Makan Tempe “Mentah” Baik Untuk Otak Kedua

0
440
Workshop Tempe Agus Priyanto

Umumnya Orang Indonesia pasti sudah mengenal Tempe. Namun belakangan ini, Tempe naik daun karena kita kembali disadarkan betapa banyak manfaat makanan lokal yang harganya pun murah ini. Selain itu juga, Tempe yang makin sering digadang-gadang di kalangan penggiat kesehatan di luar negeri sebagai superfood, membuat Tempe makin populer dan menjadi salah satu makanan untuk gaya hidup sehat.

Meski Tempe baik dan sehat, kebersihan Tempe sering dipertanyakan, karena sayangnya belum ada standar pembuatan atau kebersihan yang dijalankan semua pengusaha Tempe. Hal ini dibenarkan oleh Agus Priyanto, artisan Tempe di sela-sela workshop “Bikin Tempe Sendiri” yang diadakan di Pasar Langsat, Sabtu lalu.

“Saya tidak mengatakan semuanya. Tapi yang saya lihat, umumnya pembuatan tempe itu kedelai direndam 5 jam lalu direbus. Besoknya baru diproses, terus tidak dimasak lagi, ditiris, lalu diragi. Kalau saya, dua kali rendam dan dua kali rebus, karena tiap rendaman pasti ada bakteri. Bakteri pathogen kan ada di udara, di air. Tapi untuk pengusaha Tempe yang ingin lebih ekonomis dan lebih cepat, biasanya tidak direbus lagi,”jelas Agus yang sudah enam tahun menekuni dan memasarkan Tempe melalui Agus’ Tempe miliknya.

Maka itu, Agus sering berbagi ilmu membuat Tempe agar makin banyak orang bisa bikin Tempe sendiri. “Tempe itu sehat, tapi lebih sehat bikin sendiri. Karena kita tahu bahan-bahannya, tahu prosesnya,”ungkapnya.

Cara membuat Tempe Agus
Ternyata Membuat Tempe Tidak Sulit

 

Agus pun sering mengedukasi orang agar makan Tempe “mentah” (sebenarnya sebutan Tempe mentah tidak terlalu tepat, karena sebenarnya Tempe adalah produk yang sudah melalui proses fermentasi). Agus menyarankan agar Tempe dimakan begitu saja agar kita mendapat manfaat probiotiknya secara optimal, karena ia percaya kita harus memiliki asupan probiotik setiap hari.

“Kenapa? Karena probiotik dalam tubuh kita akan tidak seimbang sejalan dengan usia, pola makan. Supaya ketersediaan bakteri dalam usus kita itu terjaga, perlu asupan sehari-hari.

BACA JUGA : Tempe – Superfood Murah, Sederhana, Sarat Manfaat

Kita tahu bahwa ada koneksi antara Gut and Brain, maka pencernaan sering dikatakan sebagai otak kedua. Itu sebabnya asupan probiotik sangat kita perlukan. Nah tempe cukup untuk itu. Misalnya makanlah 100 gram sehari. Dari awal saya selalu mengedukasi orang untuk makan tempe “mentah”, daripada dikukus atau digoreng,”jelas Agus. Ia sendiri mengaku sudah rutin mengonsumsi Tempe “mentah” di pagi hari saat perut kosong.

Tempe Organik Probiotik
Tempe baik sebagai asupan probiotik. Foto: Bunga Sirait

“Ibu-ibu pasti mau kan kulitnya halus? Ya makan Tempe,” sambung Agus yang disambut tawa peserta. Agus tidak bercanda, karena Tempe memang telah terbukti dapat meningkatkan produksi estrogen dalam tubuh yang dapat menyebabkan, antara lain, kulit yang lebih halus.

Masih banyak ilmu yang dibagikan Agus hari itu, termasuk sejumlah pencerahan tentang Tempe yang menjawab pertanyaan yang sering ada di benak ibu-ibu. Salah satunya adalah pertanyaan tentang benda kehitaman yang terkadang ada pada Tempe. “Image orang awam hitam itu basi atau rusak. Sebenarnya hitam-hitam di jamur itu adalah spora. Ibarat tanaman, hitam-hitam itu buahnya. Kalau mau bikin tempe dijadikan ragi, jutsru yang hitam-hitam itu yang dijemur. Jadi bukan tanda kalau Tempe itu rusak,”pesan Agus.

Siang itu para peserta workshop pun pulang membawa Tempe yang belum jadi di dalam kantong-kantong kecil. Setelah dua hari, Tempe sudah bisa dipanen!