Jurus Self & Business Branding Untuk Bisnis Ibu

0
376

Self & Business Branding

Jaman sekarang bisnis bisa dibilang tidak bisa dipisahkan dari pemiliknya. Brand mau tak mau selalu dikaitkan dengan pemiliknya, dan sebaliknya. Lalu bagaimana membuat keduanya selaras dan berguna untuk pertumbuhan bisnis?

Topik ini menjadi salah satu pembahasan yang dibawakan oleh Nucha Bachri, Co-founder & CCO Parentalk.id, dalam rangkaian FESTIVAL MIMPI IBU (FEMPI) 2021 yang dilaksanakan pada tanggal 19-22 April 2021 lalu dengan tema Narasi Ibu Untuk Ibu.

Ibu Punya Mimpi adalah wadah belajar online dan komunitas bagi para ibu untuk berbagi pengetahuan, keberanian, dan kepercayaan diri untuk aktualisasi diri melalui bisnis.

Nah untuk kamu yang baru mulai atau sedang membangun bisnis, beberapa tips berikut tentang Self & Business Branding dari Nucha patut disimak.

1. Menjadi Diri Sendiri

Meski kita tahu di dunia social media banyak orang yang sukses dengan tidak menjadi dirinya sendiri, pada akhirnya banyak yang terkuak juga dan berakibat buruk pada brandnya. Cara yang paling aman adalah menjadi apa adanya. Misalnya kalau kamu tidak suka olahraga, baiknya jangan berusaha menciptakan image kalau kamu suka olahraga. Di sisi lain, coba tampilkan bagaimana kamu berusaha untuk mencoba menyukai olahraga. Bagaimana sulitnya menemukan motivasi, banyaknya gangguan yang bikin gagal olahraga, kiat kamu supaya rajin olahraga, semua proses itu akan terasa jujur apa adanya dan bisa jadi relate dengan yang dirasakan orang lain.

2. Tidak Perlu Jual Derita

Mungkin kita sering mendengar ada yang menjual barang karena perlu uang untuk pengobatan ibunya, sekolah anaknya, renovasi rumahnya dan lain sebagainya. Mungkin saja berhasil menarik simpati, tapi pada akhinya kalau kamu mau membangun bisnis yang berkelanjutan, yang kamu inginkan adalah orang membeli produk dan layanan kamu karena bagus dan jadi solusi masalah mereka, bukan? Maka itu ceritakan tentang kekuatan layanan atau produk kamu dan kenapa orang layak mencobanya.

3. Go Deeper Than Wider Impact

Semua orang tentu boleh bermimpi menjadi the next unicorn, tapi dengan waktu dan sumber daya yang terbatas, yang dapat kamu lakukan adalah fokus dulu untuk menyempurnakan produk/layanan dibanding harus membesarkannya tanpa ada fondasi yang belum benar-benar kuat. Ini berlaku terutama untuk ibu yang memiliki usaha. Dengan peran sebagai ibu yang mengelola rumah tangga dan membesarkan anak, “deeper than bigger” adalah konsep yang lebih realistis.

Dalam sesi webinar ini, Nucha juga membagikan beberapa rekomendasi, yaitu buku Company of One oleh Paul Jarvis dan Do Purpose oleh David Hieatt, serta podcast Thirty Days of Luch dan Ngoceh Brand.

Tentunya sebelum melahap semua ilmu branding, kamu mesti sudah mengerjakan pekerjaan rumah paling penting, yaitu riset. Riset yang baik akan berguna untuk kelangsungan sebuah brand. “Jadi jangan sampai bikin produk tapi tidak ada marketnya,” pesan Nucha.

Berdiri sejak April 2020, Ibu Punya Mimpi telah menjadi wadah berkumpul lebih dari 1,800 Ibu dan menawarkan beragam program mulai dari komunitas tempat para ibu bertukar informasi Ruang Mimpi Ibu, program kursus online Sertifikasi Ibupreneur, beasiswa belajar bisnis intensif Program Beasiswa Ibu Punya Mimpi, hingga program investasi dan pendampingan bisnis.

Informasi acara lebih lengkap bisa diakses di fempi.ibupunyamimpi.org

BACA JUGA: Festival Mimpi Ibu: Dukungan Dari Ibu untuk Ibu