Kenapa Kesepian Bisa Membuat Tubuh Sakit?

0
222
kesepian mengundang penyakit

Kesendirian memang terdengar mandiri dan tangguh, namun di balik kesendirian ternyata banyak potensi penyakit. Menurut psikolog Julianne Holt-Lunstad, PhD dari Brigham Young University, kesepian bisa menimbulkan risiko kesehatan yang serius. Saking seriusnya, kesepian bisa memiliki faktor risiko lebih besar ketimbang merokok 15 batang sehari atau obesitas.

Kesendirian menyebabkan seseorang terhubung ke penggunaan media sosial yang tidak sehat dan juga terkait dengan pola hidup tidak sehat. Inilah yang memicu orang yang merasa kesepian rentan mengalami penyakit.

Richard Davidson, seorang profesor psikologi dan psikiatri mengatakan bahwa aktivitas otak terhubung dengan emosi negatif yang dapat memberikan respons terhadap imun. Emosi dan stres inilah yang dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

BACA JUGA: Lagi Bad Mood? Segera Hempaskan Untuk Kebaikan Anda Sendiri

Ketika seseorang merasa kesepian, dia akan cenderung memikirkan episode-episode sedih dalam hidupnya yang membuat antibodinya mengalami penurunan. Berbanding terbalik ketika sedang mengingat masa-masa bahagia, tingkat antibodi menjadi lebih tinggi.

Ini dikuatkan oleh hasil penelitian yang dipublikasikan di Psychoterapy and Psychosomatics, yang mengatakan lansia yang kesepian memiliki lebih sedikit limfosit dan sel darah putih yang penting untuk melawan penyakit.

Tidak Sembarang Kesepian

Dr. Bruce Rabin dari University of Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat meneliti mengenai sistem kerja imun tubuh. Ia memberikan salah satu contoh bagaimana kesepian bisa “membunuh” seseorang adalah ketika ia sedang menghadapi masa sulit dan tidak ada yang membantunya.

Sejatinya, terkadang seseorang memang ingin sendiri untuk memulihkan diri dan mendapatkan kedamaian. Namun jika kondisi ini ditandai oleh rasa kekosongan yang mendalam, tidak berharga, kurangnya kontrol, dan ancaman pribadi maka kesendirian itu bukan sekadar mencari kedamaian.

Sifat manusia pada dasarnya ingin terhubung (ada koneksi sosial) maka ketika itu tidak didapatkannya, maknanya sebagai manusia akan berkurang.

Beberapa karakteristik yang disebutkan di atas berlaku sama untuk kondisi depresi. Benar bahwa kesepian terkadang memberi jalan bagi orang yang mengalami depresi. Meski itu bisa menjadi tolak ukur akurat terkait depresi, depresi tidak selalu menjadi penanda kesepian.

Kesedihan dan Kesehatan Paru-Paru

Menurut ilmu kesehatan tradisional Cina, kesepian dan kesedihan dapat berpengaruh pada kesehatan paru-paru. Fungsi paru-paru adalah sebagai bagian dari sistem pernapasan, membentuk energi dari udara, dan membantu mendistribusikannya ke seluruh tubuh.

Paru—paru juga bekerja sama dengan ginjal untuk mengatur metabolisme air. Ini penting dalam sistem kekebalan tubuh dan resistensi terhadap virus dan bakteri. Ketika kesepian memengaruhi kesehatan pada paru-paru, maka akan terjadi ketidakseimbangan seperti bernapas pendek, berkeringat, kelelahan, batuk, pilek dan flu, alergi, asma, dan gangguan lainnya.

BACA JUGA: Stres Karena Belum Mendapat Pekerjaan? Ini Cara Mengatasinya!