Jaga Pencernaan Untuk Jaga Kesehatan

0
8
kesehatan pencernaan

Tahukan Anda kalau orang dengan sistem pencernaan yang sehat memiliki umur yang lebih panjang?

Hasil penelitian menyebutkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara kesehatan sistem pencernaan dan kesehatan jantung, sistem kekebalan tubuh, kesehatan mental, gangguan endokrin, dan kanker usus besar.

Meski begitu, masyarakat urban cenderung mengabaikan pentingnya kesehatan pencernaan. Gangguan pencernaan seperti sembelit, sindrom iritasi usus, divertikulitis dan kolitis ulseratif sangat umum di kalangan orang-orang di negara Barat karena diet yang tidak sehat, dan sekarang orang-orang di Asia mulai menghadapi masalah kesehatan ini.

Di Indonesia sendiri, diare, gastritis, maag, sembelit, dan usus buntu adalah penyakit pencernaan yang umum ditemui. Coba saja Anda lihat berapa banyak iklan tentang obat seputar gangguan pencernaan yang seliweran di tengah-tengah program televisi.

Jika tidak diobati dengan tuntas, penyakit-penyakit tersebut dapat berakibat serius hingga menyebabkan kanker usus besar.

Menurut data Globocan tahun 2018, terdapat 348,809 kasus kanker baru di Indonesia, dengan kanker usus besar menjadi yang paling umum ketiga setelah kanker payudara dan kanker paru-paru.

Alex Teo, Director, Research Development and Scientific Affairs – Asia Pacific, Herbalife Nutrition, sebuah perusahaan nutrisi global mengatakan,

“Penyakit pencernaan mulai muncul di Asia karena banyak orang mengadopsi cara diet yang tidak sehat dan gaya hidup yang tidak aktif. Selain itu, terdapat hubungan yang kuat antara otak kita dan saluran pencernaan . Faktor stres yang banyak dialami oleh orang yang tinggal di kota juga dapat memicu respon negatif pencernaan yang mengarah pada kesehatan pencernaan. Karena itu, menjalani hidup sehat secara fisik dan emosional sangatlah penting bagi siapapun.”

Alex juga membagikan beberapa tips untuk menjaga kesehatan pencernaan bagi masyarakat urban modern:

1. Konsumsi makanan yang kaya nutrisi dan tinggi serat tetapi rendah lemak dan gula

Makanan bergizi yang seimbang adalah kunci untuk mempertahankan keberagaman dan komposisi bakteri baik dalam usus kita.

2. Olahraga teratur

Saat otot-otot kontraksi dan bernapas selama latihan dapat menstimulasi kontraksi alami otot usus yang membantu melancarkan pencernaan makanan melalui sistem dalam tubuh. Olahraga juga telah terbukti dapat mengurangi stres, sehingga dapat mengurangi gangguan pencernaan yang diakibatkan dari emosi negatif.

3. Hindari konsumsi antibiotik secara berlebihan 

Kebiasaan mengonsumsi antibiotik dapat mengubah keberagaman dan komposisi bakteri usus yang baik dan idealnya harus dalam pengawasan dokter.

4. Konsumsi makanan dan suplemen yang baik bagi usus

Anda juga dapat mengonsumsi probiotik harian secara natural dari makanan seperti susu, yogurt, keju, fermentasi, tempe, dan kimchi. Protein berkualitas tinggi seperti salmon, trout, daging ayam (tanpa kulit). sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian juga membantu.

5. Hindari gaya hidup yang memicu stres

Emosi dapat memicu pergerakan pencernaan; karenanya kita perlu memahami tubuh masing-masing. Misalnya saja merasa mual sebelum memberikan sebuah pidato atau merasa mulas saat menghadiri meeting penting.

Faktor psikososial memengaruhi secara aktual gejala dan gangguan secara fisiologis. Stres atau depresi dapat menyebabkan pergerakan dan kontraksi saluran pencernaan, membuat peradangan memburuk atau bahkan membuat kita menjadi lebih rentan terhadap infeksi .

Di Indonesia, Herbalife Nutrition Day merupakan acara tahunan yang mengadvokasi kesehatan, gaya hidup aktif dan merupakan cara yang menarik untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Di tahun 2019, Herbalife Nutrition Day diadakan pada bulan Oktober dan dihadiri lebih dari 33,500 peserta di 81 lokasi di seluruh Indonesia.

Herbalife juga secara rutin dan komprehensif melakukan pelatihan untuk para anggota, sehingga mereka bisa mengedukasi konsumen tentang bagaimana meningkatkan kesehatan pencernaan mereka secara keseluruhan.