Keramas dengan Beer Shampoo

0
367
beer shampoo rambut moloka

Produk: Moloka Beer Shampoo

Bahan:  Blend of Vegetable oil, Lye, Patchouli

Buat Anda, yang seperti saya, bosan dengan perawatan tubuh “pabrikan” yang umum dijual di supermarket, beruntunglah, kini kita bisa agak terhibur karena makin banyak produsen perawatan tubuh lokal bermunculan. Kualitasnya juga enggak main-main, lho. Beberapa teman yang sudah cukup lama memulai bisnis sabun alami, saya tahu betul sangat serius memilah dan memilih bahan-bahan yang dia pakai. Saya yakin banyak produsen lokal seperti dia.

Salah satu contohnya Moloka (@molokafarm), yang didirikan Mba Esterlyta, yang konsisten menekuni dunia perkambingan. Saya sendiri awalnya kenal Moloka karena susu dan yoghurt kambingnya, pilihan susu yang lebih bersahabat buat mereka yang alergi susu sapi.

Saya baru tahu kalau ternyata ada juga lini sabun dan shampoo natural (bebas bahan-bahan kimia berbahaya). Ada beberapa base yang ditawarkan, pastinya susu kambing adalah salah satunya. Namun saya lebih tertarik untuk mencoba beer shampoo. Shampoo untuk manusia ya, bukan untuk kambing.

sabun kambing moloka jakarta

Bir ternyata tidak hanya mampu menyegarkan para pekerja selepas kerja, ia pun konon dipercaya mampu membuat rambut lebih bersinar dan bervolume. Beberapa selebriti Hollywood seperti Catherine Zeta-Jones pernah menyebutkan bir sebagai salah satu resep perawatan rambut indahnya. Tahun 1978, Kim Basinger juga pernah membintangi iklan sebuah merek shampoo yang menggunakan bir sebagai bahan utamanya.

Bagaimana dengan beer Shampoo dari Moloka? Bahannya diklaim bebas sulfat. Sulfat sendiri fungsinya memang sebagai pembersih yang efektif, maka ia dipakai pada shampoo atau sabun pada umumnya. Sayangnya, dalam waktu lama, menurut beberapa penelitian, bahan ini malah merusak kulit kepala, rambut dan folikel rambut. SLS disebut-sebut sebagai penyebab iritasi kulit kepala, seperti perih atau korengan, juga rambut rontok.

Ditambah lagi isu lingkungan. SLS termasuk bahan yang sulit diurai oleh alam. Jadi kalau Anda mau meringankan sedikit beban polusi yang sudah ada di air, berhenti pakai sabun atau shampoo dengan SLS bisa jadi salah satu langkah yang super gampang.

shampoo-bir-beer-moloka

Shampoo Moloka sendiri ada busanya, tapi memang tidak melimpah, dan cepat “menguap”. Saya tadinya pikir akan ada aroma bir, ternyata tidak ada, bahkan samar-samar pun tidak. Patchoulinya tercium sedikit. Sehabis keramas, rambut tidak lantas wangi aroma bir, tapi rambut terasa kesat, agak berat. Setelah benar-benar kering, rambut saya jadi lebih mengembang (jadi mungkin bagus untuk mereka yang pengen rambutnya mengembang. Kalau buat saya, jadi terlalu berlebihan mengembangnya). Yang kurang saya suka adalah terasa kesatnya. Sensasi kulit kepala bersih setelah keramas juga berbeda. Rasanya kayak kurang bersih, tapi itu mungkin soal kebiasaan saja.

Saya pernah baca, kalau mau rambutnya terasa lembut setelah keramas pakai shampo-shampo alami, setelah keramas dibilas pakai air cuka. Mungkin lain kali saya coba. Satu lagi, karena bentuknya batangan, shampo ini kayaknya memang cocoknya untuk di rumah aja ya, agak ribet dibawa berpergian. Semoga menyusul tersedia versi cairnya.

Foto Utama: Moloka Farm