Tentang Bom Waktu yang Menunggu untuk “Diamankan”

0
31
breastcancer

Kanker payudara seperti bom waktu, yang diam-diam mengganas bila tidak dideteksi sejak dini. Anda bisa merasa memiliki kehidupan normal, namun tiba-tiba sebuah kejadian mengubah hidup Anda, seperti yang dialami oleh turis asal Inggris yang mengetahui kalau dirinya mengidap kanker payudara saat melewati kamera thermal di museum di Edinburgh.

Seperti dilansir di staronline, Bal Gill melewati kamera thermal dan melihat kamera menampilkan rona kuning pada salah satu dadanya. Singkat cerita, perempuan paruh baya itu membawa hasil rekaman kamera tersebut ke rumah sakit dan ternyata setelah diperiksa, Bal mengidap kanker payudara.

***

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh American Cancer Society, genetik tidak menjadi faktor risiko kanker payudara. Pertambahan usia (terutama wanita yang memasuki fase menopause), pernah mengidap melanoma, kanker pankreas, adalah mereka yang memiliki risiko tinggi mengidap kanker payudara.

World Health Organization mencatat kanker payudara adalah kanker yang paling sering terjadi di kalangan wanita. Setiap tahun 2,1 juta wanita tercatat terkena kanker payudara,  jumlah terbesar kematian terkait kanker di antara wanita.

Pada tahun 2018, diperkirakan 627.000 wanita meninggal karena kanker payudara. Ini menempatkan kanker payudara menjadi sumber kematian sebesar 15% dari penyakit kanker. Mirisnya, menurut data statistik, justru wanita yang tinggal di negara maju yang lebih banyak mengalami kanker payudara.

BACA JUGA: Mengenal Kratom, Herbal Lokal Penghilang Rasa Sakit

“Menyadari risiko dan akibat dari kanker payudara inilah makanya deteksi dini itu sangat penting,” jelas dr. Rafles P. H. Simbolon. Dokter yang berpraktik di  RSCM Jakarta ini menambahkan, untuk mengetahui kondisi kesehatan dan meningkatkan kelangsungan hidup pengidap kanker payudara, deteksi dini sangat penting untuk dilakukan.

“Semakin cepat diketahui maka semakin cepat juga penanganannya. Kalau sudah stadium akhir baru ketahuan, biasanya perawatannya sudah sulit,” jelasnya lagi.

Mengingat pentingnya deteksi dini, dr. Rafles mengimbau wanita dengan atau tanpa potensi kanker payudara untuk menerapkan SADARI sesuai dengan program yang dicanangkan oleh Yayasan Kanker Indonesia. Berikut tahapannya:

  1. Berdiri Tegak

Dengan berdiri tegak Anda bisa melihat perubahan pada bentuk dan permukaan kulit payudara. Sedangkan bentuk asimetris pada payudara kiri dan kanan adalah sesuatu yang normal.

  1. Angkat Kedua Lengan

Mengangkat kedua lengan ke atas akan membuat Anda mengetahui perubahan pada payudara. Posisikan kedua lengan ke belakang dan perhatikan bentuk dan ukuran payudara. Apakah ada keanehan atau tidak.

  1. Meraba Payudara

Anda juga bisa memeriksa kondisi payudara dengan melakukan perabaan pada payudara. Raba dan tekan apakah ada benjolan atau tidak. Ketika Anda sampai pada bagian putting, coba ditekan apakah keluar cairan atau tidak.

Lantas, perubahan seperti apa yang menunjukkan kondisi yang harus diwaspadai? Segera periksakan ke dokter jika:

  1. Terdapat benjolan keras pada payudara atau bagian dalam ketiak
  2. Perubahan permukaan kulit payudara menyerupai kulit jeruk
  3. Keluar cairan dari puting dan itu bukan ASI
  4. Keluar darah dari puting
  5. Putih berubah warna, bentuk, atau bahkan melesak ke dalam
  6. Ada rasa sakit yang tidak nyaman dan intens pada payudara

BACA JUGA: Cara Makan Yang Benar di Resto “All You Can Eat”