Kefir Lebih Unggul Daripada Yoghurt

0
171
Kefir warisan nabi muhammad

Kefir merupakan minuman hasil dari fermentasi susu yang memiliki rasa asam, sedikit berkarbonasi dan beralkohol. Fermentasi tersebut dilakukan dengan menginokulasikan biji kefir (kefir grain) ke dalam susu. Susu yang dipakai biasanya susu sapi, susu kambing, atau susu unta.

Seperti yang kita tahu, kefir merupakan minuman probiotik yang memiliki ragam manfaat, seperti mencegah resiko beberapa penyakit seperti jantung, ginjal, serta gangguan dan infeksi saluran pencernaan. Biji kefir mengandung lebih dari satu jenis mikroba yakni bakteri asam laktat dan khamir yang bersimbiosis. (Jurnal Wima)

“Kefir itu tinggi protein, kalsium, dan probiotik. Selain itu, kefir juga mengandung antibakteri dan antikanker yang sangat baik untuk tubuh dan kesehatan kulit,” jelas Pakar Gizi sekaligus Founder dari Negeri Gizi, Fitri Ikrimah Putri Utami, S.Gz.

Biji Kefir
Biji Kefir

Kefir, Warisan Nabi Muhammad

Beberapa catatan sejarah menyebutkan bahwa kefir berasal dari kawasan Eropa Tenggara, yaitu Kaukasus, terletak di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia.

Masyarakat Kaukasus yang umumnya Muslim ternyata telah mengonsumsi kefir selama berabad-abad, dan membuktikan stamina serta kesehatan tubuh mereka terjaga dengan baik.

Mereka membuat kefir secara tradisional, yakni menuangkan susu kambing atau sapi segar dan biang ke dalam kantong yang terbuat dari kulit kambing.

Kantong tersebut mereka gantung di dekat pintu, sehingga siapapun yang masuk atau keluar rumah tidak sengaja akan menggoyang kantong dan membuat isinya tercampur. Lalu, proses fermentasi berlangsung selama 24 jam lamanya pada temperatur ruang.

Biji kefir mereka sebut dengan The Grains of the Prophet, karena mereka percaya bahwa yang mengajari dan memberi bibit kefir adalah Nabi Muhammad.

Kefir pun berkembang dan terkenal ke berbagai negara Balkan, Eropa, hingga dunia, seperti Ceska, Hongaria, Finlandia, Norwegia, Swedia, Polandia, Swiss, Denmark, Prancis, dan Jerman. Kefir juga terkenal di negara Turki, Yunani, Austria, Brasil, Israel, Amerika, Kanada, dan Jepang.

BACA JUGA: Mengenal Kefir Bersama Chef Vania Wibisono

American Journal of Pharmacy (1887) menyebutkan bahwa kefir adalah inovasi baru dari produk susu fermentasi yang memiliki sejarah panjang.

Kefir juga dikenal dengan banyak nama yaitu yaitu kephir, kiaphur, kefer, knapon, kepi, dan kippi.

Kefir Lebih Sehat daripada Yoghurt, Kok Bisa?

Kefir lebih baik dari yoghurt

Kefir sering disamakan dengan yoghurt. Meski sama-sama hasil fermentasi, kefir dan yoghurt merupakan dua minuman hasil fermentasi yang berbeda.

Kefir memiliki khasiat kesehatan dalam skala yang lebih luas. Untuk menggambarkan nilai gizinya, Kefir dikatakan sebagai The champagne of Cultured Milk atau juaranya berbagai jenis susu fermentasi.  (Kefir Minuman Susu Fermentasi dengan Segudang Khasiat untuk Kesehatan, Ir. Burhan Bahar)

Selain itu, kefir juga mengandung beberapa jenis bakteri baik yang biasanya tidak terkandung di dalam yoghurt. Bakteri baik yoghurt biasanya hanya akan bertahan di pencernaan sehari, sedangkan bakteri baik dalam kefir akan bertahan lebih lama.

“Kefir mengandung lebih banyak probiotik ketimbang yoghurt, karena menggunakan bakteri dan ragi fermentasi yang lebih beragam jenis dan banyak jumlahnya. Ini membuat kefir rasanya cenderung lebih asam ketimbang yoghurt,” kata Fitri.

Fitri juga menjelaskan bahwa kefir dan yoghurt melewati cara pembuatan dan tekstur yang berbeda, “Yoghurt difermentasi dengan suhu yang tinggi, dan menghasilkan tekstur yang kental. Sedangkan, kefir difermentasi di suhu normal ruangan, menghasilkan tekstur lebih cair dari yoghurt,” jelasnya.

Dalam beberapa studi, kefir termasuk dalam kelompok makanan fungsional atau functional food dan probiotik. Menurut Codex FAO, maksud dari makanan fungsional adalah makanan yang dikonsumsi untuk pola makan yang dapat berdampak positif secara psikologis, menurunkan risiko penyakit berbahaya, di luar fungsi gizi inti dalam makanan tersebut.

BACA JUGA: Mengulik Pengolahan Kefir Susu