Karena Memelihara Hewan Bukan Hanya Lucu-lucuan

0
228

Memelihara hewan bukan hanya soal lucu-lucuan, karena hewan bukan something tetapi someone yang sejatinya harus dirawat sampai akhir hayatnya. Bukan di saat Anda masih merasa sayang dan senang saja.

Itulah salah satu pesan yang disampaikan Lolita dari Animal Friends Jogja atau AFJ Adoption Yogyakarta dalam diskusi Komunitas Paprica Loca di telegram Agustus silam. Selain itu Lolita banyak berbagi informasi mengenai aturan adopsi dari AFJ dan bagaimana seharusnya kita merawat hewan peliharaan dan satwa liar. Berikut rangkumannya.

SHARING SESSION

Paprika Living: Malam teman-teman…sebentar lagi diskusi kita akan segera dimulai ya. Tema kita kali ini adalah mengenai adopsi hewan dengan narasumber Mba Lolita Saras dari AFJ Adoption Yogyakarta.

Lolita:  Halo apa kabar dari Jogja! Salam kenal.                                                              Paprika Living:  Sudah hadir bersama kita Mba Lolita. Boleh cerita Mba mengenai AFJ Adoption seperti apa.

Lolita:  AFJ Adoption itu merupakan salah satu program dari organisasi non profit Animal Friends Jogja. Adopsi adalah salah satu program dari program yang lain yaitu kampanye, advokasi, sterilisasi, dan edukasi.

AFJ sendiri bergerak untuk meningkatkan kesejahteraan satwa, khususnya di Jogja. Dan dalam program adopsi kami teruntuk satwa domestik anjing dan kucing yang kami selamatkan dari berbagai kasus penelantaran.

Debby: Biasanya hewan-hewannnya diperoleh dari mana Mba?                                        Lolita: Satwanya biasanya diselamatkan dari berbagai kasus penelantaran. Banyak kasus penelantaran di Jogja biasanya dari pelajar yang ketika di Jogja merawat/beli kucing atau anjing, tapi ketika lulus nggak dibawa serta.

Karima Ananta: Oh banyak Mba seperti itu?                                                                  Lolita: Banyak juga kami temukan kasus bayi-bayi kucing dibuang di jalan misalnya. Kebanyakan karena mereka nggak bisa mengurus lagi.

Debby: Ada berapa banyak hewan yang ditampung di AFJ?                                        Lolita: Saat ini ada 200an kucing dan 20 anjing yang kami rawat di rumah-rumah relawan pribadi, karena organisasi kami berbasis volunteer. AFJ sendiri resminya terbentuk sejak tahun 2010 setelah erupsi Merapi. Saat itu aksi rescue pertama para anggota-anggota pertama dimana ketika Merapi erupsi ada banyak satwa yang tertinggal.

Paprika Living: Jadi hanya kucing dan anjing aja ya, kalau hewan liar juga ditampung di AFJ kah Mba?

Lolita: AFJ meyakini bahwa satwa yang bisa hidup bersandingan dengan manusia sebagai teman/keluarga di rumah hanya satwa domestik anjing dan kucing. Untuk satwa liar, ada di program kampanye kami seperti stop topeng monyet, stop sirkus lumba, penolakan terhadap peliharaan primata, dan sebagainya.

Paprika Living: Sejauh ini tantangan yang dihadapi AFJ sendiri seperti apa?              Lolita: Banyak Mba. Tapi mengenai adopsi sendiri banyak sekali kami temukan orang-orang yang sangat bergantung kepada AFJ. AFJ bukan penampungan, namun kami gabungan individu peduli satwa seperti teman-teman yang lain juga. Dan relawan kami sangat terbatas.

Misalnya, warga menemukan kucing di jalanan lalu kontak kami dan berharap kami dapat menampung satwa tersebut, tapi saksi/pelapor tersebut kadang enggan berbuat sesuatu atau hanya melapor.

Ada juga, warga yang punya satwa dampingan, tapi tidak bisa komitmen dan berharap AFJ/organisasi peduli satwa untuk tampung ketika lulus kuliah, pindah rumah, bertambah kesibukan, dan lain-lain.

Misi kami yang utama adalah edukasi. Jadi biasanya respons kami terhadap laporan adalah sebisa mungkin membuat pelapor bertindak juga. Kembali ke relawan AFJ yang terbatas dan juga punya profesi/tanggung jawab pribadi bersamaan dengan menjalankan program organisasi kami, sangat sulit bergerak seperti Superman dan langsung bergerak ke lokasi yang sangat sering lokasinya jauh sekali.

Nah, satwa yang ada di lokasi kami, adalah yang benar-benar diselamatkan dari kasus emergency atau tidak ada alternatif memungkinkan lainnya, dan satwa tersebut kami carikan keluarga lagi dengan proses adopsi Kalau untuk kucing liar, kami bantu dengan sterilkan.

Paprika Living: Contohnya seperti apa? Dan mengenai proses adopsi sendiri di AFJ bagaimana ya? AFJ lebih menyarankan untuk mengadopsi ketimbang membelikah?            Lolita: Contohnya, ada kucing tertabrak namun pelapor sangat terhalang untuk membantu, namun bersedia kontribusi misalnya untuk membantu pembiayaan medis untuk kucing tersebut. Dan semampu relawan kami, kami bisa membantu juga. Mengenai proses adopsinya secara bertahap dan selektif. Tahapannya adalah:

1.Isi formulir
2. Setelahnya akan kami survey tempat tinggal calon adopter
3. Kalau memenuhi standar kami hasil surveinya, bisa kami setujui adopsi dan undang ke lokasi untuk pendekatan dengan satwa.
4. Ada pergantian biaya steril yg sudah disubsidi dan akan disalurkan untuk satwa lainnya di AFJ pada saat penjemputan satwa.

Paprika Living: Terkait sterilisasi apakah itu jadi mencabut haknya sebagai hewan ?        Lolita: Kalau untuk kucing liar, kami bantu dengan sterilkan. Kalau untuk sterilisasi, kami bergerak dengan Peduli Kucing Pasar dan menjalankan event steril bersubsidi rutin. Sterilisasi itu KB paling manusiawi dengan operasi, untuk mencegah overpopulasi satwa jalanan dan kesehatan satwa. Program ini namanya Trap-Neuter-Return. Jadi kucing jalanan kami dekati/beri makan, satu persatu kami tangkap untuk steril, dan dikembalikan lagi ke lokasi penemuan atau dicarikan adopter. Biasanya untuk kucing liar yg sudah disteril ada tanda ‘eartip‘.

kucing steril
Tanda pada kucing yang sudah disteril

Karima Ananta: Untuk sekarang sudah ada tempat khusus penampungan Mba?                AFJ: Semampu dana yang ada dari teman-teman yang peduli.  Kami juga berharap teman-teman yang peduli bisa melakukan hal ini juga. Makanya ini semua dimulai dari lingkungan sekitar rumah sendiri.

Paprika Living:  Kenapa AFJ menyarankan adopsi ya ketimbang beli?                              AFJ: Adopsi dari organisasi/shelter/jalanan akan membantu para satwa yg kurang tersebut. Dan sayangnya banyak yang nggak tahu, dalam perdagangan anjing/kucing untuk peliharaan tidak memenuhi kesejahteraan satwanya.

Banyak satwa yg terpaksa harus berada di kandang untuk terus beranak pinak, supaya bisa dijual. Juga selama masih banyak satwa terlantar di jalanan, kenapa beli dan menjual? Adopsi satwa jalanan atau lewat organisasi kesejahteraan satwa bisa memperbaiki kesejahteraan mereka secara umum

Paprika Living: Tapi kadang orang membeli karena seleranya ras tertentu dll. Tanggapan Mba mengenai hal ini gimana?                                                                                  AFJ: Kalau menurut AFJ, baiknya ketika mengadopsi atau merawat satwa jangan didasarkan dari kepentingan kita sendiri, tapi harus paham juga tanggung jawab kita terhadap kebutuhan si satwa dampingan kita. Juga, banyak jenis/ras satwa yg sebenarnya tidak sesuai dengan iklim di Indonesia, jadi untuk apa dikembangbiakkan atau menimbulkan permintaan lebih dengan beli.

BACA JUGA: Beli Hewan Peliharaan? Kenapa Tidak Adopsi?

Ras juga nggak menentukan nasib satwa sepanjang hidupnya. Banyak dari mereka juga terlantar. Kalau bisa bertanggung jawab untuk perawatan tertentu yang mungkin dibutuhkan satwa tersebut, bisa adopsi lebih baik. Yang pasti ketika memutuskan merawat satwa harus dipertimbangkan dengan baik sebelumnya.

Paprika Living: Kira2 AFJ udah pernah ada sosialisasi nggak mengenai ini Mba? Dan apa semua satwa liar (kucing anjing) harus disterilkan atau ada ketentuan tertentu?                  AFJ:  Kami biasa edukasi ke sekolah-sekolah untuk kecintaan alam dan satwa secara umum juga. Soal adopsi, biasanya juga kami sampaikan di acara edukasi ke sekolah-sekolah tersebut.

Paprika Living: Konon hewan yang disterilkan jadi lemah, lesu dan kehilangan gairah, apa betul seperti itu Mba?

AFJ:  Untuk ini mungkin terkait medis dan saya nggak cukup kompeten. Tapi syarat sterilisasi adalah paling tidak sudah di usia 5 atau 6 bulan.  Biaya administrasi adalah biaya pengganti steril yg telah disubsidi dalam adopsi, kalau kucing jantan 100 ribu, betina 150 ribu. Untuk anjing berbeda.

Paprika Living: Ada ketentuan lain Mba sebagai persyaratan sterilisasi inih?                      AFJ: Tidak sedang dalam kondisi birahi. Tapi bisa dikonsultasikan ke klinik atau dokter yang bersangkutan untuk lebih lanjutnya.

Mardiati: Biasa vaksinnya kemana ya?                                                                    Paprika Living: Untuk vaksin biasanya kami ke klinik atau dibantu dokter yang baik hati di Jogja.

Paprika Living:  Mba..kira-kira kalau sterilisasi seperti ini apakah kita jadi merampas hak mereka ya?                                                                                                                    AFJ: Hmm kalau dari banyak kasus yang kami temukan. Dimana banyak sekali bayi-bayi kucing/anjing dibuang ketika pendampingnya tidak bisa merawat lagi, juga banyaknya stray/kucing-anjing liar nggak jarang mendapatkan perlakuan yg nggak baik karena dianggap mengganggu atau karena manusia tidak suka keberadaan mereka, sterilisasi jauh lebih manusiawi untuk mencegah hal ini.

Kucing dan anjing masih bisa kawin kok setelah steril. Tapi tidak bisa membuahi dan dibuahi. Sterilisasi juga meminimalisir satwa terkena kanker, dan biasanya mereka lebih sehat setelah disteril.

Soal steril, coba dipikirkan, kalau satwa dampingan kita melahirkan 7 bayi aja, lalu anak-anaknya tersebut melahirkan lagi bayi dengan jumlah yang sama, dan dalam satu tahun anjing/kucing bisa hamil berkali-kali, nanti siapa yang akan merawat?

Sterilisasi juga meminimalisir satwa terkena kanker, dan biasanya mereka lebih sehat setelah disteril.

Paprika Living: Oke Mba…pertanyaan terakhir adakah tips dari Mba untuk teman-teman yang punya hewan peliharaan, bagaimana meningkatkan kualitas hidup anjing dan kucing kesayangannya?                                                                                                      AFJ: Mungkin bukan tips, tapi lebih menyampaikan harapan para satwa yang didampingi dan yang AFJ sendiri. Ketika mengadopsi, anggaplah para satwa tersebut keluarga dan sahabat kita, bukan sesuatu yang sesuatu yang “dimiliki”. Mereka adalah “someone”, dampingi mereka sampai akhir hayat, bukan sampai ketika ada tantangan.

Tentunya tantangan dan perubahan gaya hidup itu pasti. Semua satwa yang didampingi pasti memerlukan perlindungan dari pendampingnya. Dan juga satwa dampingan kita pasti berbagi sesuatu yg baik jg dengan kita, dan tanggung jawab kita adalah berkomitmen hingga akhir.

Untuk info lebih lanjut mengenai adopsi di AFJ, bisa cek web animalfriendsjogja.org atau IG: @afjadoption.

Untuk program AFJ lainnya bisa cek juga ke web tersebut atau sosmed: @animalfriendsjogja (IG), Animal Friends Jogja [AFJ] (FB).

Artikel ini adalah rangkuman percakapan dalam diskusi Telegram antara Lolita dari AFJ Adoption Yogyakarta dan anggota Komunitas Paprika Loca! Diskusi seputar isu kesehatan dan lingkungan diadakan tiap Rabu malam Pk.20.00 – 21.00. Jika Anda ingn bergabung, Anda klik link berikut ini : https://t.me/joinchat/HMrZHUmYHcsZB7PNiibZ4A

BACA JUGA: Bereskan Masalah Sampah Mulai Dari Rumah Tangga