Jogja International Heritage Walk 2018

0
460

Kemudahan akses transportasi, terutama di kota-kota besar, membuat banyak orang semakin malas berjalan kaki. Kita lebih memilih naik kendaraan bermotor untuk bepergian ke tempat yang jaraknya masih bisa ditempuh dengan jalan kaki. Apakah Anda salah satunya? Padahal, berjalan kaki memiliki banyak manfaat dan merupakan salah satu olah raga paling mudah yang bisa kita lakukan sehari-hari, loh.

Berangkat dari kesadaran untuk berjalan kaki lebih banyak, Indonesia, melalui Jogja International Heritage Walk, telah resmi dikukuhkan menjadi negara ke-27 IML (International Marching League) yaitu Asosiasi Liga Jalan Kaki Dunia sejak 7 Mei 2013. Menyusul kemudian pada bulan November 2013, JIHW juga resmi disahkan sebagai anggota IVV – International Volksport Verband atau International Federation of Popular Sport yang merupakan organisasi non-profit yang mewadahi beberapa cabang olahraga popular seperti Triathlon. Dengan tergabungnya Indonesia ke dalam dua organisasi dunia ini memungkinkan dan memudahkan para pejalan kaki dari berbagai negara untuk datang ke Indonesia.

The 9th Jogja International Heritage Walk (JIHW)”, tahun ini, diselenggarakan pada tanggal 18 November 2017 di Prambanan dan tanggal 19 November 2017 di Imogiri. Dalam perhelatan kali ini, sudah tercatat 20 negara yang akan menghadirkan pejalan kakinya. Delegasi pejalan kaki tersebut, diantaranya dari Jerman, Inggris, Italia, Amerika, Norwegia, Jepang, Belgia, Belanda, Taiwan, Korea Selatan, Lithuania, Australia, Perancis, Swiss, India, Rumania, Afghanistan, Denmark dan Swedia.

Rangkaian acara terdiri dari Welcome Dinner di Hotel Hyatt (Jumat, 17/10/2017) yang dihadiri oleh seluruh delegasi pejalan kaki dari masing-masing negara. Seremonial penyambutan delegasi dipimpin oleh KGPAA Paku Alam X. Hadir pula Sekjen Nijmegen Belanda Mr. Willemstein, serta wakil presiden IML untuk wilayah Pan Pasific, Ms. Dolores Grenier sebagai tamu kehormatan. Walking Day 1 di Prambanan (Sabtu, 18/10/2017) dibuka oleh Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwana X bersama Duta Besar Jepang untuk Indonesia H.E. Masafumi Ishii. Kemudian, Walking Day 2 di Imogiri (Minggu, 19/10/2017) dilepas oleh GKR Mangkubumi. Rangkaian acara JIHW, berikutnya, ditutup dengan Farewell Party di Bilik Kayu Heritage Resto (Minggu, 19/10/2017). Seluruh rangkaian acara menyuguhkan nuansa kuat heritage, interaksi masyarakat dan atraksi budaya lokal.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tim lanscape menyajikan rute utama baru di wilayah Sleman yang melewati 3 buah candi untuk mereka yang menempuh jarak rute 20 km, yaitu candi Kedulan, candi Sari dan candi Sambisari. Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta jalan kaki baik lokal maupun asing dapat semakin lebih mengenal dan menghargai warisan peninggalan budaya negara kita. Selain itu, untuk memeriahkan acara serta mengambil peran edukasi dalam rangka mempopulerkan olah raga jalan kaki, JIHW mengadakan berbagai kegiatan lain yang cocok dinikmati bersama seluruh anggota keluarga.

Sementara itu, jalan kaki hari ke dua akan dimulai dari Lapangan Selopamioro, Imogiri. Lanscape dengan pemandangan alam nan asri, melewati alam pedesaan, persawahan, hutan jati di punggung bukit serta menyusuri pinggiran sungai Elo yang dihiasi tebing-tebing batu karst di kanan-kiri, akan menjadi daya tarik utama bagi pejalan kaki. Di sepanjang rute, juga disediakan photobooth bersama dengan pameran Batik warna alam Nakula Sadewa.

Di akhir acara, peserta jalan kaki dengan rute 2 x 20 km yang lolos ke dalam 10 besar catatan waktu terbaik, diundang hadir di Farewell Party untuk menerima The Royal Medal yang dianugerahkan oleh GKR Mangkubumi sebagai medali kehormatan.

Mengangkat Generasi Muda, JIHW tetap akan menjadikan “Young Generation” ini sebagai poros pelaksana. Sekitar 200 relawan muda mahasiswa dari berbagai universitas di Jogja ikut andil dalam kegiatan ini. Dengan berbagai keunikan inilah, JIHW lolos terpilih menjadi kandidat Top 100 National Events dari Kementerian Pariwisata Indonesia. Semua kesuksesan rangkaian acara JIHW akan menjadi bekal untuk menyambut 10 tahun anniversary JIHW tahun 2018, sekaligus semakin bersemangat menyambut pelaksanaan Asianpiad tahun 2018 nanti.

Yuk, ikut gabung di JIHW 10 tahun depan!