Kefir, Penjaga Kesehatan dan Perawat Kecantikan

0
342
susu-kefir-kesehatan
Photo: Alison Marras

Dalam diskusi kali ini, Paprika Loca menghadirkan ibu Valenta dari Valenta organic goat farm, sebuah perusahaan yang berfokus pada olahan susu. Valenta farm yang berpusat di Surabaya menyediakan organic goat milk, buffalo milk, goat kefir mask & drink, goat yogurt. Malam ini Ibu Valenta akan mengajak kita mengenal lebih jauh minuman yang semakin naik daun di antara penggiat hidup sehat, yaitu Kefir.  

The Grains of Prophet

Kefir adalah susu yang difermentasi, seperti Yoghurt dan sejenisnya, tapi Kefir jauh lebih baik. Yoghurt hanya terdiri atas beberapa jenis mikroba, dan hanya memiliki manfaat yang berkaitan dengan pencernaan. Sedangkan Kefir mengandung sekitar 60 jenis mikro-flora yang berguna (beneficial bacteria/yeast). Tidak salah bila minuman ini disebut Yoghurt Super. Masyarakat di belahan dunia Barat menyebutnya sebagai “Yoghurt for life” atau “Champagne of Yoghurt”.

Masyarakat Pegunungan Kaukasus yang mayoritas pemeluk Islam sebagai tempat asal Kefir, telah mengkonsumsi Kefir selama berabad-abad. Mereka percaya benih Kefir diberikan kepada rakyat Kaukasus oleh Nabi Muhammad saw., sehingga disebut “Butir benih dari Nabi” (The grains of Prophet). Kata Kefir berasal dari ‘kaafuura’ (air dari mata air di surga yang berwarna putih, harum dan sedap rasanya – QS,76:5-6).

Penduduk wilayah Pegunungan Kaukasus, terkenal memiliki umur sangat panjang, antara 100  sampai 150 tahun. Hal ini diyakini merupakan pengaruh kebiasaan minum Kefir sebagai minuman tradisional sehari-hari, seperti air teh bagi masyarakat Indonesia.

Warisan Rahasia Masyarakat Kaukakus

Konon, begini cerita asal muasal Kefir (diterjemahkan dari situs Dom’s Kefir in site): Di awal abad kedua puluh, Lembaga Kedokteran Rusia ingin meneliti biji kefir yang tersohor itu. Sayang, saat itu sulit sekali mencari biji kefir di Rusia. Maka itu lembaga negara tersebut meminta bantuan kepada Blandov bersaudara, pemilik sebuah pabrik keju di kota Kislovodsk, utara Kaukasus. Kakak beradik itu setuju, meski mungkin bingung juga. Maklumlah, biji kefir masih dirahasiakan para pemiliknya, yakni masyarakat Islam di Kaukasus. Tak mungkin dengan meminta begitu saja biji kefir akan diberikan.

Kebetulan waktu itu ada seorang wanita muda cantik yang bekerja untuk mereka. Irina Sakharova namanya. Blandov bersaudara mendapat ide, mengajak Irina untuk menyusun rencana memperoleh biji Kefir. Irina-pun setuju. Maka berangkatlah ia seorang diri ke selatan, ke Kaukasus. Tak lama ia berkenalan dengan seorang pangeran, Bek-Mirza Barchorov. Berkat kecantikannya Irina berhasil memikat lelaki itu. Namun saat Irina mengatakan ingin meminta sejumlah biji kefir untuk dibawa pulang, Barchorov berbalik curiga dan menolak.

Gagal dengan segala bujuk rayu, kembalilah Irina ke Rusia. Di tengah jalan ia diculik oleh kaki tangan Bek-Mirza Barchorov. Ternyata pangeran itu telah “jatuh cinta” dan tak mau kehilangan Irina; ia mengirim suruhannya untuk menculik Irina dan memaksanya menikah. Untunglah, kedua majikannya datang menolong. Perkara penculikan ini pun dibawa ke pengadilan Rusia dengan Bek-Mirza Barchorov sebagai terdakwanya, dan Irina bersedia melepaskan tuntutan dengan ganti rugi biji kefir. Maka berhasillah ia dan kedua majikannya memperoleh biji tersebut. September 1908, sejumlah bijih Kefir masuk ke Rusia.

Tahun 1973 Irina, saat itu berusia 85 tahun, memperoleh penghargaan dari Menteri Industri Makanan Soviet atas perannya dalam membawa Kefir ke Rusia.

Pangan Fungsional Simbiotik 

Pangan Fungsional, istilah untuk pangan (makanan atau minuman) yang memiliki khasiat lebih dari nutrisi yang dikandungnya, tepat untuk disematkan pada Kefir.

Sedangkan Simbiotik adalah perpaduan antara probiotik (mikro flora yang bermanfaat) dan prebiotik (bahan yang menyediakan nutrisi bagi mikroflora). Satu gelas Kefir, mengandung sekitar 300 milyar mikro flora yang bermanfaat.

Walau Kefir adalah bahan pangan, namun Kefir lebih banyak dikenal sebagai obat, karena untuk gangguan kesehatan tertentu khasiat Kefir seringkali lebih manjur dibandingkan dengan obat-obatan “modern”.

Proses fermentasi susu oleh Kefir Grains (Bibit/bijih Kefir) meningkatkan kualitas susu, seperti juga tempe lebih bergizi dan berkhasiat dibandingkan dengan kedelai.

BACA JUGA : Mengulik Pengolahan Kefir Susu

Manfaat Kefir

Sebagai pangan dengan nutrisi yang sempurna, Kefir memiliki kemampuan untuk :

  1. menyediakan nutrisi yang lengkap,
  2. memperbaiki fungsi pencernaan dan metabolisme,
  3. mendukung istirahat/tidur yang lelap,
  4. menyediakan antibiotik alami untuk menanggulangi infeksi,
  5. menetralkan racun (detoksifikasi),

Ringkasnya, Kefir berhasiat untuk mengatasi:

  • Gangguan lambung dan pencernaan seperti maag (gastritis, stomach ulcer, peptic ulcer, duodenal ulcer), colitis, colon cancer, sembelit, diare.
  • Arthritis, rematik, gout (kelebihan asam urat),
  • Alergi (termasuk asthma), meningkatkan sistem kekebalan tubuh (imunitas),
  • Detoksifikasi (menghilangkan racun), migren,
  • Penyempitan  pembuluh darah,
  • Jantung (Ischemic Heart Disease)- Jantung koroner,
  • Anti-carcinogenic (pencegah kanker),
  • Insomnia (sulit tidur),
  • Mengendalikan kadar kolesterol,
  • Mengendalikan kadar gula darah dan mengobati diabetes,
  • Menetralkan pengaruh buruk junk food,
  • Emphysema, Tuberculosis, Hepatitis,
  • Meningkatkan kesuburan dan stamina pria maupun wanita,
  • dan berbagai khasiat lainnya.

Bahkan ada penderita leukemia yang sembuh setelah mengonsumsi Kefir secara teratur.

Segelas Kefir Setiap Hari 

Untuk menjaga kesehatan secara umum, segelas Kefir sehari sudah mencukupi. Sedangkan untuk penyembuhan diperlukan sekitar setengah liter sampai satu liter sehari. Patokannya hanya dua : Makan tidak berlebihan, dan minum Kefir setiap hari.

Itulah materi yang disampaikan oleh Ibu Valenta. Untuk sesi tanya jawab dengan komunitas Paprika Loca, silakan lihat di sini.