Kenapa Essential Oil Mahal dan Bagaimana Cara Mereka Bekerja?

0
57
minyak essential oil

Dalam beberapa tahun terakhir ini, minyak esensial atau minyak atsiri menjadi salah satu bintang bagi orang-orang yang ingin hidup lebih sehat dengan cara alami. Memang banyak manfaat yang ditawarkan oleh minyak atsiri ini, tapi sebelumnya kita dulu apa sebenarnya yang dimaksud dengan minyak esensial ini.

Minyak esensial merupakan sari pati hasil dari proses metabolisme sebuah tanaman; proses metabolisme ini adalah proses tanaman dalam bertumbuh dan berkembang. Dalam prosesnya, setiap tanaman menyimpan bakal minyak tersebut di berbagai tempat, ada yang di kelopak bunga, daun, batang, biji dan lain sebagainya. Saat bagian-bagian tersebut diekstraksi, maka akan dihasilkan saripati tanaman tersebut. Proses ekstraksinya bisa melalui berbagai metode, yaitu stem distillation, cold pressed atau pemerasan dan solvent distillation. Minyak esensial ini bukan hanya memiliki aroma yang unik, tapi dapat berguna juga untuk kesehatan.

Jumlah tanaman yang diperlukan dalam menghasilkan minyak esensial berbeda-beda untuk setiap jenisnya, tergantung kandungan minyak yang terdapat dalam tanaman tersebut. Minyak atsiri mawar, misalnya. Untuk menghasilkan sejumlah minyak atsiri mawar, dibutuhkan ribuan kuntum mawar yang harus dipetik saat pagi ketika baru mekar dan belum terkena sinar matahari. Oleh sebab itu, minyak atsiri mawar yang berkualitas tinggi, harganya juga cukup tinggi. Begitu juga dengan Frankincense yang didapuk sebagai “The King of Oils”. Karena termasuk tanaman langka dan memerlukan waktu lama dalam pengolahannya, harganya pun terbilang tinggi.

Menurut Maria Satiaputri, Pakar Therapeutic Oil yang juga Direktur Spa Factory Bali, kualitas sebuah minyak esensial ditentukan oleh cara budidaya, cuaca selama penanaman, penanganan setelah panen maupun proses penyulingan. “Tanaman yang khusus dipelihara untuk diambil minyaknya akan memiliki hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kebun tanaman untuk banyak fungsi. Hal ini disebabkan pemeliharaannya pun akan diperuntukan untuk menghasilkan minyak atsiri,”ungkap Maria.

Contohnya Mawar yang dibahas di atas. Kebun mawar yang dipelihara khusus untuk keperluan penyulingan minyak akan mendapat perawatan dan pemilihan varietas sehingga kandungan minyak dalam kelopak mawar dapat lebih dimaksimalkan. Minyak esensial yang baik memiliki manfaat therapeutic karena kandungan zat yang berguna dapat menjaga kesehatan atau memulihkan kondisi tubuh jika terganggu.

Dua Metode Penggunaan Essential Oil

Manfaat minyak esensial bagi tubuh bisa didapat melalui dua cara, yaitu melalui indera penciuman dan melalui pori-pori kulit. Untuk penggunaan melalui penciuman, minyak esensial yang akan digunakan dicampur dengan air dan diuapkan dengan menggunakan lilin atau diffuser. Aromanya akan menyebar di udara dan saat kita menghirup aroma, maka partikel minyak akan menstimulasi indera penciuman kita yang kemudian mengirimkan sinyal kimia melalui sistem syaraf ke otak. Sinyal inilah yang akan mempengaruhi mood, emosi bahkan psikologis.

Ada juga minyak yang digunakan secara topikal atau dioleskan pada kulit. Sebelum digunakan, minyak esensial diencerkan terlebih dahulu menggunakan carrier oil, bisa memakai minyak kastor atau minyak virgin oil. Saat dioleskan di kulit, minyak esensial akan diserap oleh tubuh melalui peredaran darah dan molekul-molekulnya akan dibawa ke bagian yang memerlukan. Biasanya, penggunaan secara topikal dibarengi dengan pijat sehingga akan membuat tubuh serta pikiran lebih rileks, sehingga manfaat minyak bagi tubuh dapat lebih maksimal.

Saat ini produk minyak esensial yang beredar di pasaran umumnya ada 4 macam, yaitu:

1. Synthetic Oil : jenis esensial oil yang tidak ada kandungan tanaman asli sama sekali (sintetis).
2. Extended Oil : Dalam formulasinya tidak murni, tapi ada penambahan kandungan lain seperti vegetable oil, esensial oil lain yang lebih murah, alkohol atau solvent lainnya, dan melalui proses alterasi di dalam laboratorium sehingga menghasilkan bau-bauan yang lebih harum.
3. Food grade : Kandungannya sepenuhnya berasal dari tanaman, namun tidak seluruhnya mengandung komponen therapeutic dan ditujukan untuk menambah rasa dan aroma dalam industri makanan.
4. Therapeutic oil : serupa dengan Food Grade, hanya saja jenis esensial ini merupakan grade dengan kemurnian tertinggi. Dibutuhkan setidaknya 60 bunga segar untuk menghasilkan satu tetes minyak atsiri jenis Therapeutic! Kepadatan molekul minyak atsiri  tingkat Therapeutic juga lebih terkonsentrasi. Jenis ini yang dikatakan memiliki manfaat lebih untuk kesehatan fisik dan emosional.

BACA JUGA : Pilih Minyak Esensial Therapeutic Grade untuk Hasil Maksimal

Perlu diingat kalau manfaat itu hanya bisa Anda dapatkan jika menggunakan minyak essential oil yang therapeutic grade, artinya bukan minyak yang memakai parfum atau pewangi sintetis. Untuk itu, Anda harus mencermati betul ketika hendak membelinya, karena jika tidak, artinya Anda hanya membeli minyak “biasa” dengan harga yang lebih mahal.