh akan lesu dan mudah mengantuk.

cookies-gluten-free
Gluten ada di berbagai makanan, seperti mie, roti, hingga kentang goreng

Siapa yang harus menghindari Gluten?

Bagi orang yang tidak alergi, gluten tidak menimbulkan masalah apa pun. Beda halnya dengan orang yang sensitif terhadap gluten. Gejala alergi (gluten intolerance) cukup bervariasi seperti; diare, mual, konstipasi, kram perut, sering cemas, nyeri pada persendian, kembung, bengkak air, sulit berpikir, memiliki masalah kulit seperti eksim, sampai depresi ketika mengkonsumsi makanan-makanan mengandung gluten.

Gejala ini serupa dengan gejala penyakit celiac (kondisi dimana seseorang sama sekali tidak dapat mencerna gluten). Melalui tes darah, ujar Susan, dapat dibedakan yang mengidap penyakit celiac atau gluten intolerance. Jika ada kecurigaan bahwa tubuh Anda sensitif terhadap gluten, namun mungkin tidak celiac, cobalah untuk berpantang gluten dalam beberapa hari. Anda akan merasakan perbedaannya.

Pada seseorang dengan penyakit celiac, pencernaan gluten menimbulkan reaksi peradangan yang dapat merusak mukosa usus halus sehingga tubuh tidak dapat menyerap nutrisi dengan baik. Hal ini bisa mengakibatkan melemahnya sistem kekebalan tubuh, diare, lesu dan bila berkepanjangan bisa mengarah ke penyakit lupus dan autisme. Maka itu mungkin Anda sering mendengar kalau anak-anak dengan kebutuhan khusus memiliki aturan-aturan makanan tertentu, salah satunya adalah makanan yang bebas gluten.

“Jika ada autoimmune, sebaiknya hindari gluten sepenuhnya, apalagi saat akut. Paling tidak hingga pencernaannya sehat kembali (stabil). Biasanya dibutuhkan bebas gluten dulu dalam waktu yang cukup lama, tidak bisa hanya 1 atau 3 bulan. Namun tergantung kasus juga, ada yang lebih aman untuk menghindari gluten selamanya,”ujar Susan Hartono.

Artinya, solusi untuk mereka yang ada dalam kondisi ini adalah menjalani gluten free diet, menghindari makanan/minuman dengan kandungan gluten seperti mie, pasta, makanan berproses seperti aneka jenis roti (khususnya roti gandum), oatmeal, bahkan kentang goreng.

Produk gluten-free menjadi penting, karena banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya alergi gluten. Produk-produk ini dibuat dengan tidak memasukkan unsur gluten sama sekali di dalam produk-produk mereka, sehingga “aman” untuk semua orang.

Lalu apakah roti yang bebas gluten merupakan pilihan makanan yang sehat? Menurut Susan, tidak juga. “Memang belum ada anjuran asupan gluten untuk orang yang normal, namun secara umum, menghindari produk-produk seperti mie, pasta dan produk yang banyak tepungnya adalah langkah bijak untuk menjaga kesehatan, “ungkapnya.  “Asupan terbaik tentu saja makan makanan alami yang tidak atau sedikit melalui proses antara lain ikan, ayam, buah, sayur-sayuran, kacang-kacangan,” tambah Susan.

BACA JUGA: TEPUNG ALTERNATIF BEBAS GLUTEN