Lagi Banyak Pikiran? Pakai Sneakers Anda Dan Lakukan Jalan Cepat. Ayo, Cepat!

0
29

Fenomena para karyawan yang stres bekerja di Jepang bukan sesuatu yang baru lagi. Bahkan saking “gilanya” semangat bekerja di sana, ada istilahnya sendir: karoshi.

Karoshi adalah kematian yang disebabkan karena terlalu banyak bekerja. Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health, para karyawan di Jepang rentan stres karena jam kerja yang panjang dan cenderung menekan ekspresi positif sehingga berdampak pada psikologi.

Salah satu bentuk pelampiasan emosi karyawan Jepang adalah meluapkan perasaannya di samsak yang sebelumnya ditempel dengan foto atasan atau orang yang tidak disenanginya. Kemudian samsak ditinju, ditendang, sampai tekanan emosi terlampiaskan.

Melampiaskan emosi dalam bentuk aktivitas fisik adalah lumrah dan sebenarnya sering dilakukan oleh kaum urban dalam bentuk olahraga. Hal ini disampaikan oleh dr. Michael Triangto, SpKO. Lari, martial arts, adalah beberapa jenis olahraga kontak fisik yang kerap dilakukan sebagai sarana pelampiasan stres.

BACA JUGA: Pola Makan Kunci Untuk Kendalikan Penyakit

“Ketika kita berolahraga, tubuh mengeluarkan hormon endorphine sehingga kita bisa merasa senang, tapi yang namanya emosi akan selalu ada kalau kita nggak menyelesaikan sumber masalah, latihan fisik ataupun olahraga hanya jadi pelarian sementara,” jelas dokter yang berpraktik di Slim + Health di Ruko Arjuna Niaga, Kebon Jeruk Jakarta ini.

Dokter Michael juga menjelaskan, ada efek dari menjalankan olahraga sebagai sarana pelampiasan emosi, yaitu rasa sakit atau nyeri sehabis berolahraga.

“Misalnya nih, Anda meninju-ninju samsak, pasti pukulan tersebut meninggalkan nyeri di tangan. Apalagi kalau olahraga sebagai pelampiasan emosi, manfaat sehatnya nggak akan diperoleh lagi atau setidaknya tidak maksimal,” jelasnya.

Olahraga Apa Yang Efektif Untuk Pelampiasan Emosi?

“Saya selalu mengatakan jenis olahraga yang baik untuk stress release terutama di kalangan karyawan adalah jalan cepat,” ujarnya.

Sebenarnya bukan hanya jalan cepat, jenis olahraga aerobik ringan lain dapat menjadi  upaya untuk meringankan pikiran. Berenang, jogging, dan sepeda adalah tiga jenis olahraga aerobik lainnya. Namun kenapa tidak berenang, sepeda, atau jogging yang disarankan?

Dr. Michael menilai jalan cepat adalah olahraga yang bisa dilakukan oleh semua orang dan inim nyeri setelah latihan. “Berenang dan sepeda belum tentu semua orang bisa kan? Kalau jogging tidak disarankan buat mereka yang mengalami obesitas, makanya jalan cepat adalah alternatif terbaik,” terangnya.

BACA JUGA: Khasiat Jeruk Nipis, Obati Jerawat sampai Gangguan Pencernaan

Lebih lanjut dr. Michael menyampaikan kalau jalan cepat memberikan manfaat secara fisik dan mental. Untuk kesehatan fisik, sebagai bagian dari olahraga aerobik, jalan cepat dapat meningkatkan kesehatan paru-paru dan jantung.

Menurunkan tekanan darah, melatih otot-otot di tungkai kaki, membuka pembuluh darah yang sempit jadi melebar dan yang tertutup jadi terbuka. Untuk kesehatan mental, jalan cepat dapat menjadi media berkontemplasi, berpikir jernih sambil berjalan berusaha mengurai pikiran yang kusut tanpa harus bikin otot semaput.

BACA JUGA: Inilah Waktu yang Tepat untuk Olahraga Saat Puasa