Lebih Sehat Tanpa Sulfat

0
361
Lebih Sehat Tanpa Sulfat By Maya Hamid
Lebih Sehat Tanpa Sulfat By Maya Hamid

Dulu, Maya Hamid pernah mengalami rambut rontok, kulit kepalanya terasa gatal kadang sampai “korengan” karena sensitif terhadap Sodium Lauryl Sulfate.

Apa itu Sodium Lauryl Sulfate (SLS)?

Sering disingkat SLS, bahan kimia ini adalah salah satu jenis surfactant yang berfungsi sebagai pembersih dan pembuat busa.

Bahan ini dipakai di hampir semua sabun dan shampoo komersil, juga pasta gigi, hingga deterjen dan pembersih lantai.

“Kulit wajah juga sering breakout, kulit cenderung kering dan gatal, padahal sudah pakai kosmetik paling mahal,”lanjutnya.

Setelah itu, Maya mencoba beralih ke produk natural dan organik. “Yang ECOCERT compliance ya, bukan produk natural yang asal klaim natural.

Gejala membaik dengan cepat. Seketika gatal-gatal di rambut hilang, kondisi wajahku pun membaik,” ujarnya. Ecocert adalah badan sertifikasi yang menciptakan standar untuk kosmetik natural dan organik.

Berangkat dari pengalamannya itu, ia mulai membuat sendiri produk perawatannya. Selain belajar di Skin Dewi, ia juga menimba ilmu di Formula Botanica, sekolah online ilmu kosmetik organik yang berbasis di Inggris.

Kemudian dua tahun silam, Maya yang sempat belasan tahun bekerja di perusahaan telco multinasional, mulai membangun usahanya sendiri.

Ia memulai Amore Skincare, produk perawatan tubuh yang menggunakan bahan-bahan natural. Selain sabun dan shampoo, ia juga meracik formula untuk produk perawatan tubuh lainnya.

Selain memasarkan produknya, Maya juga senang berbagi ilmunya. Secara berkala, ia kerap mengadakan workshop untuk membuat produk perawatan tubuh dengan bahan-bahan alami.

Paprika Living menemui Maya di salah satu workshopnya di bilangan Pondok Indah, yang ketika itu mengajarkan bagaimana peserta dapat membuat shampoo non SLS.

Workshopnya sendiri berlangsung sekitar 6 jam, diikuti peserta dari beragam latar belakang dan motivasi.

Ada yang ingin tahu karena keperluan pribadi, ada yang ingin memulai bisnis shampoo natural, ada juga yang ingin belajar supaya bisa membuat sendiri shampoo untuk hewan peliharaan tercinta.

Kini semakin banyak produsen shampoo yang  tidak memakai  SLS pada produknya.

  • Sebenarnya, apa yang salah dengan Sulfat?

Sulfat itu ada banyak macam, antara lain yang paling sering adalah Sodium Lauryl Sulfate (SLS) dan Sodium Laureth Sulfate (SLES).

Isu pertama dengan sulfat adalah soal lingkungan. Dia susah diurai. Jadi kalau kita pakai produk yang ada sulfatnya, airnya akan mengalir kemana-mana, jadi pasti tanah juga akan tercemar. Air tanah, tanaman juga akan terkena dampaknya.

Isu lainnya ke tubuh. Sulfat itu bikin iritasi kulit tinggi. Makin ke sini, banyak orang yang makin sensitif kulitnya.

Efek jangka panjang memakai sulfat adalah kulit merah-merah, gatal, kadang di kulit kepala ada korengan, rambut rontok, kulit kepala panas. Itu efek ke badan.

Jadi banyak perusahaan sekarang bikin produk yang bebas sulfat, dia lebih friendly di kulit dan ramah lingkungan.

<em>Suasana workshop yang akrab, berlangsung selama 4-5 jam</em>
Suasana workshop yang akrab, berlangsung selama 4-5 jam
<em>Bahan-bahan yang digunakan sedapat mungkin organik</em>
Bahan-bahan yang digunakan sedapat mungkin organik
  • Kalau dampaknya memang tidak baik, kenapa banyak produk yang memakai SLS?

Karena murah. Dia itu sintesis. Fungsinya itu untuk cleansing dan foaming. Dan memang sulfat itu bersih, bersih sekali.

<strong><em>Selain shampoo, Maya juga memproduksi produk perawatan kulit</em></strong>
Selain shampoo, Maya juga memproduksi produk perawatan kulit
  • Lalu, kalau tidak pakai SLS, produk alami ini pakai apa?

Yang tidak pakai sulfat, gantinya surfactant yang kita pelajari di sini. Bahan ini lebih mahal, jauh lebih mahal dari sulfat sintetis.

Dia diperoleh dari bahan-bahan natural dari tanaman; ada yang dari jagung, kelapa, sunflower, kelapa sawit juga. Jadi tetap ada efek cleansing, tapi non sulfat.

  • Apa hal- hal yang dipelajari dipelajari pada workshop ini?

Kita tetap ada teori dasarnya. Bagaimana komposisi untuk rambut kering, rambut berminyak, kulit eczema, gatal-gatal.

Bahan-bahan yang kita pakai sedapat mungkin organik. Kita harus pisahkan, yang benar-benar natural, dengan yang home-made biasa. Karena banyak juga produk yang home-made tapi bahan-bahannya tidak natural, tapi klaimnya natural.

  • Apakah setelah mengikuti workshop ini, pasti langsung bisa bikin shampoo sendiri?

Semua orang pasti bisa, namun tetap harus latihan. Formulanya harus menyesuaikan kondisi masing-masing, karena formula saya gak cocok untuk semua orang. Apalagi yang ingin berbisnis, mereka harus punya sesuatu yang beda agar dicari konsumennya.

BACA JUGA : Keramas dengan Beer Shampoo

  • Mengapa Anda mengadakan workshop-workshop seperti ini?

Saya senang sharing ilmu, supaya makin banyak yang tahu. Paling tidak, mereka bisa bikin untuk diri sendiri dan keluarga.

Kalau mereka mau masuk ke bisnis, dengan senang hati juga saya akan ajarkan. Saya tidak ada masalah dengan persaingan bisnis.

Setidaknya ada yang kita sumbangkan ke alam, karena produk tanpa sulfat akan lebih ramah lingkungan.

  • Dari segi bisnis, apa tantangan usaha bodycare dengan menggunakan produk-produk natural?

Sumber bahan baku yang bagus, lalu masih agak sulit juga untuk menciptakan produk yang sesuai dengan standar ECOCERT.

Tertarik untuk ikut workshop Amore? Lihat suasana workshopnya di sini