Lebih Baik Mana: Garam Laut atau Garam Himalaya?

0
32
garam himalaya

Garam adalah bahan pangan penting dan mendasar yang rasanya ada di setiap dapur. Umumnya orang menambahkan garam pada makanan agar tidak hambar, atau “supaya ada rasanya”, padahal garam bukanlah sekadar penambah rasa. Manusia memerlukan garam sebagai salah satu sumber natrium yang diperlukan tubuh.

Meski begitu kita juga harus jeli memilih garam yang baik, karena seperti banyak bahan pangan lainnya, garam pun kini banyak yang diproses sedemikian rupa sehingga kehilangan manfaatnya. Tidak ada hanya manfaatnya yang berkurang, bahan-bahan tambahannya mungkin juga akan merugikan kita dalam jangka panjang. Dari warna misalnya, jika kita perhatikan garam yang banyak dijual di pasaran berwarna putih cerah yang telah melalui proses pemutihan. Tak jarang juga garam dapur (table salt) juga menggunakan berbagai zat kimia seperti aluminium sebagai anti-caking agent (antikempal).

Selain garam laut, di pasaran kini juga tersedia garam himalaya. Apa bedanya dan mana yang lebih baik? Kami bertanya pada ahli Gizi, Aviani Harfika SGz.

Garam Laut

Garam laut berasal dari air laut yang telah mengalami penguapan dan menghasilkan kristal-kristal putih. “Proses dari penguapan tersebut juga mengalami proses pemurnian, sehingga kandungan natrium kloridanya tertinggal,” jelas Aviani.

Meski namanya garam laut, namun tak selamanya proses pembuatan garam laut dilakukan di laut tapi bisa juga di danau air asin. Garam laut mengandung banyak mineral, namun perlu juga diketahui sumbernya dari laut mana, karena kita tidak menginginkan garam yang berasal dari kondisi laut yang sudah tercemar.

Garam Himalaya 

Kini banyak orang yang lebih suka memakai Himalayan Salt karena merasa lebih alami dan aman untuk tubuh. Berbeda dengan garam laut, garam Himalaya tidak mengalami proses pemurnian sehingga kandungan mineral di dalamnya masih terjaga.

Garam ini dinilai menjadi salah satu garam paling murni diantara garam lainnya di dunia, karena garam himalaya terkubur selama ribuan tahun di bawah lapisan lava, es, salju, jauh dari polusi.

garam himalaya
Tambang garam di Khewra Pakistan

Seperti namanya, garam Himalaya berasal dari tambang garam 5.000 kaki di bawah pegunungan Himalaya. Warna merah jambu yang terlihat pada garam ini dikarenakan  kandungan natrium klorida alami yang tinggi. Natrium klorida penting untuk kesehatan kita antara lain menjaga jumlah cairan tubuh, senyawa antioksidan alami, menyeimbangkan pH tubuh, menjaga kesehatan jantung, menyeimbangkan gula darah, dan masih banyak lagi.

“Meskipun komposisinya sama-sama natrium klorida, namun garam himalaya lebih banyak mengandung mineral dibandingkan garam laut biasa,” kata Aviani. Tercatat ada 84 mineral yang terkandung dalam Himalayan Salt, lebih banyak dibandingkan garam dapur yang banyak kehilangan kandungan mineralnya ketika melalui beragam proses.

Tapi ingat, meski lebih murni dan lebih sehat, konsumsi garam tidak perlu berlebihan.

BACA JUGA: 5 Makanan yang Bisa Bikin Kita Bahagia