Kalau Bisa Isi Ulang Sabun Pembersih, Kenapa Tidak?

0
891
refill sabun mandi

Perhatikan nggak, sekarang di Jakarta makin banyak toko-toko berkonsep bulk store tanpa kemasan? Contohnya Saruga. Di toko seperti ini, pembeli bisa membeli barang sesuai dengan kebutuhannya saja, jadi tidak menuruti berat/ukuran yang sudah ditentukan produsen lewat kemasannya. Selain itu pembeli juga bisa membawa wadah sendiri atau membeli wadah yang disediakan toko tersebut. Sudah bisa ditebak dong, wadah yang disediakan toko bukanlah kantong plastik. Jika sudah habis, pembaca bisa kembali lagi dan mengisi ulang wadahnya.

Nah, beberapa saat lalu saya menemukan QYOS, yaitu usaha rintisan yang menjual produk-produk pembersih rumah dengan sistem refill yang terhubung dengan internet.  Saat ini mereka menyediakan sabun cuci piring, sabun cuci baju, dan sabun mandi, namun ke depannya mereka akan menyediakan produk-produk lainnya, bukan hanya pembersih tapi bisa saja seperti susu. Dengan sistem ini memang variasi produknya bisa hampir tak terbatas, ya.

Siang itu di Kalibata City, saya menemui Firda, salah satu founding team dari QYOS. Ia bercerita kebetulan hari itu dia memang melakukan pengecekan bersama teknisinya. Firda menjelaskan kalau secara berkala, alat-alat ini selalu dicek bukan hanya untuk memastikan proses pengeluarannya lancar, tapi juga kebersihan pipa-pipa di dalamnya.

CARA MEMBELI SABUN ISI ULANG

Untuk membeli produk di QYOS, kamu harus install dulu aplikasinya dan top up saldonya (saat ini baru menggunakan OVO). Sedikit berbeda dengan bulk store yang umumnya membebaskan pelanggan untuk membawa wadah sendiri, kamu harus punya botol dari QYOS. Sekarang masih promo jadi gratis, ke depannya mereka akan kenakan biaya, kalau tidak salah 15 ribu.

Kamu bisa mengukur impact yang telah kamu lakukan. Dalam satu kali membeli satu liter refill kamu telah menghindari 6 sampah plastik.
Kamu bisa mengukur impact yang telah kamu lakukan. Dalam satu kali membeli satu liter refill kamu telah menghindari 6 sampah plastik.
Botol pintar yang bisa baca data pemiliknya.
Botol pintar yang bisa baca data pemiliknya.

Alasan kenapa botolnya harus dari mereka karena di botol itu sudah “tertanam” data pelanggan yang punya akun di aplikasi QYOS. Artinya, selama ada saldo, kamu hanya perlu bawa botolnya, tidak perlu dompet, atm, atau apapun. Setelah memasukkan data kamu ke dalam mesin, produk akan mengenali produk kamu dan segera mengalirkan produk yang kamu beli.

TANPA KEMASAN, HARGA ISI ULANG LEBIH MURAH

Soal harga, Firda mengatakan membeli di QYOS sudah pasti lebih murah, “Bisa 20 hingga 40%,”ujarnya. Menurutnya, meskipun QYOS ada untuk mengurangi sampah plastik, orang yang tertarik membeli di QYOS umumnya terdorong bukan karena isu lingkungan, tapi karena harga yang lebih murah. Masuk akal.

Saat ini QYOS baru ada di Kalibata City, Tower Ebony. Dari sekitar 300 customer yang sudah didapat, kebanyakan dari mereka adalah penghuni apartemen. Meski begitu, menurut Firda, para pedagang yang cukup banyak di apartemen itu pun mulai melirik untuk refill, seperti penyedia jasa layanan laundry atau pemilik rumah makan.

Saya pun mencoba membeli deterjen cair 1 liter yang dijual seharga 18.000 rupiah dan setelah saya cek di online marketplace, benar saja, untuk produk yang sama harganya sekitar 34.000 rupiah! Kalau saya tinggal di Kalibata city, lokasi QYOS saat ini (semoga makin banyak titiknya), sudah hampir pasti saya akan beralih. Kenapa hampir? karena saya tidak melihat ada alasan untuk tidak beralih kecuali satu hal, yaitu isinya.

Idealnya, isi atau produk yang dijual hendaknya juga selaras dengan program pelestarian lingkungan. Kita tahu, selama ini bisa dibilang mungkin semua merek-merek besar produsen produk pembersih berkontribusi sebagai penyumbang limbah.

 

Saya dan Firda salah satu founding tim Qyos.

Coba diingat-ingat, pernah enggak dengar atau lihat “Deterjen ramah lingkungan” atau “Sabun cuci piring dari bahan-bahan alami” yang dikeluarkan brand-brand besar? Wangi-wangiannya alami, iya, seperti aroma jeruk nipis, bau sirihlah dan lain-lain. Tapi tidak pernah bahannya. Kalaupun ada, rasanya bukan dari brand besar. Katakan saja seperti lerak yang kini banyak dipakai sebagai pencuci baju alami, saya belum pernah melihatnya di supermarket, kebanyakan di toko-toko organik.

BACA JUGA: Resep Sabun Dari Buah Lerak

Meski belum sempurna, kita berharap usaha-usaha seperti QYOS akan menjamur di kota-kota lain, agar memudahkan mereka yang ingin berkontribusi pada lingkungan dan kita bisa terbiasa untuk “repot dikit” bawa-bawa botol sendiri karena kita mau menghindari kemasan plastik yang bakal jadi sampah dalam hitungan menit.

Mari kurangi sampah plastik!