Kanker Paru : 7 Gejala yang Perlu Diwaspadai

0
243

Tahukah Anda bulan November setiap tahun diperingati sebagai bulan peduli kanker paru di seluruh dunia? Peringatan ini menjadi salah satu cara yang dilakukan agar kita lebih peduli dengan salah satu penyebab kematian nomor satu di dunia ini. Faktanya, dalam lima tahun terakhir jumlah survival kanker paru hanya 17,7%. Angka ini paling rendah dibandingkan dengan jumlah survival kanker lainnya; yaitu kanker usus besar 64,6%, kanker payudara 89,7%, dan kanker prostat 98,9%. Sementara itu, menurut data WHO tahun 2014, di Indonesia, 25.000 penderita kanker paru meninggal setiap tahunnya. Dan, jumlah ini diperkirakan akan terus meningkat.

Salah satu kunci untuk meningkatkan jumlah survival kanker paru adalah dengan melakukan deteksi dini pada stage awal. Pada umumnya, banyak penderita kanker paru baru memerikasakan dirinya ke dokter saat sel kanker sudah besar dan menyebar ke organ lain di sekitar paru yang membuatnya sulit untuk diatasi.

Berangkat dari fakta ini, peduli dan memiliki pengetahuan tentang gejala dari kanker paru dapat membantu memperpanjang harapan hidup seseorang. Beberapa studi membuktikan, jika kanker paru diketahui sebelum sel kanker menyebar, maka harapan hidupnya dapat meningkat hingga 55%. Ini adalah 7 gejala kanker paru yang perlu kita waspadai :

  1. Batuk berkepanjangan

Jika Anda batuk untuk waktu yang lama, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter, meskipun diawali dari flu. Hal ini karena jika seseorang mengalami batuk kering yang disertai suara serak lebih dari delapan minggu tanpa penyebab lain, bisa jadi ia mengalami gejala awal kanker paru.

  1. Napas yang pendek-pendek

Tiba-tiba merasa sesak napas saat melakukan aktivitas sehari-hari atau memiliki napas yang pendek-pendek dapat disebabkan oleh banyak hal lain selain kanker paru. Akan tetapi, jika Anda memiliki resiko tinggi terhadap penyakit ini, salah satunya jika Anda adalah perokok, memerikasakan diri ke dokter akan menjadi pilihan yang terbaik.

  1. Kehilangan berat badan dan nafsu makan

Kehilangan berat badan yang terjadi secara tiba-tiba dapat menjadi tanda bahwa sesuatu berjalan dengan tidak seharusnya di dalam tubuh Anda. Maka, butuh diagnosa lebih lanjut terhadap kondisi ini. Pada umunya, kehilangan nafsu makan yang kemudian menyebabkan turunnya berat badan dapat menjadi tanda kanker atau tumor. Tubuh bekerja lebih keras untuk melawan tumor di dalam tubuh, hal ini lah yang menyebabkan kalori yang terbakar di dalam tubuh lebih banyak. Penurunan berat bada yang disebabkan oleh kanker disebut juga sebagai chachexia dan biasanya terjadi ketika seseorang tidak melakukan perubahan pada pola makan ataupun kebiasaan olah raganya. Dalam kasus yang lebih ekstrim, kanker menyebabkan tubuh menggunakan masa otot dan lemak tubuh sebagai sumber energi tambahan dalam melawannya.

  1. Sakit di bagian dada

Jika Anda mengalami sakit di bagian dada ketika mengangkat sesuatu, batuk, atau tertawa, ini bisa menjadi tanda awal kanker paru. Dan, jika rasa sakit tersebut terus terjadi, dapat mengindikasikan tumor yang tumbuh menekan organ lain disekitarnya membuat ujung-ujung saraf bertambah besar. Sehingga menimbulkan rasa sakit ketika melakukan gerakan tertentu.

  1. Batuk darah

Biasanya, ketika seseorang mengalami batuk darah, ia juga akan mengalami gejala napas pendek, sakit di area dada, dan demam yang terus menerus. Kondisi ini dapat menjadi gajala dari kanker paru. Maka, jika Anda mengalaminya, segera periksakan diri ke dokter.

  1. Sering merasa lelah dan lemah

Merasakan penurunan energi yang cukup drastis hingga tidak dapat melakukan aktivitas di kantor ataupun di rumah bisa menjadi tanda berkembangnya sel kanker di dalam tubuh. Seiring dengan meningkatnya stage kanker, tubuh akan menggunakan semakin banyak energi untuk melawannya sehingga seseorang akan mudah merasa lemah dan lelah dengan cepat.

  1. Mengalami bronchitis atau pneumonia yang berkepanjangan

Sumber : https://www.huffingtonpost.com/entry/7-warning-signs-of-lung-cancer-not-to-ignore_us_58c321d5e4b0c3276fb784cd

http://www.tribunnews.com/kesehatan/2017/11/27/bulan-peduli-kanker-paru-masih-jadi-penyebab-kematian-utama-di-seluruh-dunia