Kita Harus Jeli Memilih Stroberi dan Sikap Menanam Strawberry

0
421
Kita Harus Jeli Memilih Stroberi dan Sikap Menanam Strawberry
Kita Harus Jeli Memilih Stroberi dan Sikap Menanam Strawberry

Apa itu Stroberi?

Stroberi adalah buah yang banyak diminati oleh orang dewasa maupun anak-anak.

Sayangnya, stroberi pun diketahui sebagai salah satu buah yang paling “beracun” karena praktik penanamannya.

Lebih khusus, kita harus memperhatikan Stroberi yang diimpor, karena praktik penanaman yang menggunakan pestisida berat ini umum dipraktikkan oleh negara-negara pengimpor stroberi.

Produksi Skala Besar Untuk Strawberry

Pada produksi stroberi skala besar, lahan perlu diasapi sebelum penanaman. Pengolah lahan biasanya menggunakan methyl bromide yang berguna untuk mensterilkan tanah sebelum stroberi ditanam.

Namun, karena bahan ini diketahui mengikis lapisan ozon atmosfer, di California ( 80% stroberi Amerika Serikat ditanam di California) bahan ini sudah banyak yang tidak menggunakan.

Hingga 2012, metil bromida sering digantikan oleh metil iodida. Sayangnya, bahan ini bukannya lebih aman, namun lebih mengerikan.

Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa Neurotoksin ini terkait dengan kanker dan keguguran.

Pestisida pengganti metil iodida, seperti 1,3- Dichloropropene, juga terkait dengan kanker. Baca: California’s strawberry industry is hooked on dangerous pesticides (English)

Pedagang Nakal Stroberi

Pewarna juga menjadi salah satu isu tentang stroberi. Pedagang nakal sering menambahkan pewarna agar stroberi kelihatan lebih menarik. Namun tentunya hal ini tidak sulit untuk diketahui.

Jika buah stroberi yang hendak dimakan berwarna sangat merah dan meninggalkan rona warna di tangan, Anda sudah bisa menebak jika stroberi tersebut menggunakan pewarna buatan.

Menghasilkan Buah Stroberi Memang Sulit

Menghasilkan buah stroberi yang benar-benar organik memang sulit. Ecopreneurship Soeparwan Soeleman menyatakan mengelola kebun stroberi yang “sehat” mempunyai tingkat kesulitan yang tinggi.

Dia mengatakan bahwa hama mempunyai kesempatan lebih banyak berkembang pada jenis-jenis tanaman yang dipanen dalam jangka waktu lebih dari dua bulan. Stroberi sendiri baru bisa dipanen dalam waktu sekitar 3 bulan.

Menurut Soeparwan,

Apalagi, menurut Soeparwan, kebun stroberi biasanya merupakan monokultur sehingga hama mudah menyebar.

Hama sendiri merupakan hal yang tidak bisa dihindari dalam dunia perkebunan atau pertanian. “Ini yang kemudian membuat petani mudah “tergoda” menggunakan pestisida untuk mereduksi hama,” ujar penulis buku Halaman Organik ini.

Strawberry Organik, Foto: www.dessertnowdinnerlater.com
Foto: www.dessertnowdinnerlater.com

Di luar stroberi organik,

buah stroberi yang biasa dijual di pasaran memiliki terpaan terhadap bahan kimia yang semakin berat karena menurut Soeparwan terdapat obat yang disemprotkan ke buah, sehingga pada saat panen warnanya semakin menarik.

“Semua terpaan bahan kimia ini tidak bisa hilang hanya dengan mencuci buah. Kulit stroberi sangat tipis sehingga mudah menyerap berbagai hal dari luar,” ungkapnya.

Namun Soeparwan tidak memustahilkan diproduksinya stroberi organik. Pria yang sudah mempelajari ilmu organik sejak 2009 ini mensyaratkan petani yang menanam stroberi organik harus mempunyai kompetensi yang tinggi.

Sikap yang Ditanam dalam Diri Kita saat Menanam Stroberi

Karena menanam stroberi harus memiliki disiplin yang ketat, dan ilmu manajemen berkebun yang memadai. “Moralnya pun harus tinggi,” imbuhnya.

Untuk itu, jika ingin stroberi yang lebih aman, pilihlah yang organik dan lokal. Sebisa mungkin kita mengetahui pemasoknya, sehingga bisa lebih percaya diri.