Ini Waktu Yang Tepat Untuk Mendengarkan Musik Brain Wave

0
18

Tahukah Anda, menurut “teori” sound healing, frekuensi musik yang selama ini Anda dengar tidak baik untuk keseimbangan fisik dan mental? Musik yang selama in umum kita dengar di radio berada di 440 Hz, sedangkan musik yang baik untuk didengarkan berada di frekuensi 432 Hz.

Kenapa begitu? Menurut Shierilla Pritha Elliza, Certified Sound Healer dari International Academy of Sound Healing (IASH) dan Wellness Vibe, frekuensi 432 Hz adalah frekuensi alam sehingga sesuai untuk kita dengarkan.

Musik yang baik sebenarnya tidak hanya memberikan mood yang positif tetapi juga membawa keharmonisan dan keseimbangan pada pikiran, perasaan, dan fisik.

“Ketika kita mendengarkan lagu sedih saat patah hati, itu bukan sesuatu yang menyembuhkan sebenarnya, tetapi hanya pelepasan perasaan. Lagu-lagu patah hati tidak bisa menyembuhkan perasaan yang sedih,” jelas Shierilla.

Untuk membangun keharmonisasian jiwa, pikiran, dan fisik, Shierilla menyarankan untuk memainkan singing bowl. Tapi, kalau Anda tidak punya singing bowl, Anda bisa juga mendengarkan lagu-lagu brain wave seperti Solfeggio, Binaural Beats, Isochronic Tones dengan berbagai tujuan berbeda secara spesifik.

“Ingin menyeimbangkan chakra, tidur lebih lelap, menghilangkan stres, membangun hubungan, dan lain-lain,” tambah Shierilla.

Tidak Didengarkan Saat Bekerja

sherri sound healing
Shierrila dan Singing Bowl

Kami pun mencoba apa yang disarankan Shierilla. Ketika mendengarkan brain wave saat bekerja, bukannya malah berkonsetrasi tapi kami merasa justru sulit untuk fokus.

Ternyata untuk mendapatkan manfaatnya, mendengarkan musik brain wave juga harus dilakukan di waktu yang tepat. Misalnya di momen yang tenang, saat tidak mengerjakan apa-apa. Dengan kata lain, tidak didengarkan saat Anda sedang bekerja.

Mengapa demikian? Saat Anda beraktivitas dalam lingkungan kerja, otak berada pada gelombang beta, sementara mendengarkan musik brain wave akan membawa Anda pada frekuensi gelombang alfa-theta.

Sehingga, ketika Anda mendengarkannya dalam kondisi aktif bekerja, terjadi pertentangan. Alih-alih rileks, pikiran jadi terpecah—antara harus fokus bekerja atau merilekskan diri.

BACA JUGA: Mengenal Metode Terapi Sound Healing

Untuk tetap fokus sembari tetap menjaga harmonisasi diri, Shierilla menyarankan untuk mendengarkan lagu-lagu klasik seperti Mozart, Beethoven, Chopin, dan Bach. Sedangkan untuk musik brain wave dengan frekuensi 432 Hz, baiknya didengarkan saat sedang santai, meditasi, atau sebelum tidur.

Dalam keseharian misalnya di kantor, di mall, di taksi, mau tidak mau kita terpapar dengan suara-suara yang tidak ingin kita dengarkan. “Itu tidak bisa dihindari. Tapi sampai di rumah, saya kembali “menetralisir” paparan musik tadi dengan bermeditasi sambil memainkan singing bowl atau mendengarkan musik brainwave.”

Efek mendengarkan musik brain wave ini sangat baik, tidak hanya membangkitkan mood positif tetapi juga sampai mengubah perilaku dan perasaan menjadi lebih positif. Bahkan efeknya bisa sangat luar biasa.

Untuk merasakan perubahan dalam diri Anda Shierrila menyarankan untuk rutin mendengarkan musik brain wave selama 15-30 menit dalam kurun waktu 90 hari.

Bahkan, ketika Anda ingin berpikir negatif sekalipun, seluruh sel-sel dalam tubuh Anda akan berontak dan memaksa Anda untuk tetap berada di track yang semestinya. Tertarik mencoba? Ada banyak sekali pilihan di internet. Anda bisa mencoba sesuai dengan kebutuhan Anda.

BACA JUGA: Mendengarkan Lagu Sedih Bisa Meringankan Patah Hati?