Penyuka Sambal? Beruntunglah Anda! Inilah Manfaat Sambal Untuk Kesehatan

0
242
Penyuka Sambal? Beruntunglah Anda! Inilah Manfaat Sambal Untuk Kesehatan
Penyuka Sambal? Beruntunglah Anda! Inilah Manfaat Sambal Untuk Kesehatan

Di Indonesia, sambal merupakan salah satu bagian dari kehidupan dan budaya makan masyarakat.

Banyak yang percaya bahwa sambal sangat berpengaruh untuk penambah dan perangsang selera makan, sehingga untuk beberapa hidangan seringkali wajib didampingi dengan jenis sambal yang sesuai.

Setiap daerah di Indonesia memiliki jenis sambal khasnya, seperti sambal jeruk mentah yang asam dan segar, petis udang yang memiliki cita rasa cenderung manis, ada pula sambal terasi yang gurih, atau dabu-dabu yang asam pedas mengigit.

Selain menambah cita rasa makanan, sambal pun bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita.

Kandungan Gizi Cabai

Cabai yang merupakan bahan dasar pembuatan sambal memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh, baik dalam bentuk segar maupun yang kering.

Dalam setiap 100 gram cabai merah besar mengandung energi 318 kkal, air 8,05 mg, protein 12,01 mg, karbohidrat 56,63 mg, serat 27,20 mg, kalsium (Ca) 148 mg, besi (Fe) 7,80 mg, vitamin C 76,40 mg, thiamin 0,33 mg, riboflavin 0,92 mg, vitamin A 41,61 SI, vitamin E 29,83 mg. (source: http://repository.unpas.ac.id/3534/1/BAB%20I%20FIX.pdf)

“Karena bahan baku utama sambal adalah cabai, maka sambal mengandung capsaisin, vitamin C, dan serat yang dapat melancarkan pencernaan dan dapat menghangatkan tubuh,” kata Aviani Harfika SGz.

Selain itu, vitamin C dan vitamin A yang terdapat di dalam cabai dapat menjaga sistem kekebalan tubuh. Sistem imun tubuh yang sehat dan kuat dapat menangkal berbagai jenis penyakit yang berbahaya bagi tubuh.

Menurut penelitian, capsaicin yang ada di dalam cabai juga berfungsi sebagai zat anti kanker.

Capsaicin dapat melawan kultur sel kanker, seperti mencegah relokasi sel kanker payudara, dan dapat membunuh sel kanker prostat. (source: http://jurnal.unpad.ac.id/farmaka/article/download/17457/pdf)

Mengonsumsi makanan pedas yang mengandung cabai juga bisa bermanfaat untuk  melancarkan peredaran darah.

Sedang flu atau hidung tersumbat? Mungkin Anda bisa mencoba menyantap sajian pedas, dan tunggu bagaimana Capsaicin dalam sambal membuka jalan pernapasan Anda.

Tapi, Tidak Semua Orang Disarankan Makan Sambal

Meski begitu banyak manfaat kesehatan jika konsumsi sambal atau cabai, namun cabai tetaplah makanan yang memiliki sifat stomakik, yaitu dapat meningkatkan nafsu makan dan dapat merangsang produksi hormon endorphin.

Sehingga takaran mengonsumsi cabai di masing-masing individu pun berbeda terkait kondisi kesehatan, dan sebagainya.

Beberapa kondisi di bawah ini tidak dianjurkan untuk sering makan sambal atau cabai:

1. Penderita Tipes

Seseorang terkena penyakit tipes akibat infeksi bakteri yang menyerang saluran pencernaan.

Tipes, typhoid fever atau demam tifoid ini disebabkan oleh bakteri Salmonella typhii. Penyakit ini sempat mewabah di Indonesia, menyerang daerah yang memiliki sanitasi yang buruk.

Anak-anak, termasuk juga orang dewasa yang mengonsumsi makanan yang kurang higienis akan lebih mudah terserang tipes.

Penderita tipes biasanya tidak diperbolehkan memakan makanan pedas, meski si penderita sangat menyukainya.

Hal ini dikarenakan makanan yang pedas seperti sambal, merica, atau wasabi dapat membuat pencernaan iritasi dan memperburuk kondisi tubuhnya.

2. Penderita Maag

Sakit maag disebabkan oleh luka terbuka yang muncul pada lapisan dalam lambung atau tukak lambung.

Mengonsumsi pedas dapat memperparah luka atau lecet yang ada pada tukak lambung, sehingga jika penderita maag mengonsumsi makanan pedas dengan takaran yang tidak wajar bisa memperparah kondisinya.

Meski makanan pedas seperti cabai atau sambal bukanlah faktor penyebab sakit maag, tetapi hal tersebut dapat memperburuk kondisi penderitanya jika dikonsumsi secara berlebihan, bahkan rutin setiap hari.

3. Penderita Radang Kandung Empedu

Penyakit radang kandung empedu biasanya menyebabkan penderitanya merasakan rasa sakit perut konstan bersama mual, muntah, hingga menggigil.

Jika tidak cepat diobati, radang kandung empedu akan infeksi dan mengakibatkan demam tinggi.

Makanan pedas menjadi salah satu pantangan yang tidak boleh dikonsumsi penderita penyakit ini.

Seperti yang dilansir Livescience, ada seorang remaja perempuan berusia 17 tahun harus menjalani operasi kandung empedu karena makan empat camilan pedas berukuran besar dalam kurun waktu seminggu.

Awalnya ia merasa sakit perut, namun lama kelamaan sakit perutnya semakin parah hingga berhari-hari.

Dalam kasus tersebut, konsumsi makanan pedas sebenarnya tidak membahayakan kandung empedu secara langsung.

Namun, kandungan lemak tinggi pada makanan pedas, dalam hal ini adalah camilan pedas, menjadi faktor pemicu peradangannya.

Sebenarnya, camilan pedas atau makanan pedas lainnya aman untuk dikonsumsi penderita penyakit radang kandung empedu, asal dengan takaran yang wajar dan tidak berlebihan.

BACA JUGA: Bumbu Segar dalam Jangkauan Rumah Kita Sendiri